Pertolongan Pertama Pada Balita

Pertolongan Pertama Pada Balita

Kelahiran – Kecelakaan dapat terjadi apabila bayi melakukan gerakan ekstrim saat bermain. Maka Bunda harus paham mengenai dasar pertolongan pertama pada balita.

A. keseleo, terkilir, retak tulang

Cedera ini sering terjadi pada saat bayi melakukan gerakan ekstrim atau terjadi kecelakaan saat bermain, misalnya jatuh dari atas bed, atau tergelincir karena lantai licin.

Empat tanda jika tulang patah adalah pembengkakan, rasa sakit, gerakan yang terbatas, dan titik lembut (lokasi reta terasa lembut jika dipegang oleh jari).

Lakukan pengompresan dengan es di sekitar daerah yang dicurigai terjadi patah atau tulang retak. Hal ini dapat menghentikan pendarahan di sekitar sendi atau otot.

Rekatkan alat kompres pada daerah yang retak, lalu topanglah dengan benda yang keras seperti majalah yang sangat tebal, papan, atau benda apapun yang dapat menopang bagian tubuh yang retak. Gunakan perban yang elastis atau kain gendongan. Ini penting untuk mencegah pergerakan di sekitar bagian yang retak.

Ciri jika balita Anda mengalami patah/ tulang retak adalah berjalan pincang atau tumpuan badan hanya satu kaki. Jika hal ini terjadi, segera bawa ke rumah sakit.

B. Tersedak

Peristiwa tersedak terjadi ketika ia makan. Mungkin ia menelan tempe goreng yang belum dikunyah, sekerat daging yang belum dipotong, atau bahkan di luar acara makan ia menelan uang logam.

Ketika anak tersedak, artinya Ia sedang berusaha untuk mengeluarkan sesuatu dari saluran nafas yang terhalang oleh benda asing. Ia sedang berusaha mendapatkan udara. Tersedak merupakan penyebab kematian yang paling umum pada anak.

Jangan melakukan apapun jika anak masih terdengar menangis, batuk- batuk, atau berbicara dan bernafas dengan baik. Ini artinya saluran nafas masih berjalan normal. Batuk menunjukan bahwa Ia berusaha mengeluarkan benda- benda yang menghalangi nafasnya.

Yang Anda perlukan hanyalah ketenangan. Jangan pernah panik, karena akan membuat si kecil panik. Tenangkan si kecil, dan katakan bahwa Ia baik – baik saja. Namun walaupun demikian Anda harus tetap siaga.

Apakah si kecil bisa bernafas dengan mudah atau tidak. Tanda bahwa saluran napas terhalang adalah sulit bernapas hingga wajah berubah menjadi biru, pucat di mata lebar, mulut terbuka, meneteskan air liur, wajah panik Untuk anak yang lebih besar menunjukan tanda tersedak dengan memegangi lehernya.

Jika benda yang menyebabkan tersedak dapat terlihat jelas dengan mata, dan dapat dikeluarkan maka segeralah keluarkan dengan tangan. Namun harus tetap berhati – hati jangan sampai tangan Anda membuat benda tersebut semakin mendorong ke dalam.

Jika benda tersebut tidak dapat dikeluarkan, segera telungkupkan si kecil diatas lutut lalu tepuk punggungnya sampai benda tersebut keluar.

C. luka berdarah

Luka ni dapat berupa tusukan, sayatan, memar dan lecet, atau goresan benda kasar dan tajam. Biasanya luka terjadi karena benturan saat jatuh, memegang benda tajam dan terlukai, kejatuhan benda tajam dan sebagainya.

Luka yang dalam, robekan besar dan darah yang keluar sangat deras merupakan pertanda luka yang serius. Segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung. Jika luka berada di bagian bawah maka sebaiknya anak dibaringkan.

Untuk menghentikan pendarahan, berikan tekanan dan balut daerah luka dengan menggunakan kassa steril selama minimal 10 menit.

D. Lecet

Lecet dapat terjadi karena ia jatuh atau tergesek suatu benda keras dan kasar. Biasanya luka ini tidak berdarah, cukup dengan koyak di kulit tetapi terasa perih.

Bersihkan luka dengan cairan antiseptik, dengan menggunakan kassa steril

Tutup luka dengan plester atau kassa steril

Jika luka lecet penuh tanah, kotor dan sulit dibersihkan, sebaiknya segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat

E. Tenggelam

Kolam menarik perhatian bayi. Bayi tenggelam di kolam ikan, atau di bak air mandi adalah kejadian yang sangat umum. Tetapi yang lebih banyak lagi adalah balita tenggelam di kolam renang saat belajar renang.

Upayakan air yang tertelan dan terhisap keluar dari perut atau jalan nafasnya, dengan cara meletakkan si kecil dalam pangkuan di mana kepala dan perutnya lebih rendah dari tungkai bawah.

Setelah yakin semua air telah keluar, tidurkan anak dengan posisi terlentang dan dongakkan kepala ke belakang untuk membuka jalan napas.

Lakukan pernafasan buatan sampai Ia mampu bernafas normal kembali

Lakukan resusitasi jantung bersamaan, caranya tekankan kedua telapak tangan yang ditengkurapkan ke atas dada sebanyak 1 kali per detik sampai jantung berdetak kembali.

Bawa segera ke rumah sakit untuk mendapat perawatan berikutnya.

F. Kejang

Kejang adalah gejala suatu penyakit atau gangguan kesehatan, misalnya epilepsi atau sedang mengalami demam amat tinggi.

