Kelahiran – Bayi sudah dapat menampakkan ekspresi, dapat membedakan suara yang familiar dan suara asing, dan ia sudah menjadi pendengar yang baik.
Daftatr Isi
A. Bayi Menampakkan Ekspresi
Ekspresi bersahabat ia tunjukkan dengan senyum ramah. Ketika marah, ia menangis keras dengan muka merah padam. Inilah ekspresi yang ia tunjukkan.
Bayi anda dapat membedakan suara yang familiar dan suara asing, dan ia sudah menjadi pendengar yang baik. Ia juga dapat menunjukkan kepada anda bahwa ia sudah dapat menyesuaikan lingkungan. Ia sudah dapat memperkirakan dari mana suara berisik atau bunyi tertentu berasal.
Pembicaraan yang sedang berlangsung dapat membantu bayi anda mengembangkan kepekaannya terhadap ruang. Ia mungkin memperhatikan mulut anda ketika anda berbicara, ingin tahu bagaimana mulut orang bergerak ketika berbicara. Anda akan takjub dengan kemampuannya berkomunikasi dengan melalui senyuman, tangis manja, atau teriakan kecil yang ekspresif.
B. Anda dan Ekspresi Bayi
Kita melanjutkan pembicaraan mengenai hubungan intim, seperti pekan sebelumnya.
Penting untuk anda ingat bahwa menjadi orang tua baru tidak berarti bahwa anda tidak mampu secara seksual ‘bermain’ dalam waktu lama. Jika anda tidak punya cukup waktu, stamina, atau semangat untuk berhubungan intim, anda dapat menemukan cara lain untuk mengekspresikan cinta anda.
Kata-kata cinta
Tetaplah menjaga komunikasi secara terbuka. Saling berbicara membantu anda merasa ringan. Katakan apa yang anda rasakan saat ini, dan sampaikan apa yang anda inginkan darinya.
Cinta dengan canda tawa
Ketika cinta anda berubah drastis dan anda sangat lelah anda dapat bercanda. Kesalahan-kesalahan tindakan anda sebagai ibu aru, dan suami sebagai ayah baru, anda bahan lelucon yang menyegarkan.
Cinta dengan waktu spesial
Kadang-kadang penting bagi anda sejenak menitipkan si kecil kepada orang yang anda percayai. Anda berpisah beberapa saat untuk menikmati suasana berdua dengan suami. Menonton film, makan di restoran, atau apapun yang dapat anda dan pasangan nikmati bersama. Satu atau dua jam kebersamaan ini dapat kembali mengikat rasa cinta anda.
Cinta dengan sentuhan
Seks tidak semata-mata hubungan intim. Ciuman, pelukan, sentuhan atau belian adalah bentuk lain ungkapan rasa cinta. cara ini lebih hemat energi dan membantu anda merasa rileks.
Kalaupun perasaan renggang anda dengan suami itu terjadi di minggu ini, itu biasanya hanya bersifat sementara. Beberapa saat lagi anda akan memulainya dengan hangat, bahkan mungkin lebih dahsyat daripada sebelum punya bayi.
C. Ikan laut Mencegah Depresi pasca persalinan
Ikan laut makanan yang sangat baik mengkonsumsinya setelah persalinan. Hasil penelitian di negara – negara yang penduduknya mengkonsumsi ikan dalam jumlah besar menunjukkan bahwa tingkat depresi warganya rendah. Termasuk rendahnya kejadian depresi pada ibu yang baru melahirkan.
Ikan laut dapat membantu kerja otak agar memiliki semangat lebih baik (mengatur mood). Seorang dokter spesialis anak, James Sears, menganjurkan pada setiap ibu melahirkan agar mengonsumsi makanan yang kaya akan minyak omega 3, misalnya ikan salmon atau lainnya. Ikan seperti ini dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu penanganan depresi.
Jika tidak mengkonsumsi ikan, Anda dapat mengkonsumsi minyak ikan. Ini penting karena anda akan mendapat kandungan asam lemak esensialnya, yaitu DHA. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi. dengan mengkonsumsi DHA dari ikan, kadar DHA dalam ASI Anda akan meningkat.
