Hikmah Menyuapi Bayi Dengan Kurma

Hikmah Menyuapi Bayi Dengan Kurma

Menyuapi Bayi Dengan Kurma – Kehadiran buah hati merupakan sebuah berkah yang paling Ayah dan Bunda tunggu sebagai orang tua. Setelah sembilan bulan lamanya menunggu, rasa bahagianya semakin lengkap ketika si buah hati lahir. Dalam menyambut kelahiran buah hati banyak persiapan yang Ayah dan Bunda persiapkan. Mulai dari perlengkapan kebutuhan untuk si bayi hingga mempersiapkan ibadah aqiqah. Bahkan sebelum kelahirannya pun bunda sudah mempersiapkan banyak hal selama masa kehamilan dan kebutuhan untuk proses persalinan.

Ibadah Aqiqah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan. Bagi Ayah dan Bunda yang baru mendapat karunia buah hati, hendaknya melakukan ibadah aqiqah pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Banyak hikmah dari pelaksanaan ibadah aqiqah ini lho Ayah/Bunda. Ibadah ini merupakan bentuk rasa syukur Ayah dan Bunda sebagai orang tua karena mendapatkan karunia anak. Ibadah aqiqah juga memiliki berbagai manfaat bagi si kecil, salah satunya adalah untuk menghindarkan anak dari gangguan jin.

Dalam ibadah aqiqah ada beberapa rukun yang harus ada seperti, menyembelih hewan aqiqah berupa kambing atau domba. Dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Kemudian ada juga anjuran untuk mencukur rambut bayi dan bersedekah seberat rambut tersebut. Mencukur rambut bertujuan untuk membersihkan segala macam kotoran yang menempel pada tubuh bayi. Selain itu sunnah juga untuk memberikan nama kepada bayi di hari ketujuh setelah kelahiran atau pada saat pelaksanaan ibadah aqiqah.

Menyuapi Bayi dengan Kurma

menyuapi bayi dengan kurmaNamun apakah Ayah dan Bunda tahu bahwa ada salah satu anjuran dalam menyambut kelahiran si kecil, yaitu menyuapi bayi dengan kurma. Mungkin anjuran ini tidak terlalu umum dalam lingkungan sosial kita, namun ada baiknya untuk Ayah dan Bunda mengetahuinya.

Dikutip dalam buku Ensiklopedi Aqiqah karya Dr. Husamudin Bin Musa’afanah, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Hal ini dilakukan pada bayi agar dapat berlatih dan kuat makan”. Namun pendapat tersebut masih belum begitu jelas terkait waktunya. Al-Aini, pensyarah Sahih Bukhari, mengkritik pendapatnya dengan mengatakan, “kapan selisih waktu antara menyuapi dengan makan? bukankah seorang bayi yang lahir biasanya baru mulai makan setelah berusia dua tahun?

Hikmah dari menyuapi bayi dengan kurma adalah harapan akan keimanan. Sebab, kurma rasanya manis dan merupakan buah dari pohon yang diserupakan oleh Rasulullah SAW dengan diri seorang muslim dan iman. Anjuran untuk menyuapi bayi dengan kurma akan lebih baik jika yang menyuapinya berasal dari kalangan ulama dan orang-orang soleh.

Hal ini seperti apa yang pernah oleh Rasulullah SAW yang menyuapi Abdullah Ibnu Zubair, Al-Hafizh Ibnu Zubair mengatakan “Bagaimana Abdullah Ibnu Zubair menjadi seorang yang terkemuka dan memiliki berbagai keutamaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Dia adalah orang yang hafal Al-Quran dan pandai menjaga diri dalam Islam. Demikian juga dengan Abdullah bin Abi Thalhah yang menjadi seorang ulama terkemuka dan memiliki banyak sekali keutamaan.”

Demikianlah Ayah/Bunda informasi singkat mengenai anjuran dan hikmah untuk menyuapi bayi dengan kurma. Ayah dan Bunda bisa melakukannya sendiri, tetapi akan lebih baik jika yang menyuapinya adalah dari kalangan ulama atau orang yang saleh. Jika bukan laki-laki, maka bisa oleh perempuan yang soleh. Hal ini agar menjadi harapan kelak si bayi akan menjadi anak yang baik dan soleh/ah.

Sekian, semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan Ayah dan Bunda, khususnya terkait sunnah dalam menyambut kelahiran si buah hati.