Pendidikan Takdir – Takdir adalah apa-apa yang telah menjadi ketetapan Allah sesuai kehendak-Nya. Selama kehamilan, Allah berkuasa menetapkan takdir-Nya atas diri anda dan janin dalam rahim. Kita mesti sadar bahwa batas kemampuan manusia hanya sampai pada ikhtiar. Janah usia janin, nasib ibu, kesempurnaan atau ketidaksempurnaan janin, kejadian saat melahirkan, atau kepastian jadwal persalinan, semuanya menjadi ketetapan-Nya.
Kita mengkondisikan diri menerima takdir Allah, sebagai bagian dari bukti ketaatan dan ketundukan kepada-Nya.
Memahami Hari Perkiraan Lahir
Perkiraan tanggal persalinan atau Estimeted Date of Delivery (EDD) adalah perhitungan tanggal ilmiah, bukan asal pendugaan. Namun demikian, ini hanyalah perhitungan biasa sedangkan peristiwa kelahiran tidak terlepas dari takdir.
Perhitungannya sebagai berikut:
Ambil tanggal hari pertama haid normal yang terakhir lalu tambahkan dengan angka 7. dari tanggal ini hitung mundur tiga bulan – satu tahun kemudian – maka Anda mendapatkan tanggal perkiraan kelahiran.
Sebagai contoh, haid Anda terakhir dimulai tanggal 5 Januari. Tambahkan 7 sehingga menjadi 12. kemudian hitung mundur 3 bulan . maka EDD Anda adalah tanggal 12 dan bulannya Oktober.
Jika menstruasi Anda selalu teratur 28 hari , perhitungan EDD hampir tepat atau dekat dengan tanggal perkiraan. Jika siklus Anda lebih lama dari 28 hari, kemungkinan kelahiran Anda lebih lama dari EDD. Dan jika siklus Anda lebih pendek dari 28 hari, maka perkiraan tanggal kelahiran kemungkinan lebih cepat dari EDD.
EDD akan sulit atau tidak bisa ditentukan bila siklus haid Anda tidak teratur. Misalnya selama empat bulan Anda tidak haid, tiba-tiba Anda sudah hamil. Dokter akan kesulitan memperkirakan usia kehamilan Anda dan tanggal perkiraan kelahiran nanti. Bila ini terjadi, dokter akan menggunakan cara lain. Dokter melakukan pengukuran rahim dan detak jantung janin. Jantung janin mulai berdetak pertama kali pada minggu ke 10 -12. Dengan alat doppler, dokter terus memantau sampai detik ini ditemukan sehingga menemukan bahwa usia kehamilan Anda adalah 10 sampai 12 minggu. Dengan stetoskop biasa, detak dapat didengar pada usia 18 sampai 22 minggu.
Cara lain adalah dengan pengukuran fundus (bagian puncak rahim) pada setiap kunjungan. Dari pengukuran ini dokter memperkirakan usia kehamilan Anda dapat mencari perhitungan kapan kelahiran akan terjadi.
Jika dengan cara di atas dokter masih kurang yakin, maka perlu melakukan pemeriksaan sonogram. Dengan alat ini dokter akan lebih mudah menentukan usia kehamilan Anda dan selanjutnya melakukan perhitungan untuk menentukan tanggal kelahiran Anda.
Jenis kelamin dan rupa bayi
Di antara kebiasaan bangsa arab di zaman jahiliyah adalah membangga-banggakan kelahiran anak laki-laki dan membenci lahirnya anak perempuan. Bahkan jika anak perempuan terlahir, maka bayi ini segera dikuburkan hidup-hidup karena orang tuanya merasa malu.
Begitu zalimnya mereka memperlakukan perbedaan jenis kelamin.
Disebutkan dari hadits Aisyah ra, ia berkata : ”Seorang wanita datang kepadaku disertai dua anak perempuannya. Ia meminta sedekah kepadaku, tetapi ia tidak menemukan sesuatu apapun padaku kecuali sebutir kurma. Maka aku berikan kurma itu. Ia menerimanya kemudian membaginya untuk dua anak perempuannya, sedangkan ibunya tidak mengambil bagian. Kemudian ia bangkit dan pergi bersama dua anak perempuannya. Sementara itu, Rasulullah mengunjungiku dan aku menceritakan peristiwa itu kepada beliau. maka Rasulullah saw bersabda :
”orang yang memikul tanggungjawab untuk membesarkan anak perempuan dan memperlakukan mereka dengan baik, ia akan memperoleh perlindungan dari neraka jahannam” (Muttafaqun ’alaih)
Kini islam telah datang, menghilangkan kebiasaan berbangga pada kelahiran berjenis kelamin tertentu dan memusnahkan kebencian pada kelahiran jenis kelamin lainnya. Laki-laki atau perempuan, adalah takdir yang menjadi kehendak Allah untuk menetapkannya.
Apapun jenis kelamin bayi yang terlahir, meskipun sudah terdeteksi dengan USG yang masih memberi peluang melesat, tetaplah bersyukur dan mencintainya. Yakini takdir Allah bersama hikmah yang melingkupinya. Allah memiliki rahasia yang tidak kita ketahui di balik ketetapannya menciptakan bayi laki-laki atau perempuan.
[Yazid Subakti]

