Ayah & Bunda, Sudah Aqiqah Belum? ll Aqiqah Jogja

Lupa kalau belum aqiqah?

Aqiqah Jogja _ Anda seorang pria dewasa dengan penghasilan 2 juta rupiah per-bulan. Beragama Islam, dan punya keluarga yang utuh. Memiliki tabungan yang cukup untuk membeli sebuah sepeda lipat. “Ya” … Sepeda yang sedang popular saat ini. Tentu anda juga menginginkannya bukan? Namun karena sesuatu hal, anda mengurungkan niat anda untuk membeli sepeda tersebut atas dasar alasan yang cukup rasional. Mungkin anda merasa bahwa sepeda itu terlalu berlebihan, atau anda menginginkan alokasi biaya yang lebih efisien dari penghasilan anda.

Lupakan sejenak soal sepeda lipat itu. Mari mencoba untuk beralih ke sesuatu hal yang jauh lebih menarik! Misalnya, ketika anda membuka Chanel YouTube salah satu Ustadz ternama tanah air. Entah apa yang memotivasi anda saat itu, padahal biasanya jarang sekali anda mau mengikuti kajian online secara serius. Tiba-tiba, dengan perlahan anda mulai mengikuti sesi demi sesi isi dari ceramah tersebut. Merenungi bab demi bab pembahasan yang di sampaikan dalam kajian. Bisa jadi, saat itu iman anda sedang on fire. Atau bisa juga, profil sang Ustadz yang menarik hati anda. Sehingga ada ketertarikan untuk terus menonton sampai acara selesai. Kajian saat itu bertemakan ibadah sembelihan, yakni Qurban dan Aqiqah.

Setelah kajian berakhir, anda berbicara dalam hati. “Astaghfirullah … saya sudah aqiqah atau belum ya? Kok baru sekarang terfikirnya?” Pernahkah anda mengalami itu? Mungkin sebagian dari anda pernah mengalaminya. Namun jika anda salah satu orang yang belum pernah mengalaminya, saya sarankan anda untuk merenungi hal tersebut. Harus! Kenapa harus? Karena hidup tidak akan terulang dua kali. Terus hanya karena itu? Tidak hanya itu! Waktu dan kesempatan terbaik akan terkubur di dalam penyesalan orang-orang yang membuat penundaan, seperti yang anda lakukan sekarang! Lantas apa solusinya?

Solusinya adalah, anda mencari tau tentang aqiqah. Kemudian berupaya agar bisa meunaikan aqiqah dalam waktu dekat. Sebab Nabi bersabda,

Peristiwa

Aqiqah Jogja _ Aqiqah merupakan salah satu dari dua ibadah sembelihan yang di syariatkan kepada umat manusia sejak zaman para Nabi terdahulu. Di setiap periode kenabian, pelaksanaan aqiqah akan mengikuti berlakunya syariat pada masanya masing-masing. Sebagai contoh, sebelum di utusnya Nabi Muhammad, masyarakat arab telah mengenal ibadah aqiqah. Meski pada pelaksanaannya ada beberapa syarat maupun rukun yang sudah tidak sesuai dengan ketentuan syariat.

Disebutkan pada sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Hibban, bahwa pada zaman sebelum Islam (kanabian Muhammad SAW), kepala bayi laki-laki akan diusap dengan kapas yang sebelumnya telah di lumuri dengan darah kambing. Setelah Nabi mengethauinya, hal ini kemudian di larang. Maka digantilah kapas tersebut dengan minyak wangi.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانُوْا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا عَقُّوْا عَنِ الصَّبِيّ خَضَبُوْا قُطْنَةً بِدَمِ اْلعَقِيْقَةِ. فَاِذَا حَلَقُوْا رَأْسَ الصَّبِيّ وَضَعُوْهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِجْعَلُوْا مَكَانَ الدَّمِ خَلُوْقًا. ابن حبان

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber-aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi“. (HR. Ibnu Hibban)

Tidak di utus Nabi Muhammad ke muka bumi, kecuali untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Dengan di utusnya Nabi Muhammad, maka pelaksanaan ibadah aqiqah pun kembali mengikuti syariat yang sebagaimana mestinya. Dimana Rasulullah telah mengganti perilaku jahiliyah dengan perilaku yang lebih mulia.