Menanamkan Disiplin Dimulai dari Aturan

Menanamkan Disiplin Dimulai dari Aturan

Parenting – Hidup ini menjadi harmonis karena aturan-aturan, dimulai dari Aturan. Ada aturan tak tertulis seperti norma dan kebiasaan, juga ada aturan tertulis seperti tata tertib dan undang-undang. Anak harus paham bahwa setiap aturan ada agar manusia tertata hidupnya, terlindungi hak-haknya dan terjamin keharmonisannya. 

Di rumah ada ketentuan yang disepakati bersama, ada kebiasaan yang harus sama-sama dilakukan, ada hal-hal yang harus dihindari, dan ada rahasia yang harus dijaga.  Meskipun beberapa hal di luar tidak lazim dilakukan di luar rumah, ini adalah aturan rumah yang harus ditaati bersama. Sebab, kondisi dan apa yang dibutuhkan di dalam satu rumah (sekeluarga) tidak selalu sama dengan kondisi atau kebutuhan pada umumnya orang-orang di luar rumah. Mungkin keluarga anda memberlakukan batas kebolehan keluar rumah adalah sampai maghrib tiba. Ini adalah aturan keluarga, yang anda ciptakan dengan pertimbangan tertentu dan  tidak terjadi pada keluarga lain.

  • Aturan kelompok 

Di sekolah, di lingkungan bermain, atau komunitas tertentu, selalu ada aturan yang berlaku. Aturan tertulis berlaku dalam bentuk tata tertib dengan ancaman sanksi bila siswa melanggarnya. Di lingkungan bermain atau komunitas tertentu ada kesepakatan-kesepakatan dengan risiko tertentu jika seseorang melanggarnya. Anak harus sadar bahwa mentaati aturan ini penting tidak semata untuk menghindari hukuman, melainkan untuk menjaga keharmonisan bersama dan memberi hak kepada sesama untuk hidup tertib.  

  • Aturan di masyarakat

Di masyarakat selalu ada aturan tak tertulis yang bernama adat. 

Selain adat, pada masyarakat di tingkat terkecil pun (misalnya Rukun tetangga atau RT) juga ada aturan tertulis yang menganjurkan atau melarang warganya untuk melakukan aktivitas tertentu. Anak harus paham jika di lingkungannya ada larangan bermain layang-layang karena banyak kawat listrik, maka ia harus mematuhinya. Mungkin ada adat setiap hari atau tanggal tertentu saling berbagi makanan, setiap bertemu orang yang lebih tua harus saling berjabat tangan, setiap hujan turun deras laki-laki keluar rumah membetulkan genangan air bersama, atau lainnya. 

  • Aturan Negara  

Negara memiliki peraturan yang tidak boleh melanggarnya. Naik sepeda motor harus mengenakan helm dan pengendaranya harus memiliki izin mengemudi. Setiap pendirian bangunan harus mendapatkan izin mendirikan bangunan, setiap warga harus tercatat kependudukannya, dan setiap perbuatan melanggar hukum ada hukumannya. 

Semua aturan untuk melindungi semua warga negara. Kenalkan anak dengan peraturan Negara untuk menumbuhkan perasaan bernegara, jiwa nasionalisme dan semangat berbangsa. Ia harus menyadari sejak dini bahwa kehidupan bersama akan selalu terikat dengan aturan-aturan. Di semua, aturan akan selalu ada sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan warga negaranya. 

 

[Yazid Subakti]