Memberi Dorongan Ibadah Haji

Memberi Dorongan Ibadah Haji

Parenting – Anak-anak sudah menghafal bahwa rukun islam ada lima, yang salah satunya adalah menunaikan ibadah haji. Ingatan ini perlu diperkuat lagi dengan mengingatkannya bahwa tanpa haji, keislaman seseorang menjadi tidak sempurna. Bahkan jika tidak hajinya seseorang tu disebabkan pengingkaran atau penolakannya terhadap haji sebagai rukun islam, maka keislamannya bisa batal.

Ibadah  haji  hukumnya fardhu ‘ain  bagi  setiap  muslim  yang  sudah mukallaf  dan memiliki kemampuan untuk berangkat.  Tidak seorangpun ulama yang berselisih pendapat mengenai wajibnya haji. 

Oleh sebab itu, sejak kecil anak harus kenal dengan ibadah haji, ditanamkan kerinduan kepada baitullah dan selalu diingatkan bahwa haji ini harus menjadi agenda penting dalam hidupnya. 

Memahamkan ibadah haji 

Anak-anak belum banyak bergaul dengan orang dewasa, belum banyak menyelami kisah-kisah mengenai ibadah haji dari orang-orang dewasa yang sudah menjalaninya. Oleh karena itu, pengetahuan pertama yang memungkinkan ia dapatkan adalah dari orang tuanya. 

  • Menjelaskan pengertian haji 

Secara  bahasa,  haji  kurang lebih bermakna menyengaja  untuk  melakukan sesuatu yang agung. Haji juga berarti mendatangi sesuatu atau seseorang. 

Sedangkan secara istilah, haji berarti mendatangi  Ka’bah  untuk  mengadakan ritual tertentu atau berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu dan dengan amalan-amalan tertentu  dengan niat ibadah. 

Jadi, haji adalah ritual ibadah yang di dalamnya terdapat beberapa hal yang harus ada, yaitu 

    • Ziarah, yaitu mengadakan perjalanan  (safar)  dengan  menempuh  jarak  yang biasanya  cukup  jauh  hingga  meninggalkan  negeri atau  kampung  halaman (kecuali  buat  penduduk Mekkah). 
    • Tempat tertentu, yaitu Ka’bah di Baitullah Kota  Makkah  Al-Mukarramah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. 
    • Waktu tertentu, yaitu ibadah  haji  hanya  pada  bulan atau musim haji (bulan Dzulhijjah). 
    • Amalan Tertentu, yaitu amalan yang termasuk  ke  dalam rukun haji, wajib haji dan sunnah seperti tawaf, wukuf, sa’i, mabit di Mina dan Muzdalifah.  
    • Niat tertentu, yaitu meniatkan khusus sebagai ibadah haji, dengan mengikhlaskannya karena Allah. 

 

  • Menjelaskan keutamaan ibadah haji

Sebagai motivasi atau dorongan semakan kepada anak-anak, orang tua perlu menyampaikan apa saja keutamaan haji sehingga Allah dan rasulullah mewajibkan. 

  • Menjauhkan kefakiran dan menghapus dosa.
  • Nilai pahalanya sebanding dengan Jihad Jihad fi sabilillah.  
  • Mendapat balasan surga.
  • Terhapus dosa seperti bayi baru lahir yang suci. 
  • Haji adalah amal terbaik yang manusia lakukan. 
  • Menjadi tamu Allah yang mulia.   
  • Dibanggakan di depan para Malaikat. 

Agar anak merindukan haji 

Merindukan berarti menginginkan sesuatu untuk terjadi atau ia alami pada suatu waktu nanti.  Semua muslim seharusnya merindukan untuk pergi ke baitullah dalam rangka ibadah haji memenuhi rukun islam kelima. Jika saat ini masih belum memungkinkan, setidaknya telah ada tekad dalam hati bahwa suatu saat nanti akan berangkat ke sana. 

  • Mengikuti latihan manasik haji 

Dorong anak mengikuti latihan manasik haji yang ada di sekolahnya atau di masyarakat. Jika di sekolah atau masyarakat tidak ada, ajak anak menonton rekaman video haji atau video tutorial manasik haji  yang banyak tersedia di saluran internet.  

  • Mengunjungi orang yang berangkat atau pulang haji 

Di Indonesia, orang yang hendak berangkat haji biasanya tetangga dan masyarakat umum ketahui. Pada musim haji biasanya ada kerabat, teman, atau tetangga yang berpamitan berangkat haji dengan mengundang pada acara perjamuan. Ajak anak untuk hadir di undangan ini, atau pada saat penyambutan pulang haji. 

  • Memasang atau menggunakan atribut haji 

hiasan dinding, gantungan kunci, penghias meja, dan sebagainya dapat dibuat bernuansa haji yaitu dengan gambar ka’bah, masjidil haram, atau masjid Nabawi. Nuansa ini sedikit banyak mempengaruhi apa yang ia rindukan untuk terjadi atau bertemu suatu saat nanti.  

  • Mengadakan tabungan haji 

Bukti kerinduan ibadah haji yang  paling nyata adalah memulai tabungan haji. Buatlah rekening khusus untuk tabungan haji, dan sisihkan uang setiap bulan untuk menabung sekecil apapun. Setiap kali mendapat rejeki yang belum terbayangkan pembelanjaannya masukkan ke dalam tabungan ini.

Kartu kontrol ibadah anak 

Anak dapat dikontrol disiplin ibadahnya dengan mengisi kartu kontrol ibadah. Kartu ini tidak dijual di toko, tetapi anda dapat membuat sendiri sambil mendiskusikannya dengan anak. 

Isi kartu kontrol ini dapat meliputi catatan ibadah harian anak, yaitu:

  • Salat lima waktu berjamaah dan tepat waktu (misalnya minimal setiap hari tiga kali) 
  • Puasa sunnah senin dan kamis (misalnya minimal sekali dalam sepekan)
  • Membaca AL-Qur’an setiap hari (misalnya minimal satu halaman)
  • Menyisihkan uang jajan untuk bersedekah (misalnya minimal dua ribu rupiah sepekan)
  • Shalat sunnah rawatib (misalnya mimal dua salat sehari)
  • Shalat dhuha (misalnya minimal tiga kali sepekan)
  • Salat tahajjud (misalnya minimal dua kali sepekan)

Kartu ini untuk melihat perkembangan kemajuan ibadah anak dari pekan ke pekan. Jika pada suatu pekan ia banyak melanggar, berarti di pekan tersebut ia sedang dalam keadaan mengalami penurunan semangat ibadah. Anda dapat mencari faktor penyebabnya dan mengupayakan cara menyemangatinya kembali.

 

[Yazid Subakti]