Mengenalkan Sifat Terpuji

Mengenalkan Sifat Terpuji

Parenting – Perilaku atau sifat terpuji dikenalkan kepada anak agar ia memiliki gambaran mengenai akhlak seperti apa yang harus ia praktikkan setiap harinya. Pengetahuan ini juga penting saat ia memilih teman bergaul, agar mampu membedakan mana teman yang akhlaknya baik dan mana yang buruk.  

Tawadhu adalah sikap tunduk kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya, baik dalam keadaan suka maupun tidak suka. Lawan Dari sifat tawadhu adalah takabur (sombong).

Perilaku Tawadhu dalam kehidupan sehari-hari ada yang terpuji dan ada yang dibenci. Ketawadhuan seseorang kepada Allah dan tidak mengangkat diri dihadapan hamba-hamba Allah adalah jenis tawadhu yang disukai oleh Allah. Contoh sikap ini antara lain  

    • Merendahkan nada suaranya ketika berbicara 
    • Tidak berlebihan dalam berpakaian 
    • Santun dalam bertindak dan bersikap

Sedangkan sikap tawadhu yang dibenci adalah tawadhu seseorang kepada Allah karena menginginkan hal-hal yang bersifat duniawi atau dorongan nafsu semata.  

Contoh tawadhu yang dibenci ini adalah:

    • Bersikap sopan karena ingin menjilat atasan
    • Selalu memakai kendaraan murahan karena takut dipinjam 
    • Menolong orang yang terkena musibah karena berharap mendapat imbalan 

Lebih tepatnya, itu bukan sikap tawadhu tetapi menampakkan kerendahan hati untuk pamrih. 

  • Taat

Taat atau patuh adalah perilaku yang selalu mengikuti petunjuk Allah dengan cara melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ada tiga macam jenis ketaatan:

  • Patuh, yaitu mematuhi perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.
  • Penurut, yaitu menuruti semua aturan yang bersumber dari ajaran Islam.
  • Tunduk, yaitu tunduk terhadap qada dan qadar yang datangnya dari Allah SWT

Contoh sikap taat yang hendaknya dibiasakan pada anak dan diteladankan oleh orang tua adalah, 

    • Rajin salat fardu lima waktu dengan ikhlas
    • Membayar zakat atau sebagian hartanya di jalan Allah
    • Semangat berpuasa di bulan Ramadhan
    • Berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua
  • Qana’ah

Menurut bahasa, Qanaah artinya cukup. Menurut istilah, qanaah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifat ketidakpuasan atau merasa kurang. Unsur pokok sifat qanaah adalah berikut ini,

    • Menerima ketentuan Allah dengan ikhlas
    • Membentuk pribadi yang selalu bersyukur
    • Memohon tambahan yang pantas kepada Allah serta usaha dan ikhtiar;
    • Bertawakal kepada Allah sepenuhnya
    • Tidak terlena  oleh tipu daya dunia yang gemerlap
  • Sabar

Menurut bahasa, sabar artinya ikatan. Menurut istilah, sabar adalah sikap teguh dalam menghadapi segala cobaan dan rintangan dengan terus melakukan ikhtiar atau usaha tanpa kenal putus asa.

Jenis kesabaran ada tiga yaitu  

    • Kesabaran Dalam Menjalankan Ketaatan Kepada Allah
    • Bersabar Untuk Tidak Melakukan hal-hal Yang Diharamkan Allah
    • Bersabar Ketika Menghadapi Musibah Atau Cobaan Yang menimpanya

Setiap orang yang bersabar akan diuji oleh Allah sesuai dengan derajat kesabarannya. Misalnya, 

    • Memiliki kemuliaan, tetapi dihina orang 
    • berlaku jujur, tetapi dianggap lemah
    • Menyeru orang-orang menuju kebenaran, tetapi malah dibantah
    • ketika ter zalimi, ia tidak melakukan kejahatan apapun
    • ketika ia menuntut haknya, orang-orang tidak memedulikannya.
  • Zuhud

Zuhud adalah sifat berpaling dan meninggalkan hal-hal  yang bersifat materiil atau kemewahan duniawi dengan mengharap suatu wujud yang lebih baik dan berupa kebahagiaan akhirat. 

Ada beberapa tingkatan zuhud yang melekat pada kepribadian manusia.

