Menanti Masa Kelahiran Bagian 2, Imunisasi

Menanti Masa Kelahiran Bagian 2, Imunisasi

Dalam menanti masa kelahiran si buah hati, merupakan salah satu momen yang paling mendebarkan bagi Ayah dan Bunda selama menjadi orang tua. Salah satu proses yang akan Bunda hadapi salah satunya adalah imunisasi.

Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) adalah imunisasi penting yang wajib bagi bayi dari usia 0 bulan sampai 12 bulan. Kecuali untuk Polio, DPT, dan campak akan ada imunisasi ulang (Booster) ketika si kecil berusia 5 tahun (usia sekolah).

Lima imunisasi dasar tersebut adalah:

  1. BCG (Bacille Calmette Guerin)

Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit TBC (Tuberkulosis).  Virus ini dapat menyebabkan kerusakan pada paru–paru, tulang, gizi buruk bahkan cacat mental dan kelumpuhan permanen karena rusaknya otak. 

Penyakit TBC menular melalui pernafasan, percikan ludah (karena batuk, bercakap – cakap, atau bersin), dan melalui udara yang mengandung TBC akibat penderita meludah di sembarang tempat. 

TBC dapat terdeteksi dengan tes Tuberkulin (Tes Mantoux atau PPD) dan penyinaran rontgen daerah dada.  Anak yang mengalami TBC terlihat tidak bergairah dan kurang nafsu makan sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan selama berbulan – bulan, panas tinggi  dan kadang – kadang flu serta batuk. Bila infeksinya semakin parah maka penderita akan berkeringat di malam hari dan batuknya semakin hebat beserta lendir atau bahkan berdarah.  

Pengobatan TBC minimal selama 6 bulan berturut – turut. Selama itu pula penderita mendapat obat dan asupan yang bergizi seimbang. Udara yang bersih dan lingkungan yang nyaman dapat membantu penyembuhan penyakit TBC. 

  1. Hepatitis B 

Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah Hepatitis atau radang hati (termasuk  penyakit infeksi). Salah satu penyakit hepatitis yang paling infeksius (berbahaya dan cepat penularannya) adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B. 

Penularan virus ini dapat terjadi melalui tusukan jarum yang sudah tercemar virus, air liur, keringat, atau jika kulit penderita yang luka memegang benda – benda yang digunakan oleh si kecil seperti botol susu, gelas minum, handuk, wash lap, dan tempat makan.

Pada awalnya penderita hepatitis B akan tampak tidak enak badan, demam, kulit menjadi kuning dan matanya putih, nafsu makan berkurang, lemah, air seni berwarna gelap dan tinja berwarna kelabu. Dalam banyak kasus penderita mengalami pembesaran hati. Penyembuhannya untuk penderita hepatitis B membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan sampai bertahun- tahun.

Jika jadwal Vaksinasi telah lengkap maka vaksin  hepatitis B dapat memberikan daya lindung yang sangat tinggi (98%). Daya lindung ini akan bertahan selama 5 tahun. Setelah itu mendapatkan tambahan vaksinasi untuk memeprpanjang daya lindungnya.

imunisasi

  1. Polio

Penyakit polio atau poliomyelitis adalah infeksi virus yang menyerang syaraf tulang punggung, dan dapat menyebabkan kelumpuhan yang permanen.  Penderita polio akan mengalami kelumpuhan otot kaki dan tetap kecil. Penularan secara langsung adalah melalui percikan ludah penderita atau makanan dan minuman yang sudah tercemar.

  1. DPT (Diphteri, Pertusis, Tetanus)

Diphteri

Suatu penyakit menular yang menyerang hidung dan tenggorokan. Penyakit ini tersebar melalui batuk, bersin, atau nafas seseorang yang terkena infeksi. Tanda pertama serangan diphteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan gejala yang menyerupai pilek biasa. Lama – kelamaan si anak akan sulit dan sakit menelan akibat tenggorokan yang membengkak dan kondisinya akan semakin melemah, bahkan akan menyebabkan kematian mendadak.   

Pertusis (Whooping Cough /batuk rejan)

Penyakit ini merupakan hasil infeksi akibat oleh bakteri dari spesies Bordetella pertussis. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui batuk atau nafas seseorang yang terkena infeksi. Pada awalnya penderita akan mengalami batuk serta kejang. Batuknya tidak seperti batuk biasa melainkan batuk panjang dan lama, kemudian ketika menarik nafas penderita mengeluarkan suara seperti bersiul (Whoop)  yang berakhir dengan muntah. Batuk ini dapat berlangsung selama 100 hari. Mata dapat bengkak dan penderita dapat meninggal karena kesulitan nafas.    

Tetanus 

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Clostridium Tetani, yang hidup di dalam tanah, debu dan usus manusia maupun binatang. Bakteri ini masuk dalam tubuh melalui goresan luka. Tanda pertama kejangkitan penyakit ini adalah kekakuan yang hebat pada rahang sehingga sulit untuk membuka mulut. Pada saat rahang terasa kejang racun terangkat dari luka ke aliran darah dan mulai menyerang susunan syaraf pada wajah, perut, leher, dan punggung. Tetanus dapat menular dari pemotongan tali pusar yang tidak steril, dan melalui luka.

Imunisasi DPT dapat bisa sekaligus, bahkan dapat juga bersamaan dengan imunisasi polio, dan Hepatitis B.

  1. Campak 

Campak atau Measles (Inggris),Tampek (Betawi), Gabengan (Jawa), Mazelan (Belanda), atau dalam bahasa Latin Morbili, adalah suatu penyakit dari infeksi virus yang disebarkan oleh butir – butir cair yang dibawa air. Pada awalnya anak akan mengalami demam, pilek, mata merah dan berair, bersin juga batuk yang menyentak. Suhu badan akan semakin meninggi  bahkan dapat mencapai suhu 400C. Kemudian akan muncul tebaran berwarna merah mulai dari belakang telinga dan menyebar ke wajah dan punggung. Dalam jangka waktu 2 hari akan menyebar ke seluruh tubuh. Tebaran merah akan berubah menjadi merah tua, tampak seperti terkena sengatan api.

Penderita campak sering disertai komplikasi dengan penyakit Bronkhopneumonia, radang otak, radang mulut dan tenggorokan, gizi buruk dan radang paru – paru. Penularan penyakit ini berkat kontak langsung dengan penderita. 

Lima imunisasi dasar tersebut harus dierikan kepada setiap bayi mengingat penularan penyakitnya sangat mudah dan sering, serta membahayakan nyawa bayi.