Minggu Ke-7 Kelahiran, Memadukan Indera – Bagian 1

Minggu Ke-7 Kelahiran, Memadukan Indera – Bagian 1

Kelahiran – Di minggu ini si kecil sudah mulai bisa memadukan indera.

A. Bayi

Antara indera satu dengan lainnya mencoba mulai bekerjasama. Ini adalah waktu kritis baginya untuk belajar. Gunakan saat-saat ini untuk memberi stimulasi kepadanya, dengan berbicara dengannya, bernyanyi untuknya, atau menunjukkan gambar-gambar.  Ia tidak mungkin dapat berbicara sekarang, tetapi ia sedang mempelajarinya.

Tangannya sedang mempelajari tekstur baru. Ia mencoba memadukan pikiran tentang apa, ia lihat, atau ia dengar darinya. Ia memegang boneka, merasakan bulu-bulu halus, mengamati bentuknya yang lucu, dan menunggu bunyi khasnya ketika anda memijitnya.

Saat mandi adalah pembelajaran baginya untuk lebih mengenal dunia. Ia mengamati air, bak mandi, sabun, sampo, busa, suara gemericik, sensasi licin, bau harum, suara anda bersenandung, boneka apung, dan sebagainya.

B. Bunda

Sisihkan waktu untuk merawat diri secara pribadi. Hampir dua bulan anda menjadi milik bayi, sementara anda sendiri saat itu masih terluka dan lemah.

Sekarang anda harus pandai mengatur waktu. Prioritas perawatan pribadi tidak lagi pada luka, tetapi pada beberapa hal yang pada umumnya diinginkan oleh wanita.

  • berat badan yang ideal

Tidak perlu mengurangi jatah makan bila anda ingin mempertahankan berat badan tetap ideal. Saat menyusui seperti sekarang, anda tetap mengkonsumsi makanan sehat tetapi dengan mengganti sumber kalori nasi menjadi sumber kalori yang berserat tinggi. Gantilah nasi dengan makanan berbahan gandum atau kacang-kacangan, dan berolahragalah secara teratur untuk membakar lemak.

  • penampilan

Bukankah anda sudah sembuh? Tidak mengapa jika anda memperbaiki penampilan saat ini. soal menghaluskan kulit atau menyehatkan rambut anda sudah hapal caranya. Tetapi ada yng lebih penting dari itu: anda menjaga sikap sebagai seorang ibu muda yang cerdas dan penuh energi. Berbicaralah kepada tamu dengan kalimat yang berwibawa, hadapi mertua dengan arif, dan dekati suami setingkat lebih hangat dibanding sebelumnya. 

  • kembali menjalin persahabatan

tidak masalah anda menjalin kembali persahabatan. Orang-orang menunggu anda muncul kembali di weblog atau jejaring sosial. Anda sudah siap menampakkan diri dengan aneka kisah baru mengenai pengalaman anda sebagai ibu. Beri inspirasi para sahabat anda tentang dunia keibuan. 

  • hobby

Anda tergila-gila dengan dunia kuliner? Tinggal ke dapur saja dan mencoba berbagai resep yang membuat anda penasaran. Tidak mengapa jika anda sudah mulai menulis banyak karangan.

Kesenangan atau ketertarikan dengan dunia kuliner, mode, tulis menulis, melukis, menyanyi, atau lainnya dapat anda mulai lagi.

  • refreshing

Refreshing ini sebenarnya bukan keinginan, tetapi kebutuhan. Bicarakan dengan suami pekan ini sebaiknya melakukan apa untuk menyegarkan pikiran dan relaksasi badan. Kalau bisa, tanpa harus pergi ke pantai anda sudah mendapat kebugaran dan pikiran yang segar.

Ikan gabus mempercepat penyembuhan luka

indera

Ikan gabus sangat kaya albumin, yaitu jenis protein yang mempercepat penyembuhan pasca operasi dan melahirkan. Pascaoperasi seperti caesar, atau sehabis persalinan merupakan fase yang cukup kritis karena pasien harus berjuang untuk kesembuhannya.

Seperti ikan lain, keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara dengan ikan bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele maupun ikan mas yang sering kita konsumsi. Keunggulan protein ikan gabus lainnya adalah kaya akan albumin, jenis protein terbanyak (60 persen) di dalam plasma darah manusia.

Peran utama albumin di dalam tubuh sangat penting, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru. Tanpa albumin, sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi, sehingga cepat mati dan tidak berkembang. Albumin inilah yang juga berperan penting dalam proses penyembuhan luka.

