Agar Kebal Dari Sengatan Patah Hati

Agar Kebal Dari Sengatan Patah Hati

Pra Nikah – Jangan biarkan patah hati membuatmu terus murung, bersemangatlah karena Allah selalu di samping kita.

  • “Wahai Jibril, Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia”

Mari kita kendorkan saraf-saraf kita dengan mendendangkan nasyid ini, sebentar saja,

Duhai kawan aku punya cerita

Kisah tentang dua anak manusia

Yang terhujam sebatang panah asmara

Kemudian mendapat hidayah Rabb-nya

Keduanya kini harus memilih

Antara sahabat dan Rabb-nya terkasih

Sahabat lama pun kini ditinggalkan

Cinta suci hanyalah milik Tuhan

[Nasyid Suara Persaudaraan]

Jangan berlama-lama dalam keadaan patah hati. Allah mengutus Jibril untuk mencintai setiap hamba yang dicintai oleh-Nya.

Dalam sebuah hadits yang shahih, Nabi saw bersabda,

“Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia berfirman: “Wahai jibril Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia!” lalu Jibril Pun mencintainya. Lalu jibril berseru kepada penduduk langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia!”, maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian dia dikaruniai dengan diterimanya di muka bumi”. [HR. Bukhari dan Muslim]

  • Jangan sampai Cinta menjadi penyakit

Penyakit cinta menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa cinta kepada Allah, berpaling dari-Nya dan dipenuhi kecintaan kepada selain-Nya. Hatinya tidak memiliki cinta kepada Allah dan tidak merindukan bertemu denganNya.

Penyakit cinta pernah menyerang istri Al Aziz, gubernur Mesir, yang terpesona melihat  Nabi Yusuf.

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.….[Yusuf : 24].

Allah juga mengabarkan kaum Luth menjadi hilang akal karena cinta yang buta.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata, “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal).” (Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” [Al Hijr : 67-72]

Penyakit cinta juga menimpa orang-orang yang memuja keindahan selain keindahan Allah. Mereka sempit hatinya dan mengira bahwa seseorang yang dicintainya itu adalah keindahan yang sesungguhnya.

Rasulullah saw sangat mencintai Khadijah dan Aisyah, demikian juga terhadap isteri-isteri yang lain. Ali Mencintai Fatimah. Namun kecintaan mereka kepada kekasih (isteri) tidak menyamai cintanya kepada Rabbnya yang Maha Mencintai. Kecintaan orang-orang mulia ini senantiasa terjaga dari panah syaitan.

  • Terapi Jatuh Cinta

Ketika hati bergejolak, ia bagaikan samudera yang sedang ada badai. Ia merindukan matahari yang menenangkannya. Saat dada anda bergemuruh karena jatuh cinta, obat paling manjur untuk menyembuhkannya adalah dengan menikah.

Dalam sahihain dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).

Diriwayatkan  dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.[HR. Ibnu Majah]

Jika tidak memungkinkan bagi anda untuk segera menikah karena alasan syar’i, maka berpuasa adalah jalan kedua yang akan menyelamatkan anda.