Masa Remaja – Bagian 1

Masa Remaja – Bagian 1

Parenting – Banyak sekali sudut pandang yang mencoba mendefinisikan masa remaja. Kata remaja maknanya kurang lebih sama dengan ‘adolescence’ yang berarti tumbuh menuju kedewasaan, yaitu periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak menuju dewasa. 

Masa ini merupakan masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Pada masa ini terjadi proses perkembangan dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan psikoseksual, perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita yang merupakan proses pembentukan masa depan. 

  • Ciri khas yang menandai remaja 

Rentang kehidupan remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ada perilaku atau sikap khusus yang akan terjadi ketika anak memasuki fase remaja: 

  1. Menyampaikan kebebasan dan menuntut haknya. Ia akan berhasrat mengemukakan pendapatnya sendiri tanpa berpikir bahwa itu dapat menciptakan perselisihan. Ia kurang peka terhadap risiko sehingga beberapa tindakannya menuai balasan atau hasil yang tak diinginkan.
  2. Semakin mudah dipengaruhi oleh teman-temannya, terutama teman sebaya yang paling ia percayai. Ini artinya ia tak lagi terlalu mempercayai orang tuanya sendiri atau kepercayaan kepada orang tua semakin menurun. Ia berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda, bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Ia memilih pakaian, mengatur rambut, dan bergaya makan dengan gaya seolah menentang kebiasaan keluarga.
  3. Mengalami perubahan fisik yang pesat, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul meledak-ledak, memicu fantasi liar, bahkan membingungkan atau menjadi sumber kecemasan. 
  4. Terlalu percaya diri (overconfidence) dan merasa sudah benar. Emosinya biasanya meningkat dan memandang bahwa orang lain tak sebaik dirinya. Akibatnya, di saat tertentu ia sulit menerima nasehat dan pengarahan orang tua, ingin mengoreksi peraturan, dan mengkritik siapapun yang tidak beriring pandangan. 

Ada beragam komentar dan sebutan para ahli mengenai fase remaja ini. Sebutan ini didasarkan pada ciri yang menjadi kekhususan remaja dan peristiwa penting yang banyak terjadi di dalamnya.

    • Periode peralihan 

remaja telah meninggalkan usia anak tetapi belum juga masuk usia dewasa. Saat ia berperilaku seperti anak-anak, ia akan mendapat kritikan karena kekanak-kanakannya. Kalau ia meniru perbuatan dewasa, ia mendapat teguran karena belum waktunya. Di sisi lain, anak dapat memiliki kesempatan untuk di masa yang terbebas dari kedua status itu: bukan anak-anak dan bukan dewasa. Ia mencoba apapun yang dapat ia nikmati dalam kehidupannya. 

    • Periode perubahan 

Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan fisik, perubahan dalam sikap dan perilaku juga terjadi. Ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat di awal masa ini, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Jika perubahan fisik melambat, maka perubahan sikap dan perilaku juga turut melambat. 

Bukan hanya fisik dan perilaku yang berubah, pandangan-pandangan atau berbagai persepsi dan orientasi hidupnya juga berkemungkinan mengalami perubahan. 

    • Usia bermasalah 

Sebenarnya setiap fase perkembangan memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Tetapi masa remaja sering menyimpan permasalahan yang lebih rumit dan komplek. Ketidakmampuan mereka untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakini sering berujung kekecewaan. Sedangkan bantuan dari orang yang lebih dewasa belum tentu bisa mereka terima. Banyak remaja akhirnya menemukan penyelesaiannya dengan jalan pintas yang mengandung risiko lebih besar. Satu masalah selesai, tetapi masalah yang lebih besar datang. 

    • Masa mencari identitas 

 Memang ini adalah masa-masa anak mendapat kesempatan berbenah, memantapkan identitasnya. Di awal masa remaja, penyesuaian diri terhadap kelompok masih tetap penting. Dari sini remaja mendapat gambaran atau perbandingan mengenai identitas diri. Mereka tidak puas untuk menjadi manusia yang sama dengan teman-temannya, atau sebaliknya, ia justru merasa sama dengan teman-temannya dan menjadi persis seperti mereka. Ini dilema yang menyebabkan remaja mengalami krisis identitas, hingga akhirnya harus memutuskan seperti apa dirinya akan membentuk pribadinya. 

    • Ambang masa dewasa 

Anak di masa ini sedang berada di depan gerbang kedewasaan. Mereka sudah hampir dewasa sehingga akan mencoba melakukan aktivitas yang biasa orang dewasa lakukan. Mereka mencoba mengenakan pakaian dewasa, mencoba rokok, menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, berkelana, mencari uang, mentraktir temannya selayaknya seorang bos, atau mengubah beberapa kosakata yang biasa orang dewasa gunakan. Selain itu mereka juga mengira bahwa ini semua dapat mencitrakan dirinya lebih matang.

    • masa yang tidak realistik 

Inilah masa-masa anak banyak mencoba hal-hal yang kadang tidak masuk akal. Ia melihat dirinya sebagaimana yang ia inginkan, bukan sebagaimana adanya. Dalam memandang cita-cita, ia melambung sangat idealis, meskipun tak juga mengetahui apakah cita-citanya itu masuk akal atau tidak. 

Meningginya emosi atau luapan perasaan merupakan ciri dari awal masa remaja ini. Mereka memendam perasaan rindu yang dalam kepada lawan jenis yang memesonanya, padahal hampir tak memungkinkan baginya menikah di usia ini.

 

[Yazid Subakti]