Sahabat terpercaya – Umur tujuh tahun ketiga adalah saat anak memasuki masa-masa ingin dipercaya orang tua dan dapat diandalkan untuk menjadi sahabat. Ia sepenuhnya telah meninggalkan masa anak-anak, seutuhnya menjadi remaja, dan dalam persiapan menuju gerbang dewasa. Ia seharusnya tak lagi merasakan kegalauan betapa inferiornya menjadi anak-anak, tetapi sudah benar-benar merasakan betapa percaya diri menjadi remaja.
Orang tua menjadikan anak pada usia ini sebagai sahabat. Itu artinya ada banyak aturan dan kebiasaan interaksi yang harus diubah. Beberapa aturan lama yang biasa dilakukan diakhiri, dan beberapa ketentuan baru dimulai. Ia tetaplah anak dari orang tuanya, yang berhak atas didikan orang tuanya. Ia tetap memiliki hak beserta kewajibannya sebagai anak, tetapi dengan cara yang sedikit berbeda. Ia kini belajar menjadi sahabat yang bertanggung jawab bagi orang tuanya, dan orang tua menyambutnya dengan hangat.
Daftatr Isi
Sahabat itu Tempat Nyaman Berbagi
Menjadi sahabat berarti bersedia untuk berbagi. Masa remaja datang memberi isyarat kepada orang tua agar para orang tua bersedia berbagi dengannya. Anda hadir untuk berbagi pengalaman, saling mencurahkan perasaan, dan menaruh empati kepadanya.
Maka keengganan untuk berbagi dapat menjadi sebab anak remaja merasa dijauhi atau dianggap belum sejajar dalam banyak hal. Ia merasa dirinya selalu dianggap kecil, tidak diakui perkembangannya bahwa kenyataannya sekarang sudah remaja.
Anda tetap menjadi kantung-kantung yang siap terisi cairan cintanya, dan dia akan membuka kantung-kantung cinta yang ia miliki untuk anda isi sepenuh-penuhnya.
Sahabat Saling Mempercayai
Dua orang menjadi dekat dalam persahabatan jika antara keduanya terjalin hubungan saling mempercayai. Anda mempercayai anak, dan berupaya membuat anak percaya kepada anda.
Memercayai berarti menghindarkan rasa keraguan akan hal-hal yang terjadi padanya. Memercayai juga bermakna kerelaan hati menerima apa yang menjadi keputusan dan tindakannya. Pembuktiannya, anda tak lagi melakukan campur tangan atau menjadi pengendali setiap kali ia membuat keputusan yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan masa depannya.
Begitu juga sebaliknya, orang tua menjaga sikap agar anak menjadi percaya kepadanya untuk mengatakan apapun yang ingin ia katakan, dan mudah mengerti apapun yang menjadi keputusan orang tua.
Sahabat Berkomitmen Menjaga
Bukanlah sahabat jika salah satu atau keduanya tidak memiliki komitmen untuk menjaga: menjaga keselamatan saat ini dan yang akan datang, menjaga suasana hati dan perasaan, dan menjaga dari kesesatan angkah dan ancaman.
Menjaga, berarti juga mengupayakan agar semua potensi negatif yang ia miliki tidak menjadi biang kesengsaraan hidupnya, dan potensi positif yang ia banggakan tidak menjelma keangkuhan yang menghancurkannya. Anda tetap memberi catatan atau kritik membangun kepadanya, sembari anda pun bersedia mendapat kritik darinya.
Penjagaan yang paling penting adalah menjaganya agar tak terputus hubungan di akhirat kelak. Menjaga agar kehidupan berlangsung di dunia dalam kebahagiaan bersama, lalu sejenak berpisah di alam barzah untuk kemudian bertemu lagi di jannah-Nya.
Sahabat Saling Menguatkan
Sahabat berjalan beriring untuk memberi penguatan ketika salah satu darinya mulai melemah. Bersahabat dengan anak remaja berarti jeli mengamati kapan dan pada saat seperti apa ia akan mengalami saat-saat lemahnya, untuk kuat dan bangkit kembali. Begitupun orang tua membuka diri atas kelemahannya, lalu memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba mengisinya dengan kekuatan yang ia miliki.
Memperlakukan anak sebagai sahabat akan menuntut kesetaraan derajat dalam beberapa hal. Ini tak serta merta akan dapat semua orang tua terima. Para orang tua yang terbiasa menerapkan pengasuhan otoriter harus menyadari dan berubah. Mereka yang sebelumnya berkuasa penuh atas anaknya kini tak lagi sepenuhnya mengendalikan dan menjadi penentu.
Di masa-masa anak memasuki rentang usia ini, Anda memang tak memiliki banyak pilihan. Anak anda menghendaki orang tuanya menjadi sahabat baginya. Anda harus menurunkan sedikit ego untuk bersahabat dengannya, atau ia memilih orang lain yang lebih ia percayai dan nyaman dengannya tanpa akan anda tahu sedalam apa hubungan mereka.
[Yazid Subakti]