D. Kapan ASI mulai keluar?
Belum keluarnya ASI pada hari pertama kelahiran adalah sesuatu yang normal. Hari-hari pertama ditandai dengan keluarnya kolostrum, berupa cairan kekuningan dan berlemak, dengan jumlah yang kecil tetapi sangat penting untuk antibodi bayi. Setelah hari kedua sampai ketiga, ASI baru keluar dalam jumlah lebih banyak.
Secara alami Bayi dapat bertahan selama 2-3 hari sejak lahir tanpa ASI. Lactogenesis atau stadium laktasi terdiri atas beberapa fase, yaitu :
Fase I
Pada tahap ini ASI sudah mulai terproduksi. Kandungan Laktosa dan protein dalam ASI mulai meningkat. Tahap ini berakhir beberapa hari pasca persalinan, ketika kebutuhan bayi belum terlalu banyak. Di awal tahap ini, yang payudara produksi ini adalah cairan kolostrum.
Fase II
Tahap ini dimulai pada hari kedua sampai kelima pasca persalinan. Pada saat ini aliran darah dalam payudara meningkat. Secara klinis hal ini tertandai dengan banyaknya sekresi ASI. Komposisi dan kualitas ASI pun mulai berubah sampai 10 hari pertama kelahiran bayi. ASI pada masa ini adalah ASI Masa Peralihan
Fase III
Hari 10 kelahiran bayi adalah awal dari fase III Lactogenesis, dimana komposisi ASI sudah mulai stabil. Pada fase ini, cairan susu tersebut sudah deal dan disebut Air Susu Matur.
E. Memilih Kontrasepsi

1. Kontrasepsi Hormonal
- Pil Kombinasi
Konsumsi pil ini setiap hari untuk menghindari kehamilan. Setiap tabletnya mengandung hormon yang sama dengan hormon dalam tubuh Anda, yaitu progestin dan estrogen. Kadar kedua hormon tersebut dalam pil ini sangat rendah untuk meminimalkan efek yang tidak anda inginkan.
- Pil progestin
Berbeda dengan pil kombinasi, dalam pil ini terkandung hanya satu jenis hormon, yaitu progestin dengan kadar yang sangat rendah. Kadar progestin dalam pil KB jenis ini sekitar setengah hingga sepersepuluh dari kadar progestin yang ada pada pil kombinasi.
- Suntik
KB suntik adalah cairan hormon yang berbentuk suntikan (injeksi). Hormon yang terkandung di dalamnya adalah progestin, sama dengan hormon pada pil KB. Begitu suntik, hormon ini perlahan mengalir mengikuti aliran darah sampai akhirnya bekerja pada sistem reproduksi untuk mencegah kehamilan.
- Susuk
Susuk KB sebenarnya adalah kapsul kecil yang tertanam di bawah jaringan kulit di bagian bahu. Satu paket terdiri atas 6 batang.
Kapsul susuk ini berisi progestin, sama dengan kandungan hormon yang terdapat pada pil Kombinasi, pil mini, dan suntik. Kadar progestin sangat kecil dan mengalir dalam aliran darah perlahan-lahan. Dengan menggunakan susuk KB ini, anda dapat terhindar dari kehamilan selama kurang lebih 5 tahun sehingga penggunaannya harus ada perhitungkan karena efeknya berjangka panjang.
2. Kontrasepsi Mekanik
- Kondom
Kondom adalah ’sarung’ yang terbuat dari bahan latex atau sintesis semacam karet yang tipis, steril, dan elastis. Beberapa jenis kondom ada dengan pelumas beraroma dan dengan permukaan yang berduri lembut.
Kondom yang beredar di Indonesia umumnya untuk laki-laki. Kondom perempuan tidak populer dan sangat sulit ditemukan di negeri ini. Ukuran dan bentuk kondom bervariasi antara satu merek dengan merek lain. Bentuk, ukuran, dan harga kondom tidak menunjukkan efektifitasnya dalam mencegah kehamilan.
- Intrauterine Device (IUD)
IUD adalah metode pencegahan kehamilan dengan menanam benda pada rahim. Bentuk benda ini kecil berbahan plastic dan lilitan kawat tembaga fleksibel.
