Sudah Dewasa Tapi Belum Aqiqah? Yuk Aqiqah di Aqiqah Al Kautsar

Sudah Dewasa Tapi Belum Aqiqah? Yuk Aqiqah di Aqiqah Al Kautsar– Ngomong-ngomong seputar aqiqah, pastinya sudah tahu dong. Aqiqah adalah menyembelih kambing sebagai rasa syukur atas kelahiran bayi yang lahir. Untuk anak lelaki, kambing yang disembelih adalah 2 ekor; untuk anak perempuan, hanya butuh satu ekor kambing saja. Sebagai salah satu amalan yang disyariatkan oleh agama Islam. 

Aqiqah juga dilakukan oleh Rasulullah. Karenanya, (menurut pendapat para ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Malik dan Imam Ahmad) aqiqah adalah Sunnah-lebih tepatnya sunnah mu’akkadah-yang diharapkan dengan sangat dilakukan. Pelaksanakan aqiqah sendiri bisa dimulai di hari ke tujuh, 14, atau 21 (kelipatan tujuh). Tapi, bagaimana jika si orang tua tidak mampu mengaqiqahkan anaknya hingga si anak baligh, dan si anak ingin mengaqiqahkan dirinya sendiri? Apa Anda, termasuk salah satunya? Sudah dewasa tapi belum aqiqah? Yuk aqiqah di Aqiqah Al Kautsar.

Aqiqah Dewasa

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimullah pernah berkata: “Hukum aqiqah itu sunnah mu’akkad. Aqiqah bagi anak laki-laki dengan 2 ekor kambing, sedangkan bagi perempuan dengan seekor kambing. Bila mencukupkan diri dengan seekor kambing untuk anak laki-laki, itu diperbolehkan. Anjuran aqiqah ini menjadi tanggung jawab ayah (yang menanggung nafkah anak). Bila sang bapak tidak kunjung mengaqiqahkan anaknya hingga melebihi waktu anjuran aqiqah karena orang tuanya dalam keadaan tidak mampu, maka perintah aqiqah gugur. Allah berfirman yang artinya: “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At Taghobun: 16). Jika sang anak berfikir untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah dia dewasa dan mampu itu, apa hukumnya?

  • Nah, menurut Imam Atha dan Hasan Al-Bashri yang ditanyai seputar itu, mereka menjawab:

“Dia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri, karena aqiqah dianjurkan baginya dan tergadaikan dengan aqiqahnya. Untuk itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

  • Sedangkan Imam Ahmad menjawab:

“Itu (aqiqah) adalah kewajiban orang tua—bapak, artinya tidaklah wajib mengaqiqahi diri sendiri. Karena yang lebih sesuai sunnah adalah aqiqah itu dibebankan pada bapak.”

Yang manapun Anda percayai, dan Anda tetap ingin mengaqiqahi diri sendiri karena merasa perlu dan mampu, bismillahi ta’ala…

Nah,  sudah dewasa tapi belum aqiqah? Yuk aqiqah di Aqiqah Al Kautsar.. Kenapa Al kautsar? Al Kautsar adalah salah satu penyedia layanan aqiqah siap saji yang ada di Jogja. Anda yang di Jogja bisa menggunakan jasa aqiqah Al Kautsar untuk mengurusi segala tetek bengek aqiqah. Anda tinggal pilih paket aqiqah mana yang sesuai dengan budget dan keperluan. Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Daftar Harga Aqiqah Al Kautsar.

Hubungi Via Whatsapp 

Ikuti Instagram @aqiqahalkautsar 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

 

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Google Maps: Telusuri Peta Kantor Aqiqah Al Kautsar

 

3 Materi yang Disampaikan pada Ceramah Aqiqah

Ketika melaksanakan tasyakuran aqiqah, sudah pada umumnya dalam inti acara tasyakuran diisi dengan sebuah ceramah. Ceramah aqiqah adalah sebuah wejangan bagi para hadirin yang datang saat walimatul aqiqah anak Anda.

