Minggu 25, Kebiasaan Menggigit

Minggu 25, Kebiasaan Menggigit

Kelahiran – Pada minggu ke 25 kelahirannya, buah hati anda mulai ada kebiasaan menggigit, ia menggigit apa saja yang ia temukan.

A. Bayi

Bayi mulai menggigit jemarinya sebagai pelampiasan jika tidak menemukan apa-apa. Sambil menggigit-gigit jemarinya, ia mengoceh dan memain-mainkan kakinya.

Keasyikan ini sering diganggu oleh ibunya sendiri, yang beranggapan bahwa menggigit jemari itu adalah kebiasaan buruk. Padahal ia hanya ingin melatih saraf di mulutnya, membiasakan gusi menjelang tumbuhnya gigi.

Untuk menghargainya, anda dapat memberikan karet gigitan yang biasa dijual di toko bayi. karet steril ini memang bermanfaat untuk melatih gusi dan gigi baru bayi.

 

B. Anda

Perubahan pola makan dan aktivitas dapat membuat anda terserang berbagai gangguan. Mungkin sekarang ini anda semangat-semangatnya menjalani aktivitas luar, misalnya bekerja. Padahal di sisi lain, anda tetap mencurahkan tenaga dan waktu untuk merawat bayi. Artinya, anda melakukan peran ganda antara seorang ibu yang peduli bayi dan seorang aktivis yang selalu bergerak.

Perhatikan asupan gizi anda. mengabaikan urusan gizi dapat menyebabkan anda kekurangan zat tertentu yang memicu sakit. Kelebihan kalori menjadikan berat badan anda makin sulit dikendalikan.

Perhatikan pola makan. Kