Stimulasi Menghafal – Menghafal adalah aktivitas mengucapkan kata-kata dari hasil membaca atau mendengarkan, kemudian setelahnya kata-kata itu diucapkan hanya dengan mengingat-ingat tanpa bantuan membaca atau mendengarkan.
Menghafal adalah aktivitas mulut sebagai pengucap kata-kata verbal. Aktivitas otak sebagai penyimpan dan pemu muncul kembali kata-kata atau kalimat yang telah ia rekam.
Dalam hal ini, menghafal sebagai stimulasi adalah menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.
Daftatr Isi
Menghafal sesuai gaya belajar
Setiap manusia memiliki preferensi atau gaya belajar yang berbeda-beda dalam menerima dan mengolah informasi: yaitu auditory (penerima dan pengolah informasi dari indera pendengaran), Visual (penerima dan pengolah informasi dari penglihatan), dan kinestetik (penerima dan pengolah informasi dari gerakan atau sentuhan langsung).
Menghafal dengan cara auditory dengan mendengarkan bunyi ayat secara berulang-ulang
Bunyikan murottal atau mintalah suami membaca ayat yang anda hafal secara berulang-ulang sampai anda dapat mengenali bunyi dan karakter ayat dari awal hingga akhirnya. Selanjutnya, bunyikan audio atau mintalah suami mengucapkan ayat yang sama dengan potongan-potongan yang lebih pendek dan langsung anda tirukan di setiap potongan itu. Ini seperti menuntun atau talaqqi, yaitu anda menirukan bunyi ayat yang anda dengar sampai anda dapat mengucapkannya sendiri tanpa mendengarkan sebelumnya.
Dengan mengingat-ingat bunyi ayat yang dibacakan suami atau dari audio murottal, cobalah ucapkan sendiri ayat-ayat yang anda hafalkan. Lakukan ini secara terus menerus secara terjadwal setiap harinya. Misalnya setiap siang menjelang dzuhur atau setiap sore menjelang maghrib.
Menghafal secara visual dengan mengandalkan indera penglihatan
Tandai ayat di mushaf al-quran yang akan dihafalkan dan baca berulang-ulang dengan menatapnya secara langsung. Kenali ciri-ciri teks ayat yang dihafal: misalnya mulai dengan huruf sin, akhiri dengan huruf nun, di tengah-tengah banyak tanda waqaf atau bentuk huruf yang ditulis merapat. Nilai perlu tandai dengan warna warni di awal, pertengahan, atau akhir teks yang anda hafalkan. Jika dirasa membantu, baik pula anda buat tulisan teks yang sama dalam ukuran besar dan dipasang di pintu atau dinding kamar yang setiap saat anda dapat melihatnya.
Setiap kali anda membaca, amati setiap perubahan kalimat yang anda ucapkan dengan ciri teks yang tertulis. Lakukan berulang-ulang sampai anda merasa lancer dan cobalah mulai mengucapkannya tanpa melihat teks. Bacalah sambal memejamkan mata atau memalingkan muka dan lihat kembali teks jika sebagiannya belum hafal. Beberapa kali mencoba anda akan gagal, tetapi pada akhirnya anda merasakan seolah teks itu telah melekat dalam ingatan sehingga anda dapat mengucapkan ayat tanpa dengan melihat teks langsung.
Menghafal dengan kinestetik
Lakukan dengan melibatkan gerakan atau perbuatan yang dapat secara tak langsung mengingatkan bunyi ayat yang anda hafalkan. Dalam cara ini terdapat unsur auditory dan visual, tetapi kekuatan penghafalan terdapat pada gerakan atau pengalaman dan situasi anda ketika menghafalnya.
Pilih surat atau ayat yang akan ingin anda hafalkan. Pilih kegiatan atau situasi yang memungkinkan akan menyertai proses menghafal anda. Misalnya, anda memilih hafalan surat Ar Rahman. Putarlah bunyi surat Ar Rahman berulang-ulang setiap kali anda memasak di dapur setiap pagi. Putarlah surat Al Waqiah setiap kali anda melakukan bersih-bersih lantai, dan sebagainya. Lakukan hal ini terus menerus secara rutin sampai anda akan terngiang surat Ar Rahman setiap kali memasak, dan teringat surat Al Waqiah setiap kali membersihkan lantai.
Makna menghafal bagi bayi dalam kandungan
Tentu saja bayi dalam kandungan tidak dapat menghafal seperti yang anda lakukan. Jangankan masih dalam kandungan, sudah terlahir pun masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sampai pada tahap kemampuan menghafal.
Yang bayi dapatkan dalam kandungan ketika anda menghafal adalah, ia mengikuti aktivitas rutin yang anda lakukan itu. Dengan terlibatnya si kecil dalam rutinitas ini, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari proses menghafal anda.
Jadi, si kecil sejak dalam kandungan sudah terbiasakan dengan satu jenis kegiatan positif berupa menghafalkan ayat-ayat suci AL-Qur’an bersama ibunya. Ia yang masih dalam kehidupan sangat dini itu proses penciptaannya bersamaan dengan proses ibunya menghafalkan Al-Qur’an. Anda akan memandang berbeda, antara bayi yang lahir tanpa sentuhan apapun dan bayi yang lahir setelah berbulan-bulan dalam rahim dengan iringan hafalan surat Ar Rahman.
Karena di dalam kandungan bayi telah memiliki kemampuan mendengarkan. Aktivitas hafalan ibunya adalah terapi awal stimulasi suara dengan kalimat suci. Di awal berfungsinya otak dan telinga sambal mengalami proses penyempurnaan penciptaan. Bayi berlatih mendengar dan menyimpan suara dari kalam Allah yang diucapkan ibunya atau didengarkan ibunya berulang-ulang selama proses menghafal.
Tentu saja mendengarkan kalam Allah jauh lebih mulia daripada tidak mendengar apa-apa atau mendengar kalam-kalam manusia, apalagi bebunyian benda mati.
Si kecil mendapat manfaat dari hafalan Anda
Ketika seorang ibu hamil menghafal, otaknya lebih sering aktif. Saat membaca teks berulang-ulang, otak mengendalikan mata untuk secara jeli mengamati huruf demi huruf dan ciri khasnya, tersimpan baik-baik dalam memori untuk kemudian dapat muncul kembali sebagai simpanan hafalan. Begitu juga jika proses menghafalnya melalui suara. Otak mengendalikan indera pendengaran untuk menyimak dengan seksama bunyi awal hingga akhir, pengucapan huruf-huruf yang khas, alunan nada dan intonasi sebagai penciri ayat yang hendak anda hafal. Semua informasi berupa suara berulang ini terolah dan tersimpan, kemudian berusaha memunculkannya kembali dalam bunyi yang sama. Otak mengendalikan lisan agar mengucapkannya seperti bunyi yang pernah diterima.
Jika hafalan untuk surat yang panjang atau bahkan beberapa surat sekaligus, maka otak akan bekerja lebih keras lagi. Otak lebih aktif, memilah ayat dan mencari tautan huruf-huruf dan kalimat, menghubungkan satu bunyi dengan bunyi sambungannya yang tidak boleh salah, serta menemukan urutan ayat berikutnya sambil langsung mengeluarkannya dalam bentuk ucapan lisan.
Keaktifan otak saat anda menghafal ini turut merawat sel-sel neuron dan menstimulasi hormon-hormon anda. Sedangkan aktivitas hormon mempengaruhi kehidupan dan sifat bayi dalam kandungan. Itulah sebabnya, jika selama hamil anda malas dan sering menangis, bayi anda berpeluang cengeng dan pemalas. Jika selama hamil anda kasar dan pemarah, hormone pemicu amarah mengaliri bayi sehingga memungkinkan bayi lahir temperamen dan agresif. Dan, jika selama hamil anda mengaktifkan otak untuk menghafal, diharapkan bayi akan lahir dengan otak yang aktif.
[Yazid Subakti]

