Kerinduan kadang membuat hati manusia terluka. Seorang hamba Allah ingin bertemu dan berdekatan dengan sang kekasih, tetapi keinginan itu tak pernah sampai. Ia memendam rasa di hati seperti menyimpan bara, lalu jiwanya terbakar oleh pikiran-pikiran yang liar.
Kerinduan bahkan membunuh. Hati yang terlanda rindu mengekang seluruh tubuhnya untuk bergerak. Ia membiarkan dirinya terkekang dan sakit olehnya. Ia mengurung dalam kesendirian dan menjadi gila karenanya. Hatinya seperti kayu yang terlahap rayap, semakin lama semakin terkikis dan lemah. Ia tidak mampu berpikir kecuali pada seutas tali, sekaleng racun, sebilah pisau, atau gedung yang tinggi. Hilangnya akal dapat membunuh dirinya, dalam kematian yang terhina.
Daftatr Isi
Mengobati Kerinduan
Ikhlaskan hanya kepada Allah
Ikhlaskan semua yang anda rasakan kepada Allah. Lalu ikhlaskan kekecewaan, harapan, dan penantian karena Allah. Mohonlah agar Allah menolongmu dengan cara terbaik yang Allah miliki.
Allah akan memilih Anda, menghidupkan dan mencahayai hati Anda. Dia yang Maha penyayang akan mengusir setan yang mempengaruhi jiwa anda.
Sibukkan dalam ibadah
Sesungguhnya, perjumpaan khusyuk’ dengan Allah dapat mengalihkan perhatian ANda dari rasa rindu yang membelenggu. Dengarlah pesan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini,
“Sungguh jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutkannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut sesuatu yang membahayakannya”
Mohonlah kepada-Nya
Allah membolak-balikkan hati hamba-Nya. mintalah keteguhan hati untuk selalu condong dan berharap kepada-Nya.
Menghadaplah kepada Allah, tunjukkan kerendahdirian Anda kepada-Nya. Mohonlah untuk dilepaskan dari kesulitan penyakit rindu yang terasa mengkoyak-koyak hati dan menyengsarakan.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Q.S. al-Baqarah: 186]
Jaga pandangan mata
Pandangan, di satu sisi adalah nikmat Allah, sedangkan di sisi lain adalah panah-panah setan. Aambillah nikmat Allah itu dan buanglah panah-panah setannya. Cukuplah memandang seseorang untuk mengenalinya, tidak untuk terpaut hatinya jika keterpautan itu harus berbuntut kerinduan yang menyiksa.
Pandangan seseorang secukupnya, yaitu pada saat-saat awal tanpa berulang-ulang. Sesungguhnya pengulangan pandangan adalah panah setan berujung api yang akan membakar hati dengan kerinduan.
Menyegerakan Menikah
Jika Anda mengantuk, maka obat paling mujarab adalah menidurkan badan. Jika anda merasa lapar, obat paling mujarab adalah makan.
Bila Anda merindukan seseorang yang layak anda rindukan, maka obat yang paling mujarab adalah segera menikah dengannya. Pernikahan telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa dan menambah berkah. Pernikahan memadamkan berbagai gejolak asmara, meski Anda tetap memperjuangkan rasa bahagia itu.
Menyibukkan diri dalam amal
Kesibukan menyita waktu anda untuk memikirkan dia yang anda rindukan. Kesibukan tidak memberi ruang dan waktu Anda untuk melamun dan berkhayal tentangnya.
Jika ia tidak pantas untuk anda rindukan, atau belum saatnya anda rindukan, sesungguhnya merindukannya adalah kesia-siaan. Sibukkanlah diri Anda dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun untuk akhirat.
Sibukkanlah hati dengan merasakan nikmat Allah karena rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Sibukkan pikiran dengan memikirkan apa yang terbaik untuk rencana hidup Anda dunia dan akhirat, sebab rasa rindu datang dari pikiran yang longgar.
Hindari hiburan yang memicu kerinduan
Dunia menyajikan lagu-lagu dan film kerinduan yang menyayat hati. Hiburan ini mengajak jiwa yang cengeng untuk menghiba dan hanyut dalam kerinduan. Para pemuda menjadi mabuk rindu dan hatinya layu. Rasa rindu semakin memuncak, khayalan dan angan-angan kian panjang dan jauh.
Gantilah dengan nasyid yang mengobarkan perjuangan, atau nasehat-nasehat yang membangkitkan. Hiburlah diri anda dengan senandung khusyu’ AL-Qur’an. Ia akan menentramkan Anda.
Tulislah apa yang tidak anda suka darinya
Tidak ada pribadi yang sempurna kebaikannya. Setiap manusia memiliki kelemahan yang membuat anda tidak suka padanya.
Carilah kelemahan-kelemahan dia dan tulislah berulang-ulang. Anda akan menemukan kalimat “Dia pemalas, aku tidak suka”, “Dia jauh dari Allah, aku harus menjauhinya”, “Dia bukan keturunan baik-baik, aku tak akan mengorbankan keluargaku”, “Dia pemboros, aku tak sanggup dengannya”, “Dia penebar pesona, aku tak yakin dapat terpercaya”, dan sebagainya.
Dia tidaklah seperti yang Anda khayalkan selama ini. saat pandangan pertama ia tampak sempurna, tetapi Allah dapat menjadikannya seburuk yang Dia kehendaki.
Sebab, Allah ta’ala telah berfirman yang artinya,
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), [QS At Tiin : 5]
Buatlah kerinduan itu energi yang membangkitkan
Jika ia yang Anda rindukan itu layak dirindukan, jadikan kerinduan ini sebagai bahan bakar semangat anda untuk melaju. Langkahkan kaki untuk menjemput prestasi dan rizki yang Allah janjikan kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Percepat langkah, perkuat pertahanan tubuh. Sesungguhnya Allah menyeru Anda untuk tetap melangkah dalam keadaan apapun. Dia berfirman yang artinya,
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. [QS. At Taubah : 41]
Jadikan kerinduan seperti listrik yang menyalakan lampu-lampu. Kerinduan seharusnya mencerahkan pikiran dan hati anda menjadi lebih cerdas dan penuh semangat. Temukan solusi dari banyak masalah-masalah umat, sesungguhnya mereka menunggu Anda. Jadilah ulil albab yang memikirkan manfaat di balik fenomena ciptaan Allah di alam raya ini.
Allah berfirman yang artinya,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [QS Ali Imran : 191]
Buatlah kerinduan itu perbekalan untuk berjuang. Kerinduan adalah momentum untuk memberi bukti kepada Allah, bahwa diri Anda mampu diandalkan untuk membela agama-Nya. Gantilah wajahnya yang membayang di hati itu dengan wajah orang-orang lugu yang butuh kalimat-kalimat dakwah dari mulut anda. Gantilah ia dengan wajah anak-anak polos yang memanggil-manggil anda ingin mengaji. Dan gantilah ia dengan wajah ayah dan bunda yang menanti anda untuk diangkat derajatnya di sana.

