Parenting – Kebiasaan menggunakan bahasa yang baik dan santun akan berimplikasi terhadap pembentukan karakter anak. Keluarga yang terbiasa berkomunikasi dengan santun umumnya memiliki karakter yang baik.
Daftatr Isi
Pentingnya Bahasa bagi pendidikan anak
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi untuk berkomunikasi. Bahasa juga bisa untuk menyampaikan pesan sosial tertentu bagi para pemakainya selain menjelaskan akal budi penuturnya. Oleh karenanya, pemakaian bahasa yang santun dan penuh etika dapat mempengaruhi watak dan karakter anak, atau sebaliknya mengindikasikan watak dan karakter seseorang.
Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu yang sangat penting dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, mental, dan psikososial, yang berjalan sedemikian cepat. Keberhasilan tahun-tahun pertama sangat menentukan hari depan anak, termasuk karakternya. Oleh karena itu, bahasa sangat berarti bagi dalam membentuk karakter anak sampai ketika ia dewasa nanti.
Bahasa anak terbentuk dari orang terdekatnya
Anda pasti berharap agar kelak anak menemukan kesuksesan dan dihormati di lingkungannya. Setiap orang tua mengharapkan kelak anaknya menjadi orang yang berguna bagi sesamanya, sedangkan seseorang itu dapat berguna jika memiliki karakter yang mulia.
Kebiasaan berbahasa yang lembut dan santun akan berimplikasi terhadap pembentukan karakter anak. Keluarga yang terbiasa berkomunikasi dengan santun umumnya memiliki karakter yang baik. Begitu pula kedisiplinan orang tua dalam menggunakan kata-kata dan pemakaian kalimat yang teratur mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter anak. Anda dapat membuktikan dengan melihat orang-orang atau masyarakat di sekitar Anda. rata-rata, anak-anak yang santun berasal dari keluarga yang santun pula. Begitu pula anak yang kasar biasanya tumbuh dari keluarga yang kasar.
Anak menggunakan bahasa tertentu pada dasarnya hanya meniru apa yang orang dewasa lakukan dan ucapkan oleh orang dewasa yang menjadi panutannya.
Bahasa yang anak gunakan sehari-hari banyak meniru dari lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Jika keluarga atau tetangga dekatnya sering ia dengar berbicara dengan bahasa yang kasar, besar kemungkinan anak juga akan mengikutinya dengan bahasa yang kasar dan kotor. Ia belum merasa penting untuk menyaring pentingnya memilih kata.
Inilah kesempatan bagi orang tua, untuk memberikan contoh berbahasa yang santun dalam setiap komunikasi. Orang tua harus mampu berkomunikasi dengan bahasa yang wajar di depan anak, selalu menyadari apapun perkataan yang dilontarkan akan direkam oleh anak dan suatu saat akan dipergunakannya ketika ia berkomunikasi.
Selain membuat bahasa di rumah tetap terjaga, orang tua perlu mengawasi saat anak bergaul dengan tetangga dan memilih sekolah. Orang tua ia harus tahu anaknya bergaul dengan siapa saja dan seperti apa bahasa teman-temannya. Ketika anak berpindah jenjang sekolah (misalnya dari TK menuju SD ), ia akan dengan cepat mengubah penggunaan beberapa kosakata yang bahkan tidak pernah oloeh orang tua di rumah. Jikapun bahasa di rumah terkondisikan dengan baik, anak tetap mengenal kata-kata berkonotasi buruk, pengucapan dengan intonasi tidak nyaman, atau ujaran baru yang ia dapatkan dari teman-temannya.
Memberi contoh kepada anak menggunakan bahasa santun
Kesantunan komunikasi ayah dan ibu dapat melunakkan hati anak. Sehingga karakter positif yang ada pada anak akan semakin baik dan kelak membentuk karakternya yang sabar, ikhlas dan penyayang. Sebaliknya, kata-kata kasar yang orang tua kepada anaknya akan membentuk karakter negatif yang akan melekat pada diri anak. anak menjadi tempramen, reaktif dan kasar.
Kesantunan berbahasa berguna untuk menghindari konflik dalam proses komunikasi. Artinya, bahasa yang dalam proses komunikasi dapat membuat kita mempunyai banyak teman, tetapi bisa juga sebaliknya.
Prinsip utama agar mulai dapat berbahasa secara santun adalah berprasangka baik kepada setiap orang. Maksudnya, kita harus memahami bahwa setiap orang ingin dihormati, maka menghargai mereka adalah awal yang baik menjalin kehangatan berkomunikasi.
Ada beberapa hal agar anak terbiasa berbahasa santun dalam komunikasi.
- Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh semua anggota keluarga, termasuk anak.
- Gunakanlah pemilihan kata (diksi) yang sesuai budaya dan norma keluarga, tidak menggunakan pemilihan kata yang asing
- Sisipkan kata-kata yang menambah kesantunan kalimat, yaitu kata ajaib ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’
- kemukakan topik yang dimengerti dan diminati oleh keluarga. Bukan topik asing yang bukan ranah keluarga (misalnya membicarakan konflik kantor, situasi politik dan sebagainya)
- Kenali kondisi sasaran saat berbicara, terutama yang berkaitan dengan emosi pribadi dan kondisi jiwanya saat itu.
- Perhatikan konteks dan situasinya, yaitu menyesuaikan apa yang menjadi pembicaraan sampai tuntas, baru beralih pada pembicaraan lain dari awal.
[Yazid Subakti]

