Bersyukurlah, Rasa Rindu itu Tetap Ada

Bersyukurlah, Rasa Rindu itu Tetap Ada

Pra Nikah – Bersyukurlah dengan setiap rasa rindu yang kamu rasakan.

Apakah Anda dapat menciptakan kerinduan? Apakah kerinduan dapat kita rencanakan? Dan apakah ada sekelompok dermawan yang menawarkan kerinduan kepada anda?

Tidak ada kerinduan bersemayam di hati manusia kecuali Allah telah menjadikannya demikian. Allah menciptakan kerinduan, menyemayamkannya di hati manusia agar ia memiliki harapan.  Bersyukurlah rasa rindu itu masih Anda miliki. Kini ia datang dan menjadikanmu terus berharap ia menjadi nyata.

Mari kita senandungkan nasyid Raihan ini,

Sebenarnya, diri ini cinta kepada-Mu

Sebenarnya, hati ini rindu kepada-Mu

Tapi aku tidak mengerti

Mengapa cinta belum berbunga

Tapi aku tidak mengerti

Mengapa rindu masih tak hadir

[Nasyid Raihan]

Alangkah indahnya hati yang sedang merindu. Ia bukanlah segumpal darah yang diam. Ia laksana setangkai bunga yang ingin mekar pelan-pelan sampai kekasih datang.

Jangan mengingkari rasa rindu. Ia datang dari-Nya dan sesungguhnya anda tanpa sadar menginginkan kehadirannya. Nikmati saat-saat yang terbatas saat Anda memendam rindu. Nikmati kesempatan sempit saat ini untuk merubah diri anda menjadi manusia yang lebih baik.

Jadikan kerinduan itu bai-bait doa yang indah. Rangkailah kalimat terbaik yang pernah anda miliki, lalu sampaikan kepada Allah ungkapan hati yang berbunga itu. Mintalah Dia yang Maha mengabulkan untuk menjaga kerinduan ini, agar ia tetap menjadi penghias rasa dan penguat harapan. 

  • Mereka yang tidak pernah merasakan rindu

Boleh jadi orang-orang yang tidak mempunyai rasa rindu akan merasa terasing. Hatinya kering dan tidak menaruh harapan apapun yang bernilai keindahan.

bersyukurlah

Mereka tidak mengharapkan perjumpaan dengan kekasih yang ia dambakan, karena tidak pernah mendamba pendamping hidup yang mencintainya. Mereka tidak berharap Allah mencintainya karena rasa rindu kepada-Nya tak pernah ada.

Bagaimana orang yang tak merasakan rindu akan menikmati manisnya cinta seperti Muhammad bin Abdullah dengan Khadijah? Bagaimana orang yang hatinya kering dari rindu akan menikmati indahnya cinta seperti Ali bin Abi Thalib dengan Fathimah Az Zahra? dan Bagaimana orang yang tak kenal rindu akan bersuka cita dengan bidadari-bidadari bermata jeli?

  • Bila rindu mendatangimu

Tanamlah rindu di kebun cinta. Ia akan bersemi, berbunga, lalu berbuah. 

Jadikanlah rindu sebagai pelembut hati. Selama anda merindu, jadilah manusia yang selalu  berhati-hati terhadap angan-angan, nafsu syahwat,  dan bisikan-bisikan setan. Kerinduan seharusnya mengajak Anda kepada hati yang condong kepada Allah, Dzat pencipta kerinduan.

Jadikan rindu sebagai penghias ucapan. Selama anda merindu, jadilah manusia yang selalu bertutur santun dan pandai memilih kata-kata indah yang enak didengar. Pancarkan raut muka penuh cinta, niscaya anda akan disayangi oleh banyak orang.

Jadikan rindu sebagai pemanis perilaku. Selama anda merindu, ubahlah perilaku yang kasar menjadi lembut dan orang-orang akan menaruh simpati. Redamlah tawa liar menjadi senyum empatik yang damai. Tundungan pandangan kepada tatapan selain yang dihalalkan oleh-Nya.

Jadikan rindu seperti angin yang mengantar anda kepada-Nya. Biarkanlah rindu mendorong anda bangun malam dan menyampaikan segala keluh kepada-Nya. Biarkan air mata meleleh dan nafas tertahan untuk-Nya. Katakan, “Ya Allah, aku memendam rindu. Tetapi perjumpaan dengan-Mu lebih aku rindukan”

  • Jangan dikuasai oleh kerinduan

Jangan menanam rindu di padang kemaksiatan. Ia akan menjelma badai dan menghempaskan Anda.

Jangan biarkan rasa rindu menguasai hati sepenuhnya, hingga Anda terhanyut dalam lamunan panjang dan angan-angan tanpa batas. Rindu dapat membuatmu putus asa dan hilang cita-cita. Anda menjadi pemurung dan tak berdaya. Jangan biarkan rasa rindu mengunci pikiran anda, hingga anda malas mencari ilmu dan menutup diri dari kebenaran yang diwahyukan oleh-Nya. Anda akan mati perlahan atau menjadi orang yang ditinggalkan. 

Jangan biarkan rasa rindu memperburuk perilaku anda, hingga anda menjadi pribadi yang lepas kendali dan lupa akan tanggungjawab sebagai manusia. Sesungguhnya banyak orang menjadi gila karena kalah oleh rasa rindu akan sesuatu yang tak sampai. Jangan biarkan rasa rindu menjauhkan anda dari rindu terhadap-Nya. atau tunggulah Dia murka dan menjadikan rasa rindu itu menjadi petaka. Bertaubatlah kepada-Nya dengan sebenar-benar taubat.

 

[Yazid Subakti]