Bila pengguna IUD merasa tidak cocok, alat ini dapat dilepas dengan bantuan dokter, bidan atau tenaga medis. Melepas IUD sendiri tidak dianjurkan karena ada beberapa prosedur yang harus dilalui.
Dalam istilah Indonesia, IUD sering juga disebut AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
- Cervical Cap
Cervical Cap adalah penutup servix yang terbuat dari karet atau plastic tipis elastis. Alat ini dipasang ketika hendak berhubungan seksual untuk menghindari kehamilan. Pemasangan Cervical Cap biasanya disertai dengan spermisida ( biasanya berupa jelly yang mengandung zat pembunuh sperma) agar sperma melemah atau bahkan mati sebelum berhasil menyusup ke rahim .
Ketersediaan cervical cap di Indonesia sangat terbatas dan tidak popular. Kebanyakan klinik keluarga berencana, rumah bersalin, dan apotek tidak menyediakannya.
3. Kontrasepsi Mantap
- Tubektomi
Tubektomi adalah sterilisasi bagi wanita yang tidak boleh hamil lagi. Sifat sterilisasi ini adalah permanen, untuk selamanya.
Metode ini dilakukan dengan prosedur operatif yang dilakukan oleh dokter atau bidan terampil. Masyarakat sering menyebut metode ini dengan istilah “Operasi” KB atau “pengangkatan rahim”.
Dalam operasi sterilisasi ini, tuba falopi dipotong atau diikat. Fungsi tuba ini sebenarnya adalah mengantarkan sel telur dari ovarium menuju rahim. Dengan putus atau terikatnya tuba, maka sel telur tak dapat sampai ke rahim sehingga kehamilan tidak akan terjadi meskipun ran sel sperma berhasil masuk.
- Vasektomi
Bila tubektomi untuk mensterilkan wanita, maka vasektomi adalah upaya pencegahan kehamilan dengan cara mensterilkan organ reproduksi laki-laki.
Vasektomi dengan cara memutus saluran sperma yang mengalir dari testis. Dengan putusnya saluran ini, sperma tidak dapat mengalir dan laki-laki hanya mengeluarkan cairan semen tanpa mengandung sperma.
4. Kontrasepsi Alami
- Pantang berkala (awareness-based method)
Pantang berkala adalah cara mencegah kehamilan dengan menghindari hubungan senggama pada waktu kesuburan memuncak. Senggama pada saat di dalam kandungan tidak sedang terjadi ovulasi.
Ada empat macam cara pantang berkala yang dikenal, yaitu Sistem kalender (rhythm), pengukuran suhu badan (basal body temperature/BBT), melihat kekentalan lendir serviks (cervical secretion), dan gabungan antara pengukuran suhu dengan kekentalan lendir.
- Metode laktasi (Lactational Amenorrhea Method/LAM)
Selama masa penyusuan berlangsung, ibu terhindar dari kehamilan meskipun aktivitas seksual dengan suami tidak mengalami perubahan. Penyusuan yang mencegah kehamilan ini adalah penyusuan secara optimal, dari pemberian ASI Eksklusif (bayi tidak makan apapun selain ASI selama 6 bulan sejak kelahirannya). dan lanjut dengan memberi makanan tambahan kepada bayi sampai 2 tahun.
- Azl (coitus interruptus)
Azl (coitus interruptus) atau senggama terputus adalah metode pencegahan kehamilan dengan cara menumpahkan sperma di luar organ reproduksi wanita. Pasangan tetap melakukan hubungan senggama seperti biasa tetapi saat ejakulasi mendekati puncak, menarik alat vital keluar sehingga sperma memancar di luar.
Kemudian setelah sperma keluar hubungan senggama tidak dapat lanjut lagi kecuali telah yakin bahwa alat kelamin telah bersih dari sperma (dengan mencucinya atau melapnya). Namun hal ini sulit karena aktivitas mencuci atau melap menyebabkan pecahnya konsentrasi dan hubungan sulit melanjutkannya kembali.
[Yazid Subakti]

