Parenitng – Hikmah menutup aurat yang perlu Ayah Bunda ajarkan kepada anak sejak dini. Sehingga anak bisa ikhlas dan terbiasa dengan menutup aurat.
Daftatr Isi
Hikmah Menutup Aurat
Aurat adalah bagian tubuh yang kalau ditampakkan dapat menimbulkan sahwat bagi yang melihatnya. Menutup aurat berarti menjaga diri sendiri dari keinginan untuk dilihat dan menjaga orang lain dari keinginan untuk melihat agar hati tetap terjaga dari nafsu syahwat. Jadi, selain menghargai diri sendiri, menutup aurat adalah menghormati orang lain agar kesucian pandangan mereka terjaga dari kemaksiatan dan murka Allah.
Menghindari pandangan buruk
Pakaian mempengaruhi kepribadian manusia. Seorang wanita yang membuka serta mengumbar auratnya secara terang-terangan bisa jadi ia memang menginginkan auratnya dilihat. Artinya, ia harus menerima resiko dituduh sebagai wanita yang siap dipandang dengan syahwat. Semakin berani bagian auratnya dibuka, semakin berisiko mendapat tuduhan sebagai wanita yang tidak menjaga harga dirinya.
Menghindarkan diri dari dosa
mengumbar aurat itu dosa, sebab menutupnya adalah perintah Allah yang hukumnya wajib. Salah satu penyebab neraka lebih banyak dihuni oleh kaum wanita adalah karena selama hidupnya mereka menampakkan aurat di hadapan orang-orang yang bukan mahramnya. Dengan menutup aurat, seseorang berarti telah menaati perintah Allah sehingga terhindar dari dosa.
Melindungi tubuh
Tubuh yang tertutup oleh kain pakaian lebih aman daripada dibiarkan terbuka. Yaitu aman dari angin dan cuaca dingin atau panas, aman dari gigitan serangga, aman dari sengatan matahari, dan aman dari hembusan debu. Dengan menutup menutup aurat berarti semakin banyak bagian tubuh yang terlindungi. Jadi, menutup aurat mengandung hikmah perawatan kulit agar tetap lembab secara alami.
Mengurangi gangguan kesehatan
Banyak jenis penyakit menyebar melalui udara, karena oleh udara yang buruk di sekeliling kehidupan kita. Dengan pakaian yang melindungi tubuh, dan berbagai penyakit seperti flu atau masuk angin dapat terhindari.
Pada saat tubuh sedang sakit dalam masa pemulihan sakit, melindungi tubuh dengan pakaian tertutup juga baik untuk menjaga suhu ekstrem yang dapat memperparah penyakit.
Menghindarkan resiko kejahatan
Terutama bagi wanita, bagian tubuh yang tertutupi oleh pakaian sebagian besar adalah bagian yang mengundang syahwat laki-laki. Membiarkannya dalam keadaan terbuka dapat mengundang laki-laki yang tak bertanggung jawab untuk berbuat kejahatan seksual dan bentuk kriminal lainnya. Dengan menutup aurat, risiko itu berkurang karena laki-laki tidak langsung terpancing syahwatnya.
Menutupi aib
Pada bagian tubuh yang harus tertutup, kadang terdapat aib atau sesuatu yang menjadi rahasia dari pandangan orang lain karena jika sampai terlihat akan memunculkan celaan atau hinaan. Misalnya ada bentuk kulit tidak normal atau mengalami cedera, belang-belang bekas luka, terkena jamur kulit dan sebagainya akan tertutupi dengan ketika pakaian yang dikenakan memenuhi standar penutup aurat.
Membiasakan anak sejak dini
Anak-anak harus menutup aurat sejak dini, agar menjadi kebiasaan sampai masa dewasanya nanti. Dengan kebiasaannya ini, anak tidak mudah terpengaruh jika suatu saat bergaul dengan teman-temannya yang belum tentu semuanya menutup aurat.
Anak perempuan mulai berjilbab sejak usia balita
Di usia ini, anak perempuan belum wajib menutup auratnya, tetapi pengenalan praktik syariat mulai pada saat ini. Karena baru tahap pengenalan, maka orang tua tidak perlu memaksa jika pada saat-saat tertentu anak menolak mengenakannya.
Pada usia di atas 7 tahun hingga menjelang akil balligh, penggunaan jilbab bukan lagi pengenalan, tetapi sudah pada tahap pembiasaan. Artinya, dalam keadaan ia tidak menyukai atau ingin menolaknya, orang tua tidak serta merta menurutinya. Orang tua harus memberikan dorongan dan mencari cara agar ia tetap mengenakan jilbabnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, sekalipun ia ingin melepasnya karena suatu alasan.
Untuk memudahkan pengenalan dan pembiasaan ini, anak sebaiknya sejak sejak usia ini sudah harus berada dalam lingkungan anak-anak berjilbab. Misalnya dengan mengirimkannya di sekolah islami yang semua teman perempuan dan gurunya berjilbab.
Menaruh simpati kepada penutup aurat
Orang tua mesti menaruh simpati terhadap orang –orang yang menutup aurat dan menampakkan simpatinya ini di hadapan anak. anda dapat mengungkapkan rasa takjub atau memuji seorang saudara yang berjilbab, teman, atau tetangga yang jilbabnya rapi dengan mengatakan mereka itu anak salihah atau anak yang Allah sayang.
Pujian atau ungkapan rasa takjub di hadapan anak ini setidaknya membuat anak berpikir bahwa jika ia ingin menjadi pribadi salihah dan disayang Allah, setidaknya harus menutup aurat dengan jilbab yang rapi.
Begitu pula kepada anak laki-laki. Anda dapat menampakkan rasa simpati dan takjub kepada anak-anak yang pakaiannya menutup aurat, rapi dan sopan. Anda dapat mengatakannya anak yang salih dan taat kepada Allah. Sebab menutup aurat bukanlah keinginan orang tua, melainkan semata mematuhi perintah Allah.
- Tunjukkan contoh seorang tokoh muslim yang sukses dan mereka tetap istiqomah menutup aurat. Anda dapat mengambil contoh beberapa anak muda yang ia idolakan dan mereka tetap berpakaian sopan.
- Pilihkan pakaian syar’i yang nyaman dan model atau bentuk dan warnanya anak sukai. banyak anak menolak menutup auratnya dengan alasan tidak menyukai pakaiannya, yaitu bahannya tidak nyaman atau bentuk modelnya tidak ia sukai.
- Melatih apapun kepada anak secara bertahap, termasuk melatih kebiasaan menutup aurat. Pada tahap awal, sampaikan bahwa menutup aurat merupakan perintah Allah. Mematuhi semua yang merupakan perintah Allah agar mendapatkan kasih sayang dari-Nya.
[Yazid Subakti]

