Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Selamat Tinggal Masa-masa Amrad

Parenting – Begitu masa-masa amrad berakhir, selamat tinggal masa-masa komunikasi alay dan penuh ketidakpastian perlahan-lahan akan lenyap. Tetapi itu tidak berarti semua sifat yang melekat di masa-masa lampau akan hilang sama sekali dan tergantikan dengan sifat baru. Sebagian dari sifat lama masih ada dan ia masih menikmatinya. 

  1. Mengiringi berakhirnya masa-masa amrad (masa ABG) 

Anda akan melihat selera berpakaiannya masih menyisakan kesenangan lama. Ia belum percaya diri mengenakan gaun gaya dewasa, juga belum meninggalkan aksesoris kekanakan yang bisa selalu berganti setiap harinya. Selera makan, pola pertemanan, tema obrolan, dan sikapnya menghadapi orang masih menyisakan sedikit karakter anak-anak. 

Sisa-sisa ketergantungan masih tampak nyata di sana-sini. Anda tak perlu heran jika pada akhir masa sekolah menengah pertama ini anak masih enggan mencuci pakaiannya sendiri, masih harus diingatkan setiap kali jam makan dan jam salat, bahkan setiap pagi masih harus dibangunkan setengah paksa. 

Ini bukan hal yang baik, tentunya. Namun kenyataannya memang terjadi. Maksudnya, kita tidak berharap kekurangmandirian ini terjadi pada semua anak, tetapi Anda jangan terkejut jika ternyata ini semua melanda anak Anda.

Kita terus belajar menjadi orang tua yang memiliki banyak cara mengatasi anaknya dengan efektif, agar pergantian fase remaja ini berjalan sempurna. 

  1. Sebagian anak belum siap meninggalkan masa amrad 

Kenyataan bahwa tidak semua anak siap meninggalkan masa amradnya ternyata terjadi di mana-mana, melingkupi semua suku dan budaya. Sebagian karena oleh tipe dan kepribadian asal anak, sebagian lagi akibat perlakuan orang tua yang memang kurang tuntas melatihnya. 

  • Mempercepat, tetapi tidak memaksa

Mempercepat artinya meminta anak untuk bersegera meraih apa yang harus diraih memasuki fase remajanya, juga mempercepat meninggalkan apa yang sudah tak lagi pantas baginya. Sampaikan bahwa waktu baginya tak banyak lagi untuk segera mandiri karena tahun depan sudah akan disibukkan oleh kewajiban kewajiban yang lebih berat. Bulan-bulan ini adalah masa terakhir berlatih kemandirian sebelum tahun depan semua yang tak pantas itu harus ditinggalkan. 

  • Mengingatkan konsekuensi

Konsekuensi adalah akibat dari perbuatan dan sikapnya. Ia harus mendapat peringatan berulang kali bahwa akibat dari ketidakmandirian menangani pakaiannya sendiri, di waktu berikutnya beban ini akan lebih berat karena bertumpuk dengan beban lain yang saat ini belum ada, misalnya hari-hari yang sibuk les menjelang ujian. 

Semua keterlambatan kemandirian ini ada konsekuensinya di masa mendatang. Ketergantungan membawa akibat mundurnya kecakapan dan keberanian mengambil keputusan. Terlalu menikmati dunia remaja kekanak-kanakan mengakibatkan ia mendapat penolakan oleh lingkungan remaja yang lebih dewasa. 

  • Meningkatkan kedekatan

Bukankah kedekatan justru membuat anak semakin berketergantungan?

Kedekatan yang melayani adalah sumber ketergantungan. Oleh karena itu, kedekatan yang kita lakukan di sini adalah kehadiran untuk memberi arahan memandirikan, mempertegas aturan-aturan dan memastikan anak meraih capaian. Kita dekat untuk memperkecil celah kemalasan baginya dan meniadakan jalan untuk mundur menuju kebiasaan masa lalu. 

  • Mengerahkan teman-temannya 

Apakah anda mengenali teman-temanya? 

Orang tua harus mengenali teman-teman anaknya terutama teman dekat yang selama ini mempengaruhi atau terpengaruh oleh anak Anda. Banyak hal mengenai anak anda tidak harus ditanyakan atau disampaikan langsung kepadanya, tetapi sebagian dapat anda sampaikan melalui teman-temannya. Anda dapat mencari informasi melalui teman-temannya, ketika terjadi peristiwa yang membuatnya tertutup.

 

[Yazid Subakti]