Ukuran Mahar

Ukuran Mahar

Nikah – Para fuqaha sepakat bahwa tidak ada batasan yang paling tinggi untuk ukuran mahar; karena tidak tersebut di dalam syariat yang menunjukkan batasannya yang paling tinggi, berdasarkan firman Allah SWT,

Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya.” (an-Nisaa’: 20)

Perempuan telah diingatkan dengan ayat ini. Manakala Umar Ibnul Khaththab r.a. ingin menetapkan batasan mahar, maka dia melarang mahar lebih dari empat ratus ribu dirham. Dia sampaikan khutbah kepada manusia mengenai hal ini, dia berkata, “Jangan kalian berikan standar yang tinggi pada mahar perempuan. Maka sesungguhnya jika dia dimuliakan di dunia atau ditakwakan di akhirat. Maka orang yang paling berhak untuk mendapatkannya daripada kalian adalah Rasulullah. Beliau sama sekali tidak pernah menetapkan mahar untuk para istrinya maupun anak-anak perempuannya yang melebihi dua belas uqiyyah- maksudnya dari perak – maka barang siapa yang mendapatkan mahar lebih dari empat ratus, hendaknya dia berikan kelebihannya kepada baitul maal.”

ukuran maharKemudian seorang perempuan Quraisy berkata kepadanya, setelah dia turun dari atas mimbar,

Kamu tidak berhak untuk menetapkan hal itu wahai Umar.” Umar bertanya kepadanya, “Mengapa?” Perempuan tersebut menjawab, “Karena Allah berfirman,’Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya.” (an-Nisaa’: 20). Umar berkata, “Perempuan ini benar dan laki-laki ini salah.”

Oleh Abu Ya’la meriwayatkan dalam al-Kabiir, “Ya Allah, ampunilah, semua manusia lebih paham daripada Umar.” Kemudian dia kembali dan naik ke atas mimbar dan berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya aku telah melarang kalian untuk melebihkan mahar perempuan dari batasan empat ratus dirham, maka barang siapa yang menghendaki dapat memberikan dari hartanya apa yang dia sukai

Akan tetapi, sunnah untuk meringankan mahar dan tidak terlalu tinggi dalam menetapkan mahar. Berdasarkan sabda Rasulullah saw.,  Sesungguhnya keberkahan pernikahan yang paling besar adalah orang yang maharnya paling rendah.”

Dalam satu riwayat, Sesungguhnya perempuan yang paling besar keberkahannya adalah orang yang maharnya paling mudah.

Oleh Abu Dawud meriwayatkan dan sahih oleh al-Hakim dari Uqbah bin Aamir hadits, “Mahar yang paling baik adalah yang paling mudah.”

Hikmah dari pencegahan menetapkan mahar yang tinggi adalah Jelas. Yaitu untuk memudahkan anak muda untuk kawin sehingga mereka tidak menghindari perkawinan, yang membuat timbulnya berbagai kerusakan moral dan sosial. Telah ada dalam khutbah Umar yang menyebutkan, “Sesungguhnya laki-laki membuat tinggi mahar istrinya sampai hatinya menyimpan rasa permusuhan kepada istrinya tersebut.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *