Minggu 51, Mengucap Kata Pertama

Minggu 51, Mengucap Kata Pertama

Kelahiran – Pada minggu ke 51 ini si buah hati mulai bisa mengucap kata. Dengan beberapa pengalaman baru, ia mulai bisa menjadi semakin lincah.

A. bayi

Pekan ini, luangkanlah lebih banyak waktu di rumah. Anda tidak ingin kehilangan momentum penting bukan?

Bayi anda mengucap kata pertamanya. Anda kan mendengar panggilan ‘mama’ untuk pertama kali dan melihat raut mukanya amat puas dengan kemampuan bicaranya ini.

Selain memanggil anda, ia akan memanggil ayahnya dan menyebut benda-benda lain atau kata kerja yang memiliki kosakata sederhana. Misalnya ‘opa’, ‘oma’, ‘nenen’, ‘maem’, ‘meong’, ‘cicak’, ‘cicit’, dan sebagainya.

Hari-hari selanjutnya adalah belajar berbicara. Ia terus mengumpulkan kosakata lain untuk diucapkan. Jangan heran jika satu kosakata ia ucapkan tidak semakin baik di hari selanjutnya. Sebab ia mungkin belum nyaman mengucapkannya dan sedang berkonsentrasi memilih kosakata lain yang lebih menarik perhatiannya.

 

B. KMS, cara pemantauan yang lebih mudah

Beberapa hal yang anda dapatkan dengan KMS adalah:

  • Dalam kartu ini akan terlihat apakah pertumbuhan (berat dan tinggi badan) sesuai dengan umurnya
  • Dapat juga digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidakseimbangan pemberian makan pada anak.
  • Catatan penting lainnya yaitu tentang imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI, pemberian makanan anak dan rujukan kerumah sakit

 

C. Pembelajaran gender kepada bayi

Bagaimana seharusnya anak laki-laki dan perempuan bersikap dan berperilaku?

Anda dapat membiasakan sejak ia masih bayi, bahkan ketika masih dalam kandungan.

Saat USG menunjukkan jenis kelamin bayi anda, anda sudah mulai membuat keputusan untuk belanja pakaian sesuai jenis kelaminnya. Mungkin anda menyiapkan baju biru untuk bayi laki-laki dan baju pink untuk bayi perempuan. Meskipun sebenarnya warna ini tidak mutlak mewakili jenis kelaminnya.

Secara psikologis, anak laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan perilaku yang berbeda karena penggunaan bagian otak yang berbeda. Anak laki-laki lebih banyak menggunakan sisi kanan otak (sisi praktis) yang membuatnya cenderung aktif secara fisik dan agresif dalam berinteraksi.

Bayi perempuan lebih responsif terhadap lingkungan sosial, mereka lebih dapat mengenali wajah dan cepat akrab, sedangkan bayi laki-laki, untuk membedakan antara wajah orang dengan mainan saja sulit.

Anak laki-laki dianggap lebih aktif, kompetitif, dan lebih senang bermain dalam grup besar. Anak perempuan memilih bermain berdua, tidak selalu ingin menang, dan lebih menikmati proses permainan daripada mendapatkan hasil akhir.

Mainan alat dapur dan boneka dianggap mewakili naluri perempuan, sedangkan mobil-mobilan dianggap mewakili mainan laki-laki.

Sebenarnya, pembedaan perilaku anak-anak seperti baik asalkan tidak dimaksudkan untuk membatasi.

Ketika besar nanti, perempuan menyetir mobil bukanlah perbuatan tercela. Demikian pula laki-laki memasak di dapur adalah hal umum di restoran.

 

TIPS
Meng-install kosakata

Ajak bayi ke kebun binatang. Pilih hewan yang namanya menggunakan dua suku kata. Setiap mengunjungi jenis hewan ini, sebutkan namanya :”unta”, “gajah”, “rusa”, “ular”, “panda”, “monyet” dan sebagainya.

Ajak si kecil ke warung sayuran. Tunjukkan jenis sayuran yang namanya mnggunakan dua suku kata :”sawi”, “Wortel”, “kentang”, “Bayam” dan sebagainya.