Bagi Anda yang sedang bingung ingin mengisi ceramah aqiqah dengan materi apa, artikel ini akan mengulas tentang 3 materi pokok yang ada pada ceramah aqiqah. Apa sajakah isi materi yang biasa ada pada ceramah aqiqah?

  1. Hukum Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah dalam istilah syraiat agama adalah menyembelih hewan untuk anak yang baru lahir. Sembelihan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat yang telah diatur oleh agama.

Hukum aqiqah sebagaimana yang diungkapkan oleh kalangan Imam Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Adapun dasar yang dipakai oleh kedua Imam ini adalah hadist Nabi SAW yang berbunyi,

“Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh dari kelahirannya. “

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi dan Hasan Shahih)

  1. Makna Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa arab al-aqqu atau al-qat’u yang berarti memotong. Adapula ulama’ yang mengatakan bahwa aqiqah juga berasal dari nama rambut di kepala anak yang baru lahir.

Secara ma’nawiyah, kambing yang disembelih jugadisebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Dalam pelaksanaan aqiqah disunahkan bagi orang tua untuk menyembelih dua ekor kambing yang seimbang bagi anak laki-laki dan satu ekor bagi anak perempuan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“Bagi bayi laki-laki sembelihlah dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi bayi perempuan cukup satu ekor kambing”. (Hadits Riwayat Tirmidzy dan Ahmad)

Sementara pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama sendiri adalah pada hari ketujuh dari kelahiran. Sebagaimana dari hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda,

“Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada pada hari ketujuh dan diberilah ia nama”.

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi).

Namun apabila hari ketujuh telah terlewat dan aqiqah tidak bisa dilaksanakan maka bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Sementara jika pada hari ke-14 masih terlewat, maka bisa dilaksanakan pada hari ke-21 atau kapan saja selagi ia mampu.

  1. Orang-orang yang Berhak Mendapatkan Aqiqah

Setelah melaksanakan aqiqah, maka daging aqiqah hendaknya dibagikan kepada orang-orang yang berhak. Siapakah orang-orang yang berhak itu? Orang-orang yang berhak adalah mereka yang paling layak menerima sedekah.

Siapakah orang yang layak mendapatkan sedekah? Mereka adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Ya, orang fakir miskin dari kalangan umat sangat diutamakan mendapatkan aqiqah.

Sebagaimana tertulis dari beberapa buah hadis dan juga amalan Rasulullah SAW beserta sahabat Nabi. Di mana selain disunatkan untuk memakan sebahagian daripada daging aqiqah tersebut, maka daging aqiqah juga hendaknya disedekahkan.

Orang yang melaksanakan aqiqah dianjurkan untuk bersedekah sebahagian untuk para fakir miskin. Lalu sebahagian lagi dihadiahkan kepada kerabat, tetangga ataupun saudara.

Ketiga materi tersebut, dari mulai hukum melaksanakan aqiqah, makna tentang aqiqah dan orang-orang yang berhak mendapatkan aqiqah pada umumnya sering menjadi materi untuk isi ceramah saat walimatul aqiqah.

Selain 3 materi tersebut, bisa juga acara walimatul aqiqah diisi dengan tat cara pelaksanaan aqiqah, syarat aqiqah, sunnah aqiqah dst. Semoga materi tentang ceramah aqiqah ini bisa membawa manfaat. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Hubungi Via Whatsapp

Ikuti Instagram @aqiqahalkautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Google Maps: Telusuri Lokasi Kantor Aqiqah Al Kautsar

Anak yang Belum Aqiqah masih Tergadaikan

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelih (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR. Abu Awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll, dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. Hadist ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albanu dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97). Nah dari nukilan hadist tersebut biasanya ada yang menyeletuk, anak yang belum aqiqah masih tergadaikan. Jadi apakah benar, jika anak belum diaqiqahkan maka si anak masih tergadaikan? Atau apa makna dari maksud anak tergadai dalam hadist aqiqah di atas? Simak baik-baik ulasannya di bawah ini.

Mungkin sebagian kita sebagai orang tua agaknya bingung dan sedikit khawatir mendengar kata-kata: anak yang belum aqiqah masih tergadaikan. Kata “tergadaikan” di nukilan hadist di atas oleh sebagian ulama kita, diartikan dengan beberapa makna:

  • Tertahan dari memberikan syafaat untuk kedua orang tua si bayi diaqiqah oleh orang tuanya, atau orang yang sekedudukan dengan orang tua si bayi.
  • Bayi itu tergadaikan dengan kotoran rambutnya.
  • Sesungguhnya, bayi itu tertahan dengan aqiqahnya. Artinya, si bayi tidak diberi nama dan rambutnya tidak dicukur, kecuali setelah kambingnya di sembelih untuk aqiqah.

Adapula yang berpendapat:

Syafaat yang diberikan pada orang tua oleh anak,tergadaikan dengan aqiqah. Yang mempunyai maksud:

▫    ketika si anak meninggal sebelum baligh dan belum juga diaqiqahi maka orang tuanya tidak mendapatkan syafaat anaknya di hari kiamat. Pendapat ini diriwayaktkan Imam Ahmad.

▫    Sementara dari Atha’ al-Khurasani—ulama tabi’in, diriwayatkan dari jalur al-Baihaqi dari jalur Yahya bin Hamzah, bahwa beliau bertanya pada Atha’ mengenai makna “anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Dan beginilah jawaban Atha’:

“Dia (orang tua) tidak bisa mendapatkan syafaat anaknya.” (Sunan al-Kubro, al-Baihaqi, 9/299).

  • Aqiqah adalah sebab lapangnya seorang anak dalam kemaslahatan agama dan dunia.

Aqiqah Anak

Makna tergadai yang berulang kali disampaikan sebagai pengingat: anak yang belum aqiqah masih tergadaikan, sebenarnya masih diperdebatkan. Sejumlah ulama berpendapat, Allah Azza wa Jalla menjadikan aqiqah sebagai pembebas gadainya dari setan—yang bersumpah pada Rabbnya, ia akan menghancurkan keturunan Adam kecuali sedikit di antara mereka. Setan ini akan mengganggu si bayi sejak ia lahir dengan mencubit pinggangnya. Nah dengan aqiqah, diharapkan si bayi akan terbebas dari tahanan setan terhadapnya—dari tawanan setan, dari halangan setan-setan yang berusaha mengganggu jalannya menuju kebaikan-kebaikan akhirat, tempat ia berpulang kelak.

Allah mensyariatkan para orang tua agar jangan sampai lupa: anak yang belum aqiqah masih tergadaikan. Lepaskan “gadainya” dengan sembelihan yang dijadikan tebusannya. Jika orang tuanya belum menyembelih atau beraqiqah untuk buah hatinya, artinya si anak masih tergadai. Rasulullah bersabda:

“Maka alirkan darah kamu untuk kamu agar syafaat anak-anakmu sampai padamu.”

Maksudnya dengan “alirkan darah”—melakukan aqiqah (menyembelih kambing), dan menghilangkan kotoran yang nampak pada bayi, yaitu degan mencukur atau memotong  rambut si bayi dengan maksud membebaskan si bayi dari kotoran lahir dan batin. Sebuah hadist yang disebutkan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dengan arti:

“Bersama seorang bayi ada aqiqah, maka alirkan darah (semelihan aqiqah) untuknya, dan singkirkan kotoran (cukurlah rambunya) darinya.” (HR. Bukhari secara mu’llaq dan diwashalkan oleh Thahawi, juga riwayat Abu dawud, 2839, Tirmidzi no. 1515).

Itulah tadi sekilas informasi tentang pentingnya Aqiqah untuk anak sebagai rasa syukur atas kelahirannya. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Hubungi Via Whatsapp

Ikuti Instagram @aqiqahalkautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Google Maps: Telusuri Peta

× Order Aqiqah