Kelahiran – Nabi Ibrahim as adalah orang yang pertama kali melakukan khitan dan mengajarkan syariat ini kepada umatnya. Ajaran ini kemudian berlanjut oleh umat nabi sesudahnya dan mengakar sebagai tradisi di beberapa tempat.
Daftatr Isi
D. Waktu khitan
1. Secara medis
Secara medis, waktu terbaik anak-anak untuk berkhitan sama dengan waktu terbaik untuk menjalani operasi lain pada umumnya. Khitan yang paling rawan adalah pada saat baru awal lahir atau saat ia mengalami tahap perkembangan tengkurap.
Saat baru lahir, ia tidak dianjurkan menerima obat bius. dalam prosedur operasi, misalnya operasi bayi sumbing, bayi harus menunggu minimal tiga bulan. Sedangkan pada saat ia tengkurap, bagian yang dikhitan akan rawan lecet dan dikhawatirkan perawatannya lebih sulit karena bagian kemaluan sering ada di again bawah menopang tubuh
2. Secara fiqih
Hukum fikih tidak menentukan kapan usia khitan paling ideal. Rasulullah mengkhitan Hasan dan Husain pada usia 7 hari (usia akikah). Atau, sesuai pendapat Ibnu Mundzir, sebaiknya di usia 7 tahun. Saat usia 7 tahun anak-anak sudah harus diajari dan dibiasakan menjalankan sholat. Karena sholat mengharuskan seluruh again tubuhnya suci, maka khitan adalah bagian dari pendidikan ini.
Atau, setidaknya, kewajiban sholat berlaku ketika anak-anak memasuki masa akil balig. Jadi, waktu yang jelas-jelas wajib adalah pada saat baligh, karena pada saat itulah anak-anak wajib melaksanakan sholat. Tanpa khitan, sholat tidak sempurna sebab kesucian sebagai syarat sah sholat tidak terpenuhi.
3. Bagaimana jika di usia bayi?
Salah satu alasan kurang pas orang tua mengkhitankan anaknya ketika bayi adalah karena bayi tidak atau sedikit merasa sakit ketika dikhitan. Sesungguhnya, sel-sel kulit penis bayi yang baru lahir cukup peka terhadap rasa sakit. Jika ia dijepit atau dipotong, rasa perih itu tetap ada.
Memang bayi tidak meronta atau hanya sedikit melawan ketika dikhitan. Mengapa? Karena ia tertidur lelap, terpengaruh oleh pembiusan. Bahkan bayi tidak menangis justru merupakan tanda reaksi menarik diri karena menanggung rasa sakit yang luar biasa. Jangan-jangan, justru karena saking sakitnya ia tak bisa menangis.
Apakah luka khitan saat bayi lebih mudah sembuh dan perawatannya lebih mudah?
Ini tergantung anda, bayi anda, metode khitan, dan tingkat keahlian dokter yang mengkhitannya. Banyak orang memilih khitan di usia 7 – 10 tahun karena di usia tersebut anak-anak sudah siap mental dan menjelang akil balig. Tapi orang tua yang menyukai pesta memiliki alasan lain, yaitu usia tersebut adalah paling pantas bagi putranya sebagai pengantin, dengan aneka upacara ritual dan hiburan.
Jadi, mengenai usia khitan, lihatlah kondisi putra anda saat itu. Anda berkewajiban mengamati kondisi fisik dan mentalnya. Lakukan observasi secara matang sebelum mengambil keputusan.
E. Walimah Khitan
Apakah khitan harus dengan walimah (perayaan) seperti pesta pernikahan?
Walimah artinya perayaan. Dalam peristiwa khitan, orang sering menyebutnya ‘walimatul khitan’.
Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Utsman bin Abi Ash bahwa walimah khitan termasuk yang tidak menjadi anjuran. Namun demikian ini bukan berarti terlarang. Imam Nawawi menegaskan bahwa walimah khitan boleh.
Sebagaimana umumnya perayaan atau walimah islami, anda sebaiknya memperhatikan beberapa ketentuan:
Tidak berlebihan menyelenggarakannya, cukup mengundang orang untuk perjamuan atau hiburan sesuai kemampuan (termasuk berlebihan adalah berhutang demi membiayai hajatan, atau acara semalam suntuk)
Menghadirkan acara yang tidak bernilai maksiat atau memberi peluang kepada tamu untuk bermaksiat (mempertontonkan aurat, mabuk, berjudi, berkhalwat, dan sebagainya).
Tidak bermaksud pamer (riya’), tetapi semata mensyukuri karunia Allah dan berbagi kenikmatan.
Tidak menyertakan ritual yang bernuansa syirik, meskipun berniat sebagai hiburan. Misalnya mengundang atraksi yang bekerjasama dengan jin).
Diselenggarakan dengan tetap menghormati waktu-waktu ibadah, misalnya berhenti saat adzan dan menganjurkan orang untuk sholat.
[Yazdi Subakti]

