Parenting – Di awal kelahirannya, sebelum memakan apapun, bayi dikondisikan untuk merambat di perut ibunya dan menemukan putting sampai mencoba hisapan yang pertama kali. Proses tersebut adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu pemberian kesempatan kepada sang bayi untuk memulai menyusu sendiri sesaat setelah lahir.
Bayi Anda langsung ditidurkan di atas perut, sementara dokter/bidan akan membereskan tindakan persalinan seperti memotong tali pusar, menjahit perineum, menunggu keluarnya ari- ari dan sebagainya. Si kecil alan tetap berada di perut Anda hingga Ia menemukan puting untuk menyusu. Cara bayi melakukan inisiasi ini dinamakan breast crawl atau merangkak mencari payudara.
Inisiasi ini akan berjalan dengan lancar jika kulit bayi dibiarkan menempel pada kulit ibu.
Manfaat
Inisiasi Menyusu Dini dapat menurunkan angka kematian bayi. Hasil penelitian mengungkap bahwa pemberian ASI di hari pertama kelahiran menurunkan angka kematian bayi sebesar 16%, dan bila ASI pemberiannya dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, penurunan angka kematian bayi mencapai 22%.
Selama berlangsungnya IMD, bayi terus menerus kontak kulit (kulitnya menempel atau bersentuhan langsung) dengan ibunya (Skin to skin contact). Manfaat skin to skin contact ini adalah menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat seperti pada saat ia masih di dalam rahim karena ia tidak siap mendingin tiba-tiba.
Kontak kulit antara bayi dengan ibunya juga dapat memindahkan bakteri normal dari kulit ibu ke bayi untuk menghindari serangan bakteri berbahaya dan infeksi dari lingkungan sekitar.
Manfaat lain dari inisiasi dini adalah:
- Jilatan dan hisapan bayi pada puting ibu akan merangsang produksi hormon oksitosin. Hormon ini merangsang pengeluaran cairan ASI, merangsang kontraksi rahim untuk membantu mengurangi risiko perdarahan, serta mengurangi rasa nyeri.
- Jilatan dan hisapan merupakan obat mujarab bagi Ibu untuk mengurangi lelah pasca persalinan danĀ membuat ibu tenang.
- Menjalin kelekatan (bonding) atau jalinan kasih sayang antara ibu, bayi dan ayah.
- Memastikan bayi mendapatkan kolostrum yang kaya dengan berbagai nutrisi dan zat kekebalan yang melindungi bayi dari berbagai infeksi.
Cara melakukan Praktik IMD
IMD adalah tindakan paling alami untuk seorang bayi yang baru mengawali hidupnya. Dengan sedikit perlakuan, si kecil akan melakukannya karena instink semua bayi adalah mencari puting susu ibunya untuk segera mendapatkan nutrisi pengganti suplai makanan yang selama dalam rahim ia dapatkan dari plasenta.
Berikut ini beberapa saran agar Inisiasi Menyusu Dini berjalan lancar:
- IMD oleh bayi dengan bantuan ibu atau tenaga kesehatan yang menanganinya. Namun demikian, yang lebih baik lagi adalah bila pada peristiwa ini juga dihadiri oleh orang terdekat anda, misalnya suami atau ibu anda. Sebab, kehadiran orang terdekat akan membuat Anda nyaman dan percaya diri selama proses persalinan.
- Pastikan anda mendapat pelayanan persalinan di tempat bersalin yang memahami keperluan IMD, dan tenaga medis yang mendukung program ini.Sebab, tidak semua tempat bersalin dan tenaga medis peduli atau menawarkan prosedur ini karena berbagai alasan.
- Saat proses bersalin, tetaplah fokus pada persalinan yang aman dan selamat. Begitu bayi keluar dalam keadaan masih basah, biarkan tenaga medis yang menangani anda mengangkat bayi. Kemudian menelungkupkannya di perut anda yang terbuka.
Biarkan bayi saing kotak kulit dengan anda, sambil berikan rangsangan dengan membelainya. Ia akan perlahan merayap ke arah dada sambil mulutnya mencari puting.
- Biarkan bayi berada di perut Anda. Ia terus merayap hingga akhirnya menemukan putting yang ia cari. Jika dalam waktu belasan menit belum berhasil menemukan, anda dapat membantu mengarahkannya. Biarkan ia menghisap selama kurang lebih satu jam sampai proses menyusu awal selesai.
- Bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, tetap biarkan kulit ibu bayi bersentuhan sampai setidaknya 1 jam. Namun bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi, dekatkanlah bayi ke putting tapi jangan memasukkan puting ke dalam mulut bayi. Proses menimbang, mengukur, suntikan vitamin K, dan sebagainya dapat anda tunda hingga proses IMD selesai.
Setelah praktik MD, selanjutnya adalah penyusuan eksklusif, yaitu bayi hanya memakan susu dari ibunya selama 6 bulan tanpa terputus.
[Yazid Subakti]

