Parenting Al-Kautsar – Wudhu, secara tidak langsung merupakan upaya menyehatkan badan. Selama masa kehamilan, wudhu dapat menjadi terapi kesehatan yang juga diharapkan memperlancar persalinan nanti.
Di antara hikmah wudhu adalah membersihkan bagian-bagian yang rawan ditempeli oleh berbagai sumber penyakit.
Daftatr Isi
Mencegah Terjadi Berbagai Penyakit Kulit
Rasulullah bersabda,
Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya. (HR. Muslim).
Penyakit kulit sering muncul dari jamur, virus, maupun bakteri. Bila bibit penyakit itu ada di tangan, maka bibit ini akan mudah menyebar ke bagian tubuh lain karena tanganlah yang sering memegang bagian tubuh lain. Dengan menggaruk kepala, maka bibit penyakit menyebar ke kepala. Demikian pula kulit wajah. Wajah adalah bagian yang kulitnya sensitif. Pembasuhan air padanya akan membawa efek pembersihan yang cukup baik. Air mengalirkan debu dan kuman yang menjadi penyebab berbagai infeksi kulit.
Sedangkan kaki adalah anggota tubuh yang sangat dekat dengan tanah. Maka ia sangat rentan ditempeli oleh percikan lumpur dan tebaran debu. Kaku harus dibasuh sampai mata kaki menunjukkan bahwa daerah ini memang harus dibebaskan dari bibit-bibit penyakit.
Maka basuhan air wudhu sangat berguna untuk membuang kuman-kuman itu sehingga anda berpeluang memiliki kulit yang lebih sehat.
Menyehatkan saluran napas
Disyari’atkan untuk melakukan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) sebanyak 3 kali kemudian menyemburkannya (tetap dengan hidung) setiap kali wudhu. Ini adalah bentuk pembersihan saluran napas bagian atas.
Hidung adalah organ luar yang menjadi lubang keluar dan masuknya udara napas. Udara yang masuk disaring dengan cairan tipis dan rambut-rambut. Pada bagian ini debu dan kuman yang ikut bersama udara akan terperangkap dan berhenti di situ. Jika tidak dibuang, kuman akan tumbuh menjadi penyakit. Karena kelanjutan dari lubang hidung adalah saluran menuju paru-paru, maka dampak dari penyakit di lubang hidung ini akan sangat berbahaya, bisa mengancam paru-paru dalam tubuh.
Maka pembersihan hidung sangat penting artinya bagi kesehatan.
Orang yang selalu berwudhu memiliki hidung yang lebih bersih, bebas dari berbagai mikroba dan kuman. Mikroba yang menempel menjadi hilang bersama basuhan air wudhu. Hidung lebih sehat dibandingkan dengan orang yang tidak berwudhu.
Menjaga kesehatan saluran pencernaan mekanik
Kebanyakan penyakit mulut akibat oleh kurang bersihnya mulut. Setiap kali habis makan, mulut menjadi asam karena sisa-sisa makanan yang terdapat di dalamnya mengalami perubahan kimiawi oleh enzim yang terdapat dalam air liur. Mulut jadi bersifat asam dan sering mengandung bakteri.
Keadaan ini menjadi penyebab penyakit radang gusi dan memicu sariawan, terutama jika kekebalan tubuh sedang menurun karena asupan vitamin C yang kurang.
Kalaupun tidak sampai menimbulkan peradangan dan sariawan, keasaman air liur menyebabkan gigi mudah lapuk (gigi terbentuk oleh zat Kalsium yang mudah rusak oleh keadaan asam).
Berkumur-kumur dalam wudhu itu memiliki hikmah menjaga kebersihan mulut dan kerongkongan dari berbagai kuman atau bakteri yang merusaknya. Bila anda rajin bersiwak, maka ini adalah keutamaan yang sangat besar, dan perawatan mulut menjadi lebih optimal.
Jadi, rajin berwudhu adalah upaya tanpa sadar bahwa anda sebenarnya telah menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Menjaga kesehatan mata
Apa yang terjadi setiap kali anda berkedip?
Kedipan itu sebenarnya adalah gerak refleks kelopak untuk mengusir kuman, debu, atau benda asing lainnya yang hinggap pada mata. Atau, kelopak sedang meratakan cairan mata agar proses melihat menjadi lebih nyaman.
Ini artinya, di sekitar mata kita banyak sekali debu atau kuman yang berpeluang menempel. Karena mata adalah jaringan yang basah, sedangkan kuman mudah hidup di daerah basah, maka kuman-kuman sangat menyukai mata sebagai tempat berkembangnya. Jika anda melihat bangkai binatang, maka mata adalah salah satu organ luar yang paling dahulu mengalami pembusukan.
