Parenting – Islam datang menuntut pemeluknya untuk menjadi hamba Allah yang taat. Akan tetapi tuntutan ini tidak menghapuskan manusia dari sifat-sifat manusiawi dan kebutuhan nalurinya. Syariat ini memberikan ruang yang luas bagi manusia untuk menjadi manusia yang utuh beserta penyaluran hasratnya. Maka, apapun yang mengekang hasrat/membujang adalah terlarang dan apapun yang menyalurkannya teratur dengan indah.
Larangan membujang
Ada beberapa orang yang datang kepada Nabi SAW untuk bersumpah atas ketaatan dirinya dalam beribadah kepada Allah SWT. Karena ketaatan ini berlebihan dan menyalahi fitrah, maka Nabi SAW tidak merestuinya.
Dari Anas bin Malik ra, beliau berkata, ada tiga kelompok yang mendatangi rumah istri-istri Nabi SAW untuk bertanya tentang bagaimana ibadahnya Nabi SAW. Ketika mereka mendapat kabar tentang bagaimana ibadahnya Nabi SAW, mereka merasa malu dan terpukul, sampai akhirnya mereka berkata: “kita ini siapa jika daripada Nabi SAW? kita tidak ada apa-apanya. Padahal beliau sudah terampuni dosanya, yang lalu dan juga yang akan datang.”
Kemudian salah seorang di antara mereka berucap: “kalau begitu, (untuk menyamai Rasulullah dalam ibadahnya) saya akan terus-terusan shalat malam tanpa tidur.” Yang lain berkata: “kalau begitu saya akan puasa setiap hari, tak pernah berbuka.”, dan yang lain lagi berkata: “kalau begitu saya tidak akan menikah selamanya”. Rasulullah SAW datang lalu berkata: “Wahai kalian yang berkata ini dan itu. Ketahuilah bahwa aku adalah orang yang paling taqwa di antara kalian. Akan tetapi, aku shalat juga tidur. Aku puasa tapi juga berbuka. Dan aku menikahi wanita. Siapa yang menolak sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.” (muttafaq‘alaih)
Inilah bukti bahwa syariat tidak mengeluarkan manusia dari sifat asli kemanusiaannya.
Allah memberi jaminan rezeki
Setiap muslim tidak boleh menghalang-halangi dirinya untuk tidak menikah karena khawatir tidak mendapat rejeki dan menanggung yang berat terhadap keluarganya. Seharusnya ia menyiapkan diri, berusaha dan bekerja untuk menjadi anak yang yang berkemampuan mencari rejeki. Sebab Allah telah menjanjikan anugerah untuk orang-orang yang menikah itu demi menjaga kehormatannya.
Janji Allah itu dinyatakan dalam firmanNya,
Nikahkanlah anak-anak kamu (yang belum menikah) dan orang-orang yang sudah patut menikah dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun hamba-hambamu yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerahNya. (QS. An-Nur 32)
Sedangkan Rasulullah SAW bersabda,
“Ada tiga golongan yang sudah pasti akan ditolong Allah, yaitu: (1) Orang yang kawin dengan maksud untuk menjaga kehormatan diri; (2) seorang hamba mukatab7 yang berniat akan menunaikan; dan (3) seorang yang berperang di jalan Allah” (Riwayat Ahmad, Nasa’i, Tarmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim)
[Yazid Subakti]
___________________________
Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.
Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah dipercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.
Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.
Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

