Jangan Bersedih, Biarkan Orang Lain Mempergunjingkanmu

Jangan Bersedih, Biarkan Orang Lain Mempergunjingkanmu

Pra Nikah – Jangan bersedih, jangan pedulikan gunjingan orang-orang yang mengatakan “ini dan itu” mengenai Anda. Mereka mengomentari Anda yang tidak laku mendapatkan jodoh. Padahal mereka tidak pernah tahu suatu saat Allah akan memisahkannya dari pasangan mereka, lalu kembalilah mereka pada kesendirian.

Jangan hiraukan perkataan mereka bahwa anda akan lapuk dan menjadi tua tanpa pasangan. Mereka tak pernah menyadari bahwa mereka pun akan menjadi tua oleh Allah dan kelak sama-sama menjadi manusia yang lemah tak berdaya.

Jangan perhatikan mereka yang mengatakan Anda tidak ada yang meminati. Sesungguhnya mereka pun belum tentu diminati oleh pasangan yang kini membersamainya. Allah bisa saja menjadikan mereka saling tidak berminat satu sama lain, kemudian rumah tangga mereka kian merenggang. 

Jangan pedulikan mereka yang mengatakan anda mendapatkan takdir untuk hidup sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa kebersamaan mereka dengan pasangannya pun suatu saat harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus pisah oleh kematian, kemudian salah seorang harus menjadi janda atau duda.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Katakanlah, jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS At-Taubah:24).

Jangan risaukan mereka yang menertawakan kesendirian anda. Jika anda dekat-Nya, kebersamaan anda dengan-Nya adalah jauh lebih mulia dari pada mereka yang hanya dekat dengan makhluk-Nya.

  • Jangan melayani lirikan mata yang sinis

Sebagian dari kenalan yang hatinya tidak terjaga memandang anda dengan tatapan sinis. Mereka memamerkan pasangannya dengan penuh keangkuhan seolah manusia yang membersamainya itulah hamba Allah yang paling baik. Ia mengerlingkan lirikan matanya kepada anda, lalu bibirnya tersenyum mencibir. 

Jangan pernah terpancingan oleh sikap yang demikian. Ia hanya menunjukkan betapa kerdil pasangannya. Ia tidak tahu bahwa Allah memiliki pasangan yang jauh lebih mulia di surga-Nya nanti.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rejeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya [QS. Al Baqarah : 25]

  • Mereka yang menggunjing

Mereka yang menggunjing anda adalah orang-orang dzalim yang mendapat pertintah oleh Allah untuk segera bertaubat.

Dia yang Maha Penyayang berfirman yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. [ QS Al Hujurat : 11]

Mereka ibarat telah memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati akibat perbuatannya yang suka menggunjing itu. Padahal tidaklah manusia memakan daging sesame manusia yang sudah mati kecuali akan menolaknya karena merasa jijik.

Dia yang Maha Mulia berfirman yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [ QS Al Hujurat : 12]

[Yazid Subakti]