Kelahiran – Otak bayi anda sedang bertambah ukurannya dan semakin lengkap dan sudah mulai bisa menyimpulkan kejadian. Ia akan tumbuh sekitar 5 cm mendekati tiga bulan pertama.
Bayi anda mulai membuat beberapa kesimpulan mengenai dunia sekelilingnya. Ia melihat sesuatu dengan rasa ingin tahu, bahkan dengan refleks tertentu. Bila anda membuka belahan dada, ia menyimpulkannya sebagai tawaran untuk menyusu. Bila anda membuka baju atau popoknya, ia menyimpulkan bahwa anda akan memandikannya.
Daftatr Isi
A. Anda
Pekan ini anda merasakan adanya perubahan dalam menjalin persahabatan. Meskipun anda tidak ditinggalkan, cara anda berinteraksi dan materi pembicaraan sudah berubah. Anda juga akan menambah kecenderungan untuk bersahabat dengan sesama ibu muda, karena dengannya anda dapat saling bertukar pikiran.
Kadang anda bertemu dengan sahabat yang lebih tua, ia iri karena belum memiliki bayi seperti anda. Ada yang beranak lebih dari seorang dan merasa senior sehingga menasehati anda. Mungkin ada yang sinis karena mengira bahwa berkarir seperti dia lebih menjanjikan daripada menggendong bayi seperti anda. Kadang anda harus menolak ajakan mereka untuk pesta di sebuah kafe, acara anak-anak lajang yang harus steril dari tangis bayi.
Apapun pola hubungan dengan sahabat itu, tetaplah menjadi diri anda. Anda berubah menjadi lebih dewasa dengan bayi.
Teman adalah yang seharusnya memahami bahwa mereka belum sedewasa anda. Mereka tidak berani mengambil tindakan yang lebih maju, yaitu menurunkan generasi. Mereka tidak berani mengambil tanggungjawab besar pengasuhan yang pahalanya amat besar.
Dengan bayi di gendongan, anda masuk pada dunia ibu yang tentu saja lebih banyak dihuni oleh para ibu. Anda bergabung dalam Posyandu, klub parenting, asosiasi ibu menyusui, dan sebagainya. Nikmati dunia yang lebih maju ini.
B. Nutrisi dan fitokimia untuk ASI berkualitas
Fitokimia adalah zat non gizi yang terdapat dalam bahan pangan dan memiliki khasiat tertentu. Beberapa bahan makanan dipercaya dapat meningkatkan volume ASI, dan membuat ASI menjadi lancar dan berkualitas.
Asupan zat gizi seimbang adalah syarat utama untuk ASI yang berkualitas. Selain protein,karbohidrat,lemak, vitamin serta mineral terdapat pula fitokimia yang dapat menambah volume ASI.
Fitokimia tersebut adalah flavonoid, saponin, dan tanin. Bahan makanan ”khusus” yang dipercaya dapat memperlancar ASI memiliki zat gizi dan fitokimia tersebut.
C. 20 Langkah penting untuk keberhasilan ASI eksklusif
Untuk penyusuan eksklusif yang bermutu, berikut hal-hal yang perlu anda perhatikan:
Yakinlah bahwa ASI merupakan investasi yang tidak ternilai harganya untuk kehidupan anak kita di dunia dan akhirat. Bagi Anak akan membuatnya sehat dan cerdas. Bagi Ibu menyusui dapat mendulang pahala, jika dilakukan dengan ikhlas.
Anda harus percaya diri bahwa Anda sanggup memberi ASI eksklusif. Katakan dengan lantang, “Aku Yakin Aku Bisa Menyusui Bayiku !”. Anda harus selalu keadaan tenang, nyaman dan tidak panik. Waktu menyusui selama 6 bulan membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi. Jangan sampai Anda tergoda untuk memberikan makanan lain pada bayi Anda.