Baringkan anak dan arahkan kepalanya ke salah satu sisi

Dongakkan rahangnya dan arahkan mulutnya ke bawah

Lindungi kepala agar tidak terbentur akibat kejang berlebihan

Selipkan sendok diantara lidah dan langit – langit agar giginya tidak terkatup terlalu rapat.

Anak jangan diberi minum sampai sadar betul

Segera bawa ke rumah sakit/ dokter

G. Luka bakar

Luka bakar terjadi ketika anak-anak iseng mendekati kompor saat anda memasak, bermain lilin yang menarik perhatian, menyentuh air panas, atau menyentuh knalpot motor.

Lepaskan segera benda terbakar yang menempel pada bagian tubuh anak Anda (kertas yang terbakar, lilin, air panas) namun jika menempel pada kulit biarkan saja.

Siram secepatnya dengan air dingin

Tenangkan dan beri minum sebanyak yang Ia mau.

Awa ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.

H. kemasukan benda asing di mata

Saat bermain, pasir sering hinggap di mata. Saat naik kendaraan terbuka, terpaan angin dari depan kadang membawa debu dan menyangkut ke mata. Di saat yang lain, cipratan cairan dapat juga mengenai mata dan terasa perih.

Jika mata terkena cairan kimiawi atau kemasukan benda padat maka segera bilas dengan air bersih.

Segera periksakan ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Jika memungkinkan bawa contoh benda yang masuk ke mata.

I. Kemasukan benda asing di hidung

Sengaja atau tidak, bayi dan anak kecil sering mendekatkan benda ke hidung untuk dindera baunya atau sekedar iseng.

Jika benda terlihat jelas, keluarkan dengan menggunakan cotton bud yang berukuran kecil, atau cotton bud yang salah satu bagian sisinya berupa pencongkel.

Tutup salah satu bagian hidung sikecil, mintalah ia sekuat tenaga untuk mendorong (menghembus) benda tersebut keluar

Jika tidak berhasil segera bawa ke dokter/ rumah sakit terdekat

J. Kemasukan benda asing di telinga

Selain hidung, telinga juga dapat menjadi lubang yang kemasukan benda asing karena si kecil iseng atau sedang main-main, atau saat tertidur benda itu jatuh dan masuk ke dalamnya.

Jika benda terlihat maka keluarkan dengan menggunakan cotton bud yang berukuran kecil, atau cotton bud yang salah satu bagian sisinya berupa penyongkel.

Jika tidak berhasil segera bawa ke dokter/ rumah sakit terdekat

K. Mimisan

Mimisan terjadi karena ada jaringan yang terbuka dalam rongga hidung sehingga darah dapat mengalir keluar dengan leluasa.

dudukkan anak dengan posisi agak membungkuk ke depan. Tekan sisi hidung yang berdarah selama kurang lebih lima menit

Lap darah yang keluar dengan kapas/ handuk

kompres dengan air es dan pangkal hidung dan dahi untuk mengurangi pendarahan
biasanya mimisan akan segera berhenti sendiri selama satu hingga dua jam.

jika mimisan masih terus terjadi maka segera bawa ke dokter/ rumah sakit.

L. Terbentur di kepala

Banyak peristiwa yang memberi peluang kepala terbentur. Setiap gerakan bayi yang berdekatan dengan tiang, tembok, meja, dan benda keras lainnya selalu memberi peluang benturan.

Jika Anak dalam kondisi tidak sadar tetapi tetap bernafas dan bibirnya berwarna merah muda, baringkan ia di atas permukaan yang datar lalu hubungi tim medis

Sedapat mungkin jangan gerakkan leher agar tidak memperparah cedera

jika ada darah atau sisa muntahan dalam mulut, miringkan kepala ke samping dan arahkan mulut ke bawah untuk mengeluarkannya. Lakukan dengan perlahan.

Jika akan merubah posisi/ mengangkat badan, gerakkan bahu dan pinggul secara bersamaan untuk mengurangi resiko cedera pada tulang belakang.

jika Anak dalam kondisi sadar, siaga dan dapat berbicara, melakukan aktifitas seperti sebelum terkena benturan, Anda cukup mengompres daerah benturan dengan es.

Amati terus kondisi si kecil, karena jika otak terluka tanda- tanda mungkin yang tampak akan muncul dengan seketika atau dalam waktu 24 jam berikutnya. Jika terlihat tanda- tanda di bawah ini,maka segera bawa ke rumah sakit.

  • kehilangan arah atau susah bangkit
  • irama nafas saat tidur berubah mata juling
  • terus menerus muntah semakin tampak pucat
  • cairan encer atau darah keluar dari telinga

M. Keracunan

Bayi sering memasukkan benda ke mulutnya. Benda yang mengandung senyawa berbahaya membuatnya keracunan. Selain itu, makanan kadaluarsa atau makanan kurang bersih yang anda berikan juga menyebabkan si kecil keracunan.

keracunan adalah suatu kondisi ketika si kecil menelan, menghirup atau menyentuh zat apapun yang membahayakan tubuh.

jika si kecil keracunan setelah menelan benda berbahaya maka usahakan agar Ia muntah. Dengan cara memberinya minum sebanyak – banyaknya. Minuman yang diberikan dapat berupa air putih dan air kelapa muda.

jika si kecil menghirup benda berbahaya maka segeralah bawa Ia ke ruangan terbuka agar Ia dapat menghirup udara sebanyak – banyaknya.

[Yazid Subakti]