Parenting – Remaja minder itu rasa percaya diri yang amat rendah sehingga seseorang menolak untuk tampil, enggan menunjukkan kebolehan atau kemampuan, bahkan menghindari interaksi dengan orang-orang yang ia tidak terbiasa bertemu dengannya. Rasa percaya diri ini terpengaruhi oleh keyakinan yang seseorang miliki terhadap diri sendiri dan kemampuannya, termasuk cara ia memandang dirinya sendiri. Kepercayaan diri ini bisa mempengaruhi cara ia berpikir dan bertindak, cara pandang terhadap orang lain, dan juga tingkat kesuksesan yang ia capai dalam hidupnya kelak.
Daftatr Isi
Memahami remaja mider
Orang yang kepercayaan dirinya rendah akan melihat dirinya sebagai tidak layak, tidak berharga, tidak diterima, tidak dicintai, atau tidak kompeten. Perasaan-perasaan ini menggiring pada terciptanya citra negatif dan pikiran yang kritis terhadap diri sendiri yang akan mempengaruhi tingkah lakunya. Dari pikiran dan tingkah laku yang minder, pilihan dan keputusan yang terambil dalam hidupnya menjadi tidak berkualitas.
Mengapa ada remaja yang minder?
Minder bisa berasal dari dalam diri sendiri maupun lingkungan luar. Dari dalam diri sendiri, remaja bisa minder jika dari awal memang ia sudah menyimpulkan bahwa dirinya memang tak berguna atau penuh keburukan. Perasaan tidak pandai, tidak gagah, tidak kuat, tidak mampu, tidak perkasa, tidak cantik dan hal-hal negatif lain inilah yang menyudutkan dirinya sendiri untuk semakin tidak percaya diri.
Pembentuk rasa minder dari luar biasanya berupa perlakuan yang merendahkannya. Remaja yang dari kecilnya terus menerus mendapat perlakuan seperti kanak-kanak akan terbentuk pada jiwanya jiwa kanak-kanak, merasa tak layak bergaul dengan orang dewasa dan tak yakin kemampuannya mengambil keputusan. Remaja yang yang sering mendapat julukan buruk rupa atau penyebutan fisik negatif lain bisa tumbuh menjadi pribadi yang menghindari pertemanan karena merasa tidak sesempurna orang lain.
Biasanya, anak minder ini juga sensitif perasaannya, terutama terhadap pembicaraan yang berhubungan dengan kelemahannya.
Minder tidak sama dengan tawadhu’
Jangan salah, minder tidaklah sama dengan tawadhu. Minder itu perasaan rendah diri sehingga mencerminkan pribadi yang kurang bersyukur, sedangkan tawadhu’ itu sikap rendah hati yang merupakan bagian dari rasa syukur. Jelas sekali perbedaannya. Oleh karena itu, jangan pernah membela anak yang menghindari pertemuan, tertutup, atau menolak tampil dengan mengatakannya sebagai sikap tawadhu. Sama sekali bukan.
Remaja yang tawadhu adalah mereka yang mampu menahan diri untuk tidak memamerkan kelebihannya kepada orang lain karena menghindari sifat riya dan pujian orang. Banyak ulama dan dan orang hebat yang sikapnya tawadhu, tetapi sangat terkenal karena sering tampil di panggung dan media-media. Para relawan bencana dan pemerhati kemanusiaan adalah orang-orang yang tawadhu, tetapi mereka berani tampil dan terus memunculkan dirinya untuk menolong.
Jadi, anak tawadhu itu justru tidak peduli ketika ia muncul, sebab ia tak pernah memikirkan perbuatannya akan mendapat pujian atau celaan dari manusia.
Menghadapi anak minder
Remaja yang tak mengenali dirinya sendiri rawan salah dalam mencitrakan dirinya. Ada baiknya Anda mulai mencari penyebab mindernya anak atau peristiwa dan keadaan yang berkaitan dengan sifat mindernya. Mungkin saja mindernya berhubungan dengan kondisi fisik tertentu, prestasi yang mengecewakan, status sosial keluarga yang rendah, atau pengalaman buruk masa lalu yang membuatnya trauma.
Ajarkan anak cara mengenali dirinya sendiri
Jangan sampai anak mengenali orang lain, tetapi lupa mengenali dirinya sendiri. Dengan cara Anda, ajarkan tentang siapa jati diri dia yang sebenarnya. Dengan cara ini ia lebih paham tentang potensi dirinya sendiri dan tidak mudah merasa putus asa. Semakin dalam ia mengenali dirinya, semakin paham ia akan kebutuhannya. Semakin mengetahui apa yang dia butuhkan, semakin mudah baginya berusaha untuk memenuhi kebutuhannya itu.
Ajari anak menerima dirinya sendiri
Setelah mengenali diri sendiri, tahap berikutnya adalah menerima kondisi diri seperti apapun adanya. Sampaikan bahwa setiap pribadi adalah unik dengan kelebihan dan kekurangannya. Tetapi di balik itu semua pasti sisi tertentu yang bisa ia banggakan. Menerima diri sendiri adalah bagian dari rasa syukur dan keimanan terhadap takdir atau ketentuan Allah yang telah menciptakan. Jadi, ajak si remaja ikhlas menerima keadaannya, berbahagia dengan kondisi aslinya, dan tak harus berubah seperti orang lain.
