Parenting – Masa Remaja menghadapi tugas-tugas perkembangannya sendiri agar lebih siap menghadapi masa dewasa. Orang tua menjadi sahabat dekat yang membimbingnya agar ia berkemampuan memperdulikan dirinya sendiri.
Menerima kenyataan kondisi fisik dan perubahan-perubahan yang dialaminya. Ia harus bisa menerima takdir jenis kelamin beserta konsekuensi dan semua kelazimannya, serta belajar merasa puas terhadap keadaan ini. Belajar mengambil peranan sosial dengan teman sebaya, mencoba untuk mewujudkan rasa pedulinya terhadap lingkungan sekitar dalam bentuk sumbangsih yang bermanfaat. Ia dapat mulai diarahkan pada kegiatan masjid, kerelawanan bencana, organisasi sekolah, dan lainnya.
Daftatr Isi
Mencapai kebebasan dari kebiasaan bergantung kepada orangtua
Meskipun orang tua akan tetap melindungi dan menanggung kehidupannya, ia sebenarnya telah mampu bernalar tentang mencari rezeki untuk bertahan hidup atau membangun masa depan yang dicita-citakan. Mengembangkan kecakapan intelektual dan keterampilan sosial di masyarakat. Ia mulai sadar bertetangga dan merasa menjadi bagian dari masyarakat luas yang mengelilinginya. Oleh karenanya, ia turut merasa harus merawat kerukunan dan kenyamanan meskipun dalam beberapa hal tidak menyetujui norma dan nilai yang berlaku.
Mencari kesempatan untuk hidup mandiri pada suatu saat nanti, yaitu mencari penghidupan sendiri dengan merencanakan karir atau profesi tertentu yang paling diidamkan. Beberapa anak tidak membayangkan profesi tertentu tetapi tetap memiliki bayangan perbuatan apa yang hendak ia lakukan untuk menghasilkan uang. Memahami tanggung jawab atas setiap perbuatan. Ia mulai dapat menanggung amanat atau titipan yang dibebankan kepadanya untuk dijaga atau dikembangkan.
Mulai memikirkan jodoh atau pernikahan dan mempersiapkan diri untuk berkeluarga. Ia membayangkan criteria jodoh paling ideal yang cocok untuknya, dan mulai merancang langkah-langkah untuk mendapatkannya dan kesiapan untuk hidup dengannya.
Mengenali perubahan fisik
Perubahan fisik seorang anak menuju remaja berhubungan dengan kemampuannya bereproduksi. Terdapat lima perubahan khusus yang terjadi pada pubertas, yaitu pertambahan tinggi dan berat badan yang cepat, perkembangan seks sekunder, perkembangan organ-organ reproduksi, dan perubahan komposisi tubuh yang mengubah sosok anak yang lucu menjadi remaja matang yang membanggakan.
Pertambahan tinggi badan yang cepat
Tinggi badan remaja laki-laki bertambah sekitar 10 cm per tahun, sedangkan perempuan sekitar 9 cm. Secara keseluruhan pertambahan tinggi badan sekitar 25 cm pada anak perempuan dan 28 cm pada anak laki-laki.
Pada anak perempuan, pertambahan tinggi badan terjadi dua tahun lebih awal dibanding laki-laki. Puncak pertumbuhan tinggi ini pada anak perempuan terjadi sekitar usia 12 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 14 tahun. Pada anak perempuan, pertumbuhan akan berakhir pada usia sekitar 16 tahun sedangkan pada anak laki-laki pada usia 18 tahun. Setelah usia ini, pertambahan tinggi badan hampir selesai atau benar-benar berhenti.
Berat badan bertambah akibat perubahan komposisi tubuh. Anak laki-laki mengalami peningkatan massa otot, sedangkan anak perempuan karena meningkatnya massa lemak. Hormon steroid seks adalah yang paling berperan dalam perubahan komposisi tubuh ini.
- Perkembangan organ seks sekunder
Selama proses pubertas, perkembangan seks sekunder terjadi oleh perubahan sistem hormonal tubuh. Karena hormone, terjadilah pertumbuhan rambut pubis dan menarche (haid pertama) pada anak perempuan. Sedangkan anak laki-laki mengalami pembesaran penis, perubahan suara, pertumbuhan rambut di lengan dan muka, serta terjadinya peningkatan produksi minyak tubuh dan aktivitas kelenjar keringat.
Perkembangan organ reproduksi
Anak laki-laki mengawali pubertas dengan meningkatnya volume testis sehingga ukurannya menjadi lebih dari 3 ml, kemudian pembesaran penis. Ukuran penis dewas tercapai pada usia 16-17 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh, kemudian beberapa tahun baru kumis dan janggut. Perubahan suara terjadi karena bertambah panjangnya pita suara akibat pertumbuhan laring dan pengaruh hormone testosteron. Mimpi basah terjadi sekitar usia 13-15 tahun bersamaan dengan matangnya alat reproduksi.
Anak perempuan mengawali pubertas dengan timbulnya tunas payudara pada usia kira-kira 10 tahun, kemudian secara bertahap payudara berkembang menjadi payudara dewasa pada usia 13-14 tahun. Rambut pubis mulai tumbuh pada usia 11-12 tahun dan mencapai pertumbuhan lengkap pada usia 14 tahun. Haid pertama kali terjadi sekitar usia 12 tahun. Beberapa anak sudah mengalaminya di usia 9 tahun, tergantung lingkungan atau gaya hidup dan asupan gizinya.
Perubahan komposisi tubuh
Massa lemak pada perempuan meningkat pada tahap akhir pubertas, mencapai hampir dua kali lipat massa lemak sebelum pubertas. Sedangkan anak laki-laki membentuk otot dan pemadatan tulang.
Setelah masa-masa penyelesaian puber, tinggi badan anak hanya akan bertambah sedikit kemudian pertambahan tinggi badan akan berhenti.
[Yazid Subakti]