    • Tingkat mubtadi, yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya.
    • Tingkatan mutahaqqiq, yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
    • Tingkat ‘alim muyaqqin, yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena baginya dunia hanyalah sesuatu yang melalaikan orang dari mengingat Allah.

Zuhud tidak sama dengan menyukai kemiskinan atau memilih hidup dalam kekurangan. Bahkan mungkin saja orang kaya hidup zuhud dan dalam penampilannya tidak tampak tanda-tanda seorang yang miskin..  

Beberapa ciri zuhud itu antara lain, 

    • Tidak terlalu senang jika memiliki sesuatu dan tidak bersedih ketika kehilangannya. 
    • Menganggap sama antara pujian dan celaan
    • Hati orang zuhud penuh dengan kecintaan kepada Allah, namun masih memiliki kecintaan kepada sesama.
  • Tawakal

Tawakal adalah penyerahan segala urusan, ikhtiar, dan usaha kepada Allah swt. serta berserah diri sepenuhnya kepada-Nya untuk mendapatkan kemaslahatan atau menolak kemudaratan. 

Jadi, tawakal adalah menyerahkan urusan kepada Allah sehingga yang ada pada diri ini adalah hamba yang berikhtiar saja. 

Di  antara sifat orang yang  Tawakal adalah, 

    • akan datang kepadanya sifat ‘aziz (mulia dan terhormat) dari Allah swt. Ia tidak takut lagi menghadapi maut. 
    • tidak akan berkeluh kesah karena Hatinya selalu dalam keadaan tenang, tenteram, dan gembira. 
    • Orang yang tawakal memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan berani menghadapi setiap persoalan. 
  • Husnudzdzan 

Husnudzdzan artinya berbaik sangka, maksudnya adalah sikap dan cara pandang terhadap sesuatu dengan pandangan positif dan menilai sisi baiknya. Kebalikan husnudzdzan adalah su’udzdzan atau berburuk sangka. 

Ciri-ciri orang husnudzdzan

    • Selalu berusaha menemukan sisi baik dari apa yang ia hadapi
    • Menghindari praduga negatif terhadap hal-hal yang belum diketahui dengan pasti
    • Berusaha mengambil manfaat dan hikmah dari setiap kejadian 
    • Tidak mencela terhadap hal-hal yang kurang ia sukai 
    • Ramah dalam menjalin hubungan dengan sesama 
  • Adil 

Adil artinya lurus, sama berat, tidak berat sebelah, atau tidak memihak. Secara istilah, adil berarti sikap menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Jadi, adil tidak selalu bermakna berbagi sama rata. Ketika kita mendamaikan orang bertikai, berbuat adil padanya memang tidak memihak, tetapi bukan berarti tidak berdekatan sama sekali dengan salah satu atau keduanya. Jika salah satunya bersalah, kita harus meluruskan dan melindungi pihak yang benar.     

Contoh perilaku adil

    • Memenuhi hak Allah, diri sendiri, dan orang lain
    • Tidak pilih kasih dalam pergaulan 
    • Menjunjung kebenaran
  • Rida

Rida adalah sikap menerima secara sungguh-sungguh dari dalam hati atas pemberian Allah dengan selalu berbaik sangka bahwa Allah telah memberikan kenikmatan sesuai ukuran kebutuhan kita.

Berperilaku rida dalam hidup sehari-hari

    • Selalu Berpikir Positif terhadap apa yang ia hadapi
    • Tak pernah berhenti berikhtiar dan berharap kepada Allah Swt.
    • Mengambil Hikmah dari Segala Ketentuan Allah Swt.
    • Selalu Bersyukur atas Segala Sesuatu yang ia terima
  • Itsar 

Itsar adalah sikap mengutamakan kepentingan orang lain karena memandang bahwa orang tersebut lebih membutuhkan daripada dirinya, sekalipun dirinya sebenarnya juga memerlukan. 

Selain itu, anak yang memiliki sifat itsar mudah berbagi atau merelakan apa yang ia miliki kepada orang lain jika ada orang lain itu membutuhkan. Sikap itsar ini sangat terpuji oleh Allah dan menjadi penguat ikatan persaudaraan dalam iman. Pada masa-masa perjuangan rasulullah, sikap itsar para sahabat membuat perjuangan sangat kokoh.

 

[Yazid Subakti]