Terus Menjaring Pahala Bagian 2: Memperanyak doa

Terus Menjaring Pahala Bagian 2: Memperanyak doa

Memperanyak doa, Anda melakukannya karena memahami bahwa berdo’a itu diperintahkan dan Anda sendiri perlu memanjatkannya karena suatu kebutuhan, berharap Allah mengabulkan apa yang anda ucapkan.

Tetapi di luar itu, efek do’a sesungguhnya sangat baik untuk kesehatan dan kecerdasan anda maupun bayi dalam kandungan anda.

Di San Francisco, Amerika Serikat, pernah diadakan suatu studi untuk mengetahui efektivitas doa dan zikir terhadap penyembuhan. Studi ini dilakukan terhadap 393 pasien jantung. Responden dibagi dalam dua kelompok secara acak. Kelompok pertama memperoleh terapi doa dan zikir, sedangkan kelompok lainnya tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan terapi doa hanya sedikit yang mengalami komplikasi. Sementara pada kelompok yang tidak diberi terapi doa timbul berbagai komplikasi.

Dengan berdo’a, Allah mengabulkan kesembuhan, itu benar. Dan do’a itu sendiri adalah sebuah aktifitas yang juga memang menyembuhkan. Jadi rugilah orang yang ketika merasa sakit kemudian tidak mau berdo’a.

Bagaimana mungkin doa bisa menyembuhkan?

Jaringan syaraf menunjukkan bahwa doa mengaktifkan sistem limbik otak yang mengatur kesadaran seseorang akan diri, waktu dan lingkungannya. Metabolisme tubuh secara menyeluruh juga bergerak menuju keseimbangan sekaligus mewujudkan kesembuhan.

Proses psikologis yang terdapat dalam doa adalah hubungan yang kuat antara hamba dengan Sang Khaliq. Proses ini dapat tercapai kalau ada kejernihan hati dan pikiran dalam doa kepada Allah SWT sehingga merangsang syaraf-syaraf parasimpatis dan menimbulkan ketenangan hati bagi anda yang berdoa. Semakin tinggi dan berkualitas doa yang anda panjatkan, semakin sempurna anda memenuhi persyaratan do’a, maka do’a anda semakin mustajab yang menjadikan efek kesembuhan juga semakin besar.

  • Efek Psikoterapi Doa

Sejak tahun 1984 WHO telah menganggap upaya spiritual sama pentingnya dengan upaya fisik, psikologis dan psikososial. Seiring dengan itu, terapi yang menggunakan dimensi spiritual (terapi holistik) mulai bermunculan. Lokakarya yang diselenggarakan The American Psychiatric Association (APA) pada tahun 1993 dengan judul Religion and Psychiatry Model of Partnership memberikan suatu anjuran untuk menambahkan terapi keagamaan disamping terapi psikis dan medis (Hawari, 2002).

Dinyatakan dalam penelitian lain bahwa orang-orang yang melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai doa, memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung koroner lebih rendah 50% dibanding mereka yang tidak melakukan kegiatan keagamaan. Sementara kematian akibat emfisema (paru-paru) lebih rendah 56%, kematian akibat penyakit hati (sirosis hepatis) lebih rendah 74% dan kematian akibat bunuh diri lebih rendah 53%. Penelitian ini dilakukan oleh Comstock dan kawan-kawan sebagaimana termuat dalam Journal of Chronic Disease.

Yang lebih mengejutkan adalah bahwa kegiatan spiritual (termasuk berdo’a) ternyata mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan harapan hidup.

Untuk terapi psikologis, doa memberikan rasa optimis, semangat hidup dan menghilangkan perasaan putus asa ketika seorang menghadapi keadaan atau masalah-masalah yang kurang menyenangkan baginya. Kehamilan anda menjadi ringan dan rileks dengan selalu berdo’a. Anda merasa diberasmai-Nya kemanapun berada, dan yakin segala sesuatunya akan terjadi dalam lindungan-Nya.

  • Efek motivatif do’a, rasa percaya diri

Doa yang anda panjatkan juga menimbulkan rasa percaya diri dan optimis.

menyatakan bahwa doa merupakan autosugesti yang dapat mendorong seseorang berbuat sesuai dengan yang didoakan dan dapat merubah jiwa dan raga.

Bagi orang-orang yang sangat mengharap pertolongan Allah, berdoa akan merasakan kehadiran Allah SWT, kedamaian, ketenangan, meninggikan spiritual, dan memperkuat motivasi yang positif. Allah terasa begitu dekat dan membantu usahanya, sehingga apapun yang mereka lakukan seolah pasti selalu bisa dan berhasil. Persalinan anda nanti adalah peristiwa biasa jika anda merasa akan Allah tolong.

  • Efek do’a bagi kecerdasan emosi

Kecerdasan yang terasah oleh do’a adalah kecerdasan emosi.

Daniel Goleman melalui bukunya “Emotional Intellegence” mengatakan bahwa untuk me-ramalkan kesuksesan seseorang tidaklah cukup dengan hanya mengukur kemampuan otaknya melalui tes IQ dan berbagai tes prestasi. Perlu juga mengetahui kualitas individu tersebut (yang di masa lalu istilah sebagai karakter), Goleman menyebutnya sebagai kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ).

Ada 5 (lima) kemampuan manusia dalam mengelola perasaannya:

  1. a) Kemampuan untuk mengenali emosinya sendiri (Self Awareness).
  2. b) Kemampuan untuk mengelola suasana hati (Mood Management).
  3. c) Kemampuan untuk memotivasi diri sendiri (Self Motivation).
  4. d) Kemampuan mengendalikan nafsu (Impulse Control).
  5. e) Kemampuan untuk menangani hubungan dengan orang lain (People Skills).

Efek doa bagi kelima kemampuan emosional tersebut adalah sebagai pendorong kekuatan batin. Dalam do’a anda sering mengucap pengakuan akan kondisi dan kelemahan diri (misalnya dengan kalimat ’dzolamna anfusana” mengakui kedzaliman), ikrar dan kesiapan untuk tunduk (misalnya ”alaika tawakkalna”, kepada-Mu kami berserah diri), rasa percaya diri (misalnya ”aamannaa”, kami telah beriman), perasaan yakin akan lindungan-Nya (misalnya dengan ”A’uudzibika”, aku berlindung pada-Mu), dan optimisme akan kebersamaan-Nya (miaslnya dengan ”bismillahi” atau ”bismika”, yang artinya ”dengan nama Allah” atau ”dengan nama-Mu”).

Penghayatan atas apa yang kita ucapkan dalam doa itu adalah cukup untuk membuat perasaan kita tertata. Inilah kecerdasan emosi yang terus menerus terlatih ketika anda rajin berdo’a. Dan anda akan rajin berdo’a ketika hamil karena saat hamil anda merasa amat butuh lindungan-Nya.

  • Dzikir membuat hati tenang

Bila anda membaca Surat Al-Ra’d ayat 28, yang menyebutkan bahwa dengan mengikat (dzkir) kepada Allah maka hati menjadi tenteram, maka sesungguhnya Allah maha benar.

Potensi intelektual manusia (kapasitas otak) cenderung aktif bekerja mencari jawab atas semua hal yang belum diketahuinya. Jika anda melahirkan suatu penemuan baru, maka selanjutnya anda akan tertantang mencari temuan lain lanjutannya yang lebih rumit. Begitulah seterusnya sehingga setiap kebenaran yang anda temukan akan mengoreksi atau menyempurnakan kebenaran sebelumnya.

Dzikir dengan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah sepenuh yakin, memfokus, dan serius. Asmaul husna yang anda aca mengantarkan pikiran anda pada fokus keilahian (khusyu’).

Saat pikiran telah sampai pada fokus keilahian (fokus pada kebenaran segala sifat-sifat Allah yang disebut dan iingatnya), maka kita tidak akan mencari kebenaran selain itu sebab sifat Allah bersifat paling tinggi, tidak mungkin dicari kebenaran tandingannya. Inilah ketenangan itu, saat pengembaraan pikir mulai berhenti dan puas pada kebenaran yang bersifat tetap, yaitu mengagungkan Allah, Dzat yang Maha benar.

Ketenangan ini menjamin aktivitas hormon berjalan dengan normal selama kehamilan anda.

  • Do’a menguatkan dan menyehatkan otak

Do’a memfokuskan otak pada pikiran yang lebih ringan. Melalui alat pemindai otak, bahwa kekuatan meditasi dan doa yang intens dapat mengubah kekuatan otak, menguatkan dan memfokuskan otak pada perasaan tenang, ketakutan dan mengontrol rasa marah. Studi terhadap peran otak dalam kehidupan beragama pernah oleh para ahli saraf dari University of Pennsylvania’s Hospital. Studi ini ingin mengetahui apa yang sebenarnya yang terjadi dalam otak para penganut kepercayaan ketika mereka merenung dan berdoa kepada Tuhannya. Hasilnya, saat manusia berpikir untuk mencari jawaban sebuah pertanyaan besar dalam hidup, maka otak akan terus berkembang dan terlatih. Bila ini terus menerus dalam frekuensi yang padat, maka peluang otak menjadi kuat dan sehat semakin besar. Bagi bayi dalam kandungan yang mengikuti ritme hidup anda, do’a menjadi terapi dan stimulus otaknya untuk merekam pengalaman-pengalaman baru.

  • Do’a memperbesar kapasitas otak

Jika otak Anda yang rajin berdoa, Anda akan menemukan sebuah ruang khusus yang biasa mrnggunakannya untuk berdoa pada Allah. Riang ini bersifat temporal, yang akan ada jika anda melatihnya dan menghilang jika anda tidak melakukannya. Jadi, otak adalah tempat terjadinya fenomena spiritual dalam diri anda. Demikian pula bahkan jika orang atheis yang tak mengenal tuhan mencoba untuk berkeyakinan dan termotivasi dengan keyakinan itu, maka ia pun memiliki ruang khusus di otaknya yang tidak ia sadari. Sebaliknya, orang yang jarang berdoa hanya akan memiliki ruang yang kecil dalam otaknya karena tidak digunakan secara intensif, meskipun ia sangat paham ajaran agama itu, bahkan telah banyak berbuat amal soleh.

Sesungguhnya, bayi dalam rahim juga mendengar doa yang anda ucapkan. Berharap ia menerima aktivitas ini dan otaknya makin berkembang.

  • Do’a membakar keberanian dan percaya diri

Seorang pengamat aktifitas otak, Newberg, menggambarkan bahwa di dalam otak terdapat ‘God Circuit’ atau sirkuit Tuhan yang mempengaruhi keyakinan seseorang, dan akan terus berkembang jika terlatih. Berdoa akan mengaktifkan otak bagian depan, yang menciptakan dan menggabungkan semua pikiran tentang Tuhan. Kegiatan berdoa (atau meditasi bagi kepercayaan lain), ’God Circuit’ dalam otak akan meningkat dan perasaan pun menjadi lebih yakin. Meski Newberg mengedepakan pengaruh do’a terhadap daya kognitif, relaksasi dan kesehatan psikologi, pengaruh lain seperti kemantapan tujuan dan keberanian akan mengikutinya. Bukankah anda semakin berani dan mantap ketika merasa yakin bahwa Allah benar-benar hadir dalam kehidupan anda ?

Itulah sebabnya Rasulullah memberi penjelasan bahwa Do’a adalah senjata orang beriman. Orang beriman (berkeyakinan aqidah kuat) yang memegang do’a menjadi mantap hatinya dan berani, sama beraninya seperti tentara menenteng mortir.

Mari kita lihat fenomena ini di salah satu sudut kota kecil di belahan tanah Timur Tengah, tepatnya di Jalur Gaza. Anak-anak palestina yang berkeyakinan kuat membawa ketapel, berhadapan dengan tentara Israel di atas tank-tank canggih. Ketapel jelas bukan senjata bagi anak-anak ini, sebab hatinya telah menenteng do’a yang menurutnya sudah cukup memberanikan dan membuatnya percaya diri.

Anda berpotensi menjadi pemberani, karena otak telah terlatih dengan berbagai do’a yang meyakinkan. Jika anak palestina begitu yakin menghadap tank Israel bertahun-tahun, Anda begitu yakin menghadapi persalinan yang berlangsung hanya beberapa menit.