Merawat diri sendiri
Jika keminderan itu berhubungan dengan kondisi fisik, maka salah satu cara termudah mengatasinya adalah mendorong anak untuk memperbaiki penampilan diri untuk lebih baik dan prima. Merawat diri sendiri dapat membuat seseorang memiliki keyakinan diri yang meningkat karena mengetahui bahwa penampilannya layak.
Setidaknya, makna merawat diri sendiri adalah menjadikan kepribadian yang lebih rapi, sehat dan terawat dengan rajin mandi, merawat kulit, bercukur, memotong kuku, dan memantaskan cara berpakaian.
Menghargai pencapaian diri
Harapan yang terlalu tinggi dapat membuat anak minder jika ternyata kemampuannya tidak dapat mencapainya atau tidak memungkinkan meraihnya. Oleh karena itu berilah penghargaan padanya apapun yang sudah ia perbuat dan ia capai, sekecil apapun itu. Ajak ia bersyukur atas suatu pencapaian, karena setiap hal yang kita capai sebenarnya sangat berarti. Ingatkan bahwa prestasi bukan semata berupa kejuaraan dan pencapaian yang tinggi, tetapi semua hal yang terwujud berkat kerja keras diri sendiri dan kejujuran.
Mencari suasana yang mendukung
Mungkin anak jadi minder karena salah lingkungan pergaulan. Anak dari keluarga sederhana yang bersekolah di sekolah mewah akan bertemu teman-teman dari keluarga kaya. Dari percakapan sehari-hari di sekolah, isi percakapan dan gaya hidup sudah menampakkan perbedaan yang nyata. Remaja dari keluarga sederhana tidak dapat mengimbangi percakapan temannya yang membicarakan mobil mewah, plesir ke luar negeri, dan bahasa dengan istilah orang kaya yang tak sepenuhnya ia pahami.
Orang tua harus jeli melihat di pergaulan anaknya. Jangan sampai anak berada pada pertemanan yang membuat hargadirinya jatuh dan tak percayadiri. Anda dapat mengalihkan pergaulan atau perlahan mengubah lingkungannya jika selama ini ia berada di dalam pergaulan yang melemahkannya.
Mencarikan dukungan
Dukungan merupakan seseorang atau sekelompok orang yang dapat menguatkan rasa percayadirinya. Anda dapat mengenalkan dengan tokoh idolanya selama memungkinkan, mencarikan teman baru yang bersemangat, atau meminta bantuan kepada teman lama agar teman itu memberikan semangat. Di sekolah, Anda dapat menyampaikan kepada guru bimbingan dan konseling mengenai bantuan ini.
Jauhkan anak dari lingkungan yang hanya akan membuatnya terpuruk lebih dalam kepada rasa minder atau hindarkan dia dari bergaul dengan orang-orang yang tidak memperdulikannya.
Membiasakan berpikir dan bertindak positif
Ajak anak remaja selalu berpikir positif dan menyingkirkan berbagai pikiran negatifnya. Sampaikan bahwa dari pikiran positif akan ada peluang untuk melakukan tindakan yang positif pula. Kebiasaan melakukan tindakan positif berpengaruh kepada peningkatan rasa percaya diri seseorang. Dengan berpikir positif, anak memandang dunia ini luas dan memberi harapan, yakin bahwa masa depan bisa terraih dengan gemilang.
Mengajarkan prinsip Hidup
Prinsip hidup adalah bagian penting dari harga diri yang membuat anak memiliki kepercayaan diri positif. Dengan memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak tergoyahkan, remaja juga memiliki tujuan hidup dan dapat mengetahui arah yang harus ia tuju dalam kehidupannya. Jadi, ia hidup bukan tidak untuk apa-apa, melainkan untuk suatu tujuan yang harus ia perjuangkan.
- Tunjukkan kelebihannya
Jika remaja sudah dapat mengenali berbagai hal tentangnya sendiri, ia akan dapat menemukan kelebihan yang dia miliki di antara kekurangannya. Yakinkan bahwa apa yang menjadi kelebihannya itu adalah cukup baginya untuk berubah menjadi optimis. Usahakan untuk memaksimalkan kelebihan diri yang dia miliki agar dapat menghilangkan rasa mindernya.
[Yazid Subakti]
___________________________
Bunda, udah tau belum kalo ada jasa aqiqah di Jogja yang praktis dan ekonomis, Aqiqah Al-Kautsar.
Aqiqah Al-Kautsar adalah layanan jasa aqiqah Jogja terbaik sejak 2012 dan sudah terpercaya oleh lebih dari 11.000 sohibul. Nah bagi Bunda yang berdomisili di Jogja dan sudah mulai memasuki masa HPL, Aqiqah Al-Kautsar bisa jadi rekomendasi layanan aqiqah Jogja yang praktis.
Jasa aqiqah Jogja Al-Kautsar menyediakan banyak pilihan menu. Daging kambing aqiqah diolah menjadi berbagai menu lezat, mulai dari masakan nusantara, masakan timur tengah, hingga western. Nah Bunda bisa memilih sesuai dengan selera Bunda dan keluarga.
Untuk pemesanan, Bunda bisa hubungi kami di 089603897933 atau datang langsung ke kantor kami di Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2, Sleman, DIY.

