Parenting – Ketika anak mulai memasuki usia 7 tahun lebih, orang tua dan anak sudah harus berpisah tempat tidur. Di usia ini anak sudah bersiap memasuki masa akil baligh.
Daftatr Isi
Mengapa anak harus tidur terpisah?
Anak-anak terus tumbuh. Dari masa awal kanak-kanak, ia beranjak memasuki pubertas atau masa akil baligh dengan sifat dan kebutuhan yang berubah.
Ketika anak mulai memasuki usia 7 tahun lebih, tempat tidurnya sudah harus saling terpisah. di usia ini anak sudah bersiap memasuki masa akil baligh (sebagian anak bahkan mungkin sudah memasukinya) sehingga hasrat seksual sudah mulai muncul. Dalam keadaan yang bagiannya belum memungkinkan untuk dilampiaskan dengan cara berjodoh (menikah) dan pikiran yang masih belum dewasa, maka cara apapun bisa ia lakukan. Mungkin ia melakukan masturbasi (melampiaskan kenikmatan seksual dengan gerakan tangannya pada kemaluan), menonton gambar dan tayangan yang merangsang, atau bahkan menjadikan saudaranya sendiri sebagai sasaran.
Jadi, pemisahan tempat tidur merupakan salah satu bagian dari pendidikan seks anak. Dengan cara ini, anak memahami batas interaksi dengan lawan jenis. Pemisahan tempat tidur juga memberikan ruang privasi kepada anak yang semakin bertambah usia akan semakin memiliki urusan yang khas hanya untuk dirinya.
Lebih khusus lagi, anak dipisah tempat tidurnya untuk memberikan beberapa pelajaran penting sebagai bagian dari persiapan masa dewasanya.
Rasulullah SAW memerintahkan demikian
Rasulullah Muhammad saw mengajarkan umatnya untuk memisahkan tempat tidur anak-anak bahkan sejak usia 7 tahun, yaitu bersamaan dengan mulai disampaikannya ajaran salat.
Beliau saw bersabda, “Perintahkanlah anak-anaku untuk salat ketika mereka umur tujuh tahun, dan pukullah jika mereka telah berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)
Mengenai usia pemisahan ini, sebagian ahli fiqih ada yang berpendapat lebih longgar yaitu mulai umur sepuluh tahun yaitu ketika ajaran salat yang disampaikan sudah berdampak sanksi (dipukul) bila dilalaikan. Artinya, pada masa ini anak sudah mulai dididik secara lebih ketat untuk membentuk kedisiplinannya. Pada usia sepuluh tahun, anak sudah mulai tertarik pada lawan jenis dan imajinasi seksualnya sudah mendekati apa yang dibayangkan orang dewasa.
beberapa hikmah pemisahan tempat tidur anak
Menyadari perbedaan jenis kelamin
Saat masih kecil, anak belum terlalu merasa penting dengan jenis kelaminnya sehingga dalam banyak hal mereka akan berbaur antara laki-laki dan perempuan. Mereka bermain bersama, berkelompok, belajar, bahkan tidur pun berbaur meskipun dengan anggota keluarga.
Pemisahan tempat tidur bermanfaat untuk mengajarkan kepada anak tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan dan mengetahui batasan-batasan dalam berinteraksi yang kelak akan semakin tegas.
Mengenalkan privasi
Anak-anak secara semakin bertambah usia akan semakin meningkat privasinya. Ketika mereka sudah menyadari perbedaan antara laki-laki dan perempuan serta batasan-batasan pergaulan diantara keduanya, maka privasi menjadi semakin dibutuhkan. Membuka aurat, bersolek, berganti pakaian, bahkan kepemilikan benda-benda pribadi menjadi penting untuk dilindungi dari pandangan atau penglihatan orang lain.
Anak remaja atau masa awal akil baligh akan memulai fase ini dengan keinginan kuat memiliki kamar sendiri yang semua kebutuhannya ada di dalam. Namun demikian, seberapapun pribadinya kamar anak, orang tua tetap harus memiliki cara untuk dapat masuk dan mengetahui apa saja yang ada di dalamnya.
Meningkatkan kemandirian
Tidur di kasur terpisah dari saudara dan orang tua membuat anak harus mengambil keputusan sendiri ketika ada yang ia butuhkan tengah tidurnya. Ia menjadi berlatih untuk berani dari bayangan-bayangan yang selama ini membuatnya takut di malam hari sampai pagi, merapikan kasur dan sprei beserta bantal dan guling nya sendiri, hingga mengkondisikan lampu dan kerapian ruangannya sendiri.
Bagian dari pendidikan seks
Bagaimanapun, syahwat seksual anak di masa awal remaja harus diantisipasi oleh orang tua. Anda mestinya peka kapan anak laki-laki mulai bermimpi basah meskipun belum tentu mengakui, dan kapan anak perempuan mulai pertama kali menstruasi meskipun masih mau-malu dan belum lancar.
Pada masa-masa ini, ia sebenarnya sudah matang secara seksual. Artinya, hubungan seksual sudah dapat menghasilkan kehamilan. Anak laki-laki sudah dapat menjadi penyebab kehamilan wanita, dan anak wanita sudah dapat hamil oleh laki-laki.