Jika ada SPG di mall atau pelayanan kesehatan yang mencoba menawari Anda produk susu formula, Anda harus bersikap”cuek”. Karena bisa jadi Anda terpengaruh oleh promosi dari perusahaan susu formula tersebut. Begitu juga jika ada yang menyuruh Anda untuk memberikan makanan (biasanya pisang), bersikaplah ’cuek”. Biasanya mereka berpikiran agar bayi Anda cepat besar, maka harus segera diberi makan. Anda harus ingat bahwa sistem pencernaan bayi hanya bisa menyerap ASI, bukan pisang atau makanan lainnya.
Perawatan payudara
Mempersiapkan payudara selama kehamilan dan setelah persalinan dapat membantu memperlancar ASI. misalnya dengan memijat serta rajin membersihkan puting ketika menjelang persalinan, serta mengompres dengan air hangat dan dingin.
Hindari penggunaan DOT atau empeng. Gunakan sendok jika terpaksa harus memberikan ASI perah. Jangan pernah gunakan dot. Susui bayi Anda sesering mungkin. Batas maksimal untuk tidak memberikan ASI adalah 4 jam. Jangan biarkan bayi Anda tertidur atau tidak mendapatkan ASI lebih dari 4 jam
Pahami segala hal tentang ASI. Pelajari kandungan nutrisi, proses keluarnya ASI, tatalaksana menyusui, dan sebagainya. Menciptakan dukungan. Dukungan suami adalah salah satu kunci keberhasilan pemberian ASI. Jangan lupakan dukungan keluarga terdekat dan teman- teman. Anda juga dapat menjadi member club ibu menyusui di dunia maya.
Makanan bergizi seimbang
Mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang sesuai kebutuhan sangat penting untuk menghasilkan ASI yang berkualitas. Tetap berolahraga sesuai kondisi tubuh. Misalnya senam pasca bersalin. berjakan – jalan di pagi hari. Jika bayi Anda tidur, maka usahakan Anda pun beristirahat. Untuk memulihkan stamina Anda dan menjaga mood Anda.
Hindari stress. Karena stress dapat menurunkan hormon oksitosin sehingga let down reflex pun akan terhambat.akibatnya ASI tidak akan mengalir dari pabrik susu (Alveoli) ke gudang susu (Sinus Lacteferous). Agar kondisi emosi ini baik, ibu yang hendak menyusui harus tenang dan selalu berpikir positif. Gunakan baju kancing depan. Untuk memudahkan Anda menyusui bayi Anda di mana saja maka pilihlah baju yang .kancing/resletingnya berada di bagian depan, terutama jika Anda bepergian.
Jika Anda menggunakan BH khusus menyusu maka akan mempermudah Anda untuk memberikan ASI. Jangan lupakan kain/pernel untuk mengganjal payudara. Tentunya yang dapat menyerap ASI. Hal ini sangat dibutuhkan jika ASI Anda mengalir deras, sebelum menyusui. Pilih tempat yang Aman dan Nyaman. Jika Anda harus bepergian pilihlah tempat yang sangat nyaman untuk menyusui. Walaupun tidak termasuk dalam pornoaksi, namun tetap saja bagian payudara Anda adalah aurat, yang harus Anda jaga.
Selektif memilih tempat bersalin. Pilihlah tempat melahirkan yang mendukung program ASI eksklusif. Selektif memilih dokter/ bidan. Pilihlah tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Bila menemukan masalah dalam menyusui. Konsultasi ke klinik laktasi dan konsultan laktasi, atau hubungi bidan dan dokter Anda. Jika Anda bekerja maka Anda dapat memberikan ASI perah pada bayi Anda.
D. Inteligensi dan IQ
Inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Atau dengan kata lain, inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, intelegensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata.
IQ (Intelligence Quotient), adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1.
Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi adalah :
Genetika
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 – 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 – 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya.
Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
Lingkungan dan perlakuan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Jika bayi anda tampak kurang cerdas dari kecil, anda dapat menciptakan lingkungan yang akan mencerdaskannya.
[Yazid Subakti]