Membasuh muka mengandung hikmah pembersihan daerah sekitar luar mata. Alis, bulu mata, dan kulit luar kelopak mata terkena air sehingga debu dan berbagai bibit penyakit yang semula menempel menjadi hilang.
Pada waktu anda bepergian di jalan ramai, mata adalah salah satu jaringan terbuka yang paling awal menerima polusi udara. Senyawa kimia berbahaya dapat menempel padanya dan akan menumpuk lebih banyak jika tidak bersih. Anda yang rajin berwudhu, memiliki peluang kesehatan mata lebih baik, terutama selama kehamilan ini.
Menjaga kesehatan pendengaran
Telinga juga merupakan jaringan terbuka yang memiliki saluran langsung dengan organ tubuh bagian dalam. Alat indera ini rentan terhadap masuknya penyakit dan infeksi jika tidak membersihkannya dengan baik. Debu-debu yang menempel di daun telinga dapat menjadi awal keberadaan bakteri dan virus yang pada saat tertentu menjadi masalah serius. Kita tak pernah sadar keberadaan bibit penyakit ini dan baru mengeluh saat penyakit sudah menjangkiti.
Mengusap telinga saat wudhu memiliki hikmah pencegahan organ pendengaran dari berbagai infeksi telinga. Orang-orang yang rajin berwuduk berpeluang lebih sehat telinganya daripada mereka yang tidak berwudhu.
Memelihara kesehatan rambut dan kulit kepala
Rambut mungkin sepele, padahal ia adalah penyeimbang suhu kepala dan penjaganya dari benturan secara langsung kulit kepala. Rambut dan kulit kepala yang tidak sehat membawa dampak serius pada organ-organ yang ada di kepala.
Sifat rambut dan kulit kepala adalah lembab, karena terdapat minyak alami tubuh ditambah dengan hasil pengeluaran kelenjar keringat. Sedangkan kelembaban adalah syarat terjadinya pertumbuhan bakteri dan jamur. Oleh sebab itu bagian kepala adalah salah satu tempat yang disukai oleh bakteri dan jamur untuk tumbuh. Inilah alasannya mengapa para tentara berambut pendek dan wajib sering keramas agar tugas-tugas ketentaraan tidak terganggu. Sebab hanya karena gatal di kepala, tentara bisa salah tembak, atau gerakan menggaruk kepala bisa menjadi sinyal bagi musuh untuk menembaknya.
Maka, membasuh kepala pada saat berwudhu memiliki hikmah menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Penjagaan kesehatan ini bermakna jangka panjang agar kulit kepala dan rambut selalu sehat, dan bermakna jangka pendek yaitu bebas dari gangguan pada saat menjalankan ibadah shalat. Sebab shalat harus khusyu dan konsentrasi penuh.
Efek pijatan yang menyehatkan
Organ tubuh yang menjadi anggota wudhu ada dalam QS al-Maidah :6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki.
Stefen W. Kuffer, Pakar neurologi dari Massachussett, mengungkapkan bahwa asal sinyal yang dihantarkan serat-serat saraf dan tujuan hantarannya dalam otak menentukan isi informasi yang dihantarkan. Jadi, jika serat tersebut sebagai ‘kabel’ khusus penghantar informasi visual, maka yang sampai ke otak adalah informasi visual. Demikianlah kinerja berbagai jenis saraf yang lain memiliki tugas yang berbeda tetapi sinergis dan selalu kompak.
Saraf bekerja dengan sinyal listrik alami tubuh. Sinyal ini terdiri atas gelombang sebesar 0,1 Volt dengan kecepat hantar kurang dari 0,001 detik sekali hantar. Pergerakan sinyal sepanjang sel saraf sangat singkat, yaitu 270 mil/jam atau 120 meter/detik. Oleh sebab itu sel-sel saraf kita tidak pernah terlambat menyampaikan informasi atau setiap rangsangan yang kita terima.
Efek terapi air
Air mengandung kekuatan, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).
Pusat-pusat saraf yang paling peka adalah bagian dahi, tangan, dan kaki. Pusat saraf ini sangat sensitif terhadap siraman air segar yang menjadikannya terlatih untuk selalu aktif. Demikian oleh Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudhu yang membasuh pusat-pusat saraf tersebut.
Ia bahkan merekomendasikan agar wudhu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan. Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat saraf tersebut, maka berarti Anda memelihara kesehatan dan keselarasan pusat saraf. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
[Yazid Subakti]