Setiap kali membersamainya, sebutkan nama-nama perbuatan yang ia lakukan. “Pipis”, “duduk”, “Makan”, “Minum”, “Bobok”, dan sebagainya.

Sebutkan nama benda-benda sederhana di rumah. Iarkan ia memegangnya samil anda menye but namanya :”Meja”, :”Kursi”, “pintu”, “Buku” dan sebagainya.

Ajak berbicara sebanyak-banyaknya selama anda bersama dengannya. Tidak mengapa jika sepintas anda sudah menganggapnya sebagai teman dewasa yang benar-benar dapat anda ajak berdialog.

 

REVIEW
Language Acquisition Device

Chomsky menyimpulkan dari penelitian yang dilakukannya bahwa anak dilahirkan dengan dibekali semacam piranti pemerolehan bahasa (LAD, language acquisition device).

LAD adalah suatu modal awal yang membekalinya untuk bisa berbahasa. Anak yang baru dilahirkan merespon ketidaknyamanan dengan menangis. Dari hari ke hari perkembangan bahasa anak mengalami perkembangan seiring pertumbuhan fisiknya, mulai dari bunyi yang sederhana karena pergerakan-pergerakan kecil di ujung rongga, berupa dekutan, menangis, satu kata, dua kata, banyak kata (multiple words) sampai pada bagaimana anak mengekspresikan apa yang dia rasakan (marah dan senang), apa yang diinginkan, dan bagaimana bentuk penekanan (pitch/stress).

 

ANDA PERLU TAHU
Munchausen’s Syndrome by Proxy

Munchausen Syndrome by Proxy (MSbP) adalah gangguan mental yang biasanya dialami oleh wanita, dalam hal ini seorang ibu terhadap anaknya (biasanya pada bayi atau anak-anak di bawah usia 6 tahun) dan biasanya berakibat sang anak harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit.

Pada kasus yang parah, sang anak akan secara terus menerus menghadapi situasi yang mengancam keselamatan jiwanya; dan sang ibu yang melakukannya dari luar justru kelihatan lemah lembut dan tulus.

Gangguan jiwa yang berbahaya ini bisa berakibat pada kematian anaknya karena pada banyak kasus terungkap bahwa sang ibu sampai hati menyekap (atau mencekik) dan meracuni anaknya

 

WARNING
Hati-hati dengan labeling

Labeling adalah memberi label atau julukan kepada seseorang. Label ini merupakan predikat yang akan melekat kuat pada bayi. pada awalnya ia tidak memahami artinya, tetapi kelak ia akan mencari tahu.

Label yang baik tidak menjadi masalah, tetapi label negatif dapat berdampak :
Pemalu, jika label itu bermakna kekurangan atau keterbatasan. Misalnya “Si pendek”, “si kurus” dan sebagainya.

Rasa putus asa, bila label itu bermakna celaan. Misalnya “Si cedal”, “Si kidal”, si “lemek’ dan sebagainya.
Rasa mendapat vonis jika label itu bermakna sifat tertentu yang negatif. Misalnya “si nakal,”, “Si usil” dan sebagainya.

Sebaiknya anda menggunakan label positif kepadanya. Label ini akan memberikan kepercayaan diri, rasa semangat untuk berjuang, dan pengakuan akan sifat baiknya. Misalnya “Si cerdas”, “Si Pintar”, “Si soleh”, “profesor cilik” dan sebagainya.

 

AGENDA
Ajarkan kalimat toyibah mulai saat ini

Bayi anda sudah mulai berbicara. Sekarang saatnya anda kenalkan kalimat kebaikan yang akan menjadi bagian dari akhlaknya.

Tasbih. Ajak ia bertasbih ‘subhanallah’ ketika anda melihat sesuatu yang mengagumkan.
Tahmid. Ajak si kecil membaca ‘Alhamdulillah’ ketika mendapat kegembiraan.

Tahlil. Bimbing si kecil mengucap ‘laa ilaaha illallah’ tan menyesuaikan momentum khusus, kapanpun anda sempat.

Takbir. Bacalah bersamanya ‘Allahu Akbar’ ketika anda bersama menjumpai kejadian yang luar biasa atau ingin menyemangatinya.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *