Parenting – Mengenalkan emosi lebih dini kepada si kecil. Pengenalan emosi dapat dengan cara sering menyebutkan berbagai jenis emosi kepada anak.
Daftatr Isi
Melatih Anak Mengenali Emosi
Kecerdasan emosi dipopulerkan oleh Daniel Goleman sejak tahun 1995. Dalam pemahaman ini, keberhasilan anak ternyata tidak cukup dengan keterampilan teknis dan pengetahuan ilmiah saja, tetapi harus dengan kemampuan pengendalian diri dan berdampingan dengan orang lain.
Kecerdasan emosi mencakup dua hal, yaitu mengenali dan mengelola emosi.
Mengenalkan emosi
Pengenalan emosi dapat dilakukan dengan sering menyebutkan berbagai jenis emosi kepada anak. Saat ia sedih, anda dapat mengatakan, “Adik kok sedih, apa sedang ditinggal ayah pergi?”. saat ia ceria ceria, katakana “Adik hari ini ceria sekali”, dan semacamnya. Anda juga dapat menunjukkan berbagai gambar ekspresi dan mengatakanya “Sedih”, “marah”, “bengong” dan lainnya sesuai ekspresi di gambar.
Belajar mengelola emosi
Emosi itu boleh diekspresikan, tetapi harus diolah dengan baik agar tetap bermanfaat. Latihan pengelolaan emosi pada anak untuk menghindari ledakan emosi yang berlebihan atau terlalu dalam.
Misalnya, saat mainan si kecil berantakan, tunjukkan emosi cemberut dengan memintanya merapikan mainan itu. Ketika sudah merapikan mainan, tunjukkan raut muka senyum dan katakana anda senang dengan pekerjaannya. Saat si kecil tiba-tiba tidak berani ke kamar mandi sendiri, berikan kata motivasi untuk menyemangatinya. Saat si kecil ingin marah dan agresif kepada temannya, redakan dengan mengalihkan perhatian, kemudian setelah mereda baru katakan untuk saling menyayangi sesama teman.
Melatih Kecerdasan Emosi pada Anak
Tunjukkan bahwa anda adalah figure yang layak menjadi contoh dalam hal perilaku dan ekspresi. Setiap Kali anda melihat si kecil berbuat baik, sampaikan ucapan terima kasih kepadanya dan berikan apresiasi. Biasakan mengungkapkan perasaan anda. Misalnya dengan mengatakan “ibu sangat senang kalau Dede arajin mandi”.
Gunakan kalimat positif saat memerintah maupun melarang si kecil melakukan sesuatu dan hindari kata negatif yang memojokkan. Saat anda melakukan kesalahan jangan ragu meminta maaf, beri contoh pada anak dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
Oleh karena itu jadilah pendengar setia. Berikan kesempatan pada asi kecil untuk menceritakan aktivitasnya sesuai kemampuannya. Anak akan terbiasa berbicara dan memperlihatkan emosinya, serta merasa mendapat perhatian yang tulus dari orang tua yang bersedia mendengar.
Ajarkan rasa empati. Saat melihat pengemis atau pengamen, ceritakan bahwa mereka orang yang nasibnya kurang beruntung, lalu berikan uang sewajarnya agar si kecil yang memberikan kepada pengemis atau pengamen itu.
Latihan kecerdasan emosi ini tidak mengenal waktu dan jadwal. Itu semua terjadi pada saat anda melakukan asuhan sehari-hari.
[Yazid Subakti]