Yang kita khawatirkan bukan sekedar kehamilannya, tetapi pelampiasan syahwatnya. Di masa awal akil baligh syahwat laki-laki maupun perempuan bergejolak dengan peningkatan yang tidak menentu, ditambah keadaan mental yang belum stabil pula. Mereka belum waspada atas risiko perbuatannya, sehingga hasrat apapun yang menggoda terlalu mudah diikuti.
Yang kita cegah dengan cara tidur terpisah adalah peluang incest, yaitu terjadi hubungan sedarah di rumah.
Apakah anak sesama jenis kelamin aman tidur sekamar?
Sesama jenis kelamin tetap tidak aman satu kamar tidur kakak beradik. Banyak berita dua anak laki-laki kakak beradik terlibat perbuatan zina sejenis (gay), begitu juga kasus anak perempuan kakak adik saling menyalurkan hasrat syahwat sesama perempuan (lesbian). Kita berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan yang dilaknat ini.
Jika Pun terpaksa kakak beradik sesama jenis kelamin bersatu dalam kamar, maka ranjangnya terpisah untuk mencegah mereka tidur berdua dalam satu selimut.
Dukungan orang tua agar anak tidur terpisah
Lagi-lagi orang tua akan menjadi pemain utama dalam kebijakan memisahkan tempat tidur anak ini dengan beberapa hal yang harus disiapkan.
Pertama, jangan memberlakukan dengan tiba-tiba. Jangan menjadi orang tua yang membaca buku, mendengar ceramah atau menghadiri seminar mengenai pentingnya pemisahan tempat tidur anak kemudian malamnya langsung mengubah formasi kamar dan memberlakukan aturan baru bagi anak. Anak akan terheran, terguncang, dan menganggap Anda tiba-tiba berubah menjadi aneh.
Sampaikan secara bertahap dengan lebih dulu menjelaskan, bahwa buah hati sudah mulai beranjak besar. Sebagai penyesuaian atas persiapan dewasanya, ia akan semakin mandiri dan memiliki kebebasan dengan tidur di kamar terpisah.
Kedua, berikan fasilitas atau kondisi kamar yang memang mendukung bagi anak untuk menyukainya. Kamar tidak harus mewah dan lengkap, tetapi anak merasa nyaman dan terlindung di dalamnya. Kelak yang paling ia perlukan adalah kamar yang bisa tertutup dan terselamatkan kebutuhan pribadi atau privasinya.
Ketiga, tidak langsung meninggalkannya sendirian. Berpisah tidur dengan cara ekstrim dapat menimbulkan prasangka negatif anak bahwa orang tuanya menjauh atau tidak lagi mencintainya. Anda dapat membersamai anak untuk menempati ruangan atau kamar pribadinya dalam beberapa hari sampai anak siap untuk tinggal sendiri.
Keempat, tetap miliki kunci cadangan atau apapun yang menjamin bahwa orang tua selalu bisa memasuki kamar anak kapanpun. Bahaya kamar pribadi yang tertutup dan terkunci adalah adanya peluang perbuatan mencurigakan anak di dalamnya atau anak menyimpan benda-benda yang membahayakan. Obat-obatan terlarang, benda tajam, rokok, rekaman video dan gambar kemaksiatan memungkinkan ada di kamar anak yang tak terakses oleh orang tuanya.
Keempat, berlakukan aturan mengenai kamar barunya. Kamar baru tidak bermakna penguasaan tanpa batas bagi anak, tetapi sarana untuk melatih tanggung jawab. Anda dapat bersepakat membuat aturan mengenai penggunaan alat-alat listrik di dalamnya, jadwal pembersihan dan perapihan, kriteria teman yang boleh masuk dan waktunya, dan lain-lain sesuai kebutuhan.
5. Beberapa adab bertamu dan menerima tamu
Bertamu itu hukumnya boleh atau mubah. Jika bertamu itu sebagai silaturahmi, maka hukumnya adalah sunnah. Rasulullah SAW dan para sahabat sering bertamu untuk mempererat persaudaraan.
Adab bertamu
- Memilih waktu yang tepat (jangan sampai mengganggu tuan rumah atau bertamu saat tuan rumah tidak ada di rumah)
- Niat silaturahmi untuk mempererat persaudaraan dan memperlancar urusan
- Memberitahu tujuan kedatangannya kepada tuan rumah
- Mengenakan pakaian yang bersih dan sopan
- Mengucap salam dan Meminta izin masuk
- Bercakap-cakap dengan nada bicara dan kata-kata yang wajar
- Membatasi lamanya waktu berkunjung (tidak terlalu lama kecuali tuan rumah menghendaki demikian)
- Menghadapi tuan rumah dengan wajah ceria dan ramah
- Saling memberi kabar, kemudian berwasiat atau menyampaikan pesan kebaikan. Menyantap jamuan dengan cara yang wajar setelah tuan rumah persilahkan
Adab menerima tamu
- Menjawab salam dan mempersilahkan masuk
- Menerima tamu dengan wajah ceria dan senyum
- Saling memberi kabar dan berpesan kebaikan
- Memakai pakaian yang rapi dan sopan
- Menghidangkan suguhan makanan atau minuman kepada tamu
- Menghindarkan diri dari munculnya fitnah tetangga
- Tuan rumah perempuan yang sendirian tidak menerima tamu laki-laki
[Yazid Subakti]