Selain membantu pembentukan jaringan baru, albumin yang berada di dalam darah juga berfungsi untuk mengatur keseimbangan air di dalam sel, memberikan gizi di dalam sel, dan membantu mengeluarkan produk buangan. Albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan di dalam tubuh.

Jangan Biarkan bayi Anda diberi susu formula

Tahukah anda, sebagian bidan dan dokter anak adalah agen marketing perusahaan susu formula? Mereka bersekutu untuk menyukseskan pemasaran susu formula, dan mengkhianati ilmunya sendiri untuk mendorong pasiennya menyusui bayi dengan ASI.

Ada beberapa bidan atau Rumah sakit bersalin, yang biasa memberikan susu formula pada seorang bayi di hari- hari  pertama hidupnya. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa “susu ibunya belum keluar”. Sepintas memang tampak masuk akal dan merupakan solusi yang baik. Namun sebenarnya tindakan ini tidak benar. Bahkan, merupakan promosi terselubung susu formula.

Kerap kali rumah sakit atau bidan praktek swasta tidak berperan dalam mendidik orangtua dalam pemberian ASI, bahkan rela menjadi perpanjangan tangan perusahaan untuk menjual susu formula. Demi uang.

Untuk mengantisipasi hal ini, Anda dan suami harus mengkomunikasikannya dengan pihak rumah sakit atau bidan tempat Anda bersalin. Jika Anda telah melakuakan inisisi menyusu dini, bersalin dengan normal dan setelah

Anda melahirkan kondisi Anda tetap fit, maka tidak ada alasan untuk memberikan susu formula pada bayi Anda. Jika Anda melihat bayi diberikan susu formula di hadapan Anda, jangan tunggu hingga esok hari. Segera katakan kepada tenaga medis yang membantu persalinan, “ASI saya banyak, jangan diberikan susu formula”.

Kembali Intim

Nafsu seksual anda tidak ada atau sangat lemah. Setiap hari bersama bayi, jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Tetapi karena dokter anda mempersilahkan anda untuk intim kembali dengan suami, tidak ada salahnya bila anda mencoba. Meskipun ini tidak berarti bahwa masa-masa istirahat anda yang hanya beberapa menit akan anda gunakan untuk hubungan intim.

Anda mood atau tidak untuk intim dengan suami, yang terpenting adalah tetap fokus untuk saling mencintai. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen wanita  hanya melakukan sentuhan seksual (petting) dengan suaminya selama bulan –bulan pertama pasca nifas ini dan 34 persen melakukan oral seks. Sedangkan mereka yang melakukan persenggamaan (intercourse) hanya 17 persen.

  • Apakah senggama saat ini akan menyakitkan?

Jika anda masih memiliki luka yang atau jahitan yang belum sembuh di perineum, atau persalinan anda termasuk persalinan yang sulit, maka vagina anda masih terasa bengkak, dan mungkin saat ini belum sembuh total.  Jika anda sedang dalam penyembuhan luka sesar,  anda masih merasakan  nyeri di sepanjang perut yang dibedah. Posisi konvensional senggama dapat menekan  bagian ini yang semakin membuatnya terasa nyeri.

Oleh karenanya, carilah posisi lain secara kreatif. Jika anda menyusui, perubahan kadar hormon anda dapat mempengaruhi kekeringan vagina.  Jika demikian, gunakan pelumas.

  • Apakah akan koyak?

Vagina sangat elastis, dapat melentur untuk memberikan jalan keluarnya bayi yang berukuran besar. Setelah melahirkan, adalah normal bila ukurannya lebih lebar dibandingkan sebelumnya. Seberapa besar pelebaran ini tergantung berbagai faktor: besarnya bayi anda, berapa banyak bayi sudah anda lahirkan, dan keberhasilan anda dalam senam Kegels rutin.

Jika hanya untuk hubungan intim, kemungkinan koyak sangat kecil. 

  • Apakah ia masih tertarik?

Jika suami anda tampak jauh atau kurang tertarik dengan permainan ini, ingatlah bahwa dia sedang mengalami berbagai perasaan. Ia mungkin kehabisan tenaga dan tertekan dengan kebutuhan baru  seorang bayi di rumah. Ia mungkin juga butuh waktu untuk menyesuaikan dengan kenyataan bahwa istrinya sekarang sudah menjadi seorang ibu yang lelah. Berbicara terus terang  tentang perasaan anda  dan semua perubahan yang terjadi selama membawa bayi akan membantu anda.  Jika saat ini suka saat yang baik untuk hubungan intim, anda dapat tetap berciuman, berpelukan, dan cara lain untuk menjaga hubungan tetap harmonis.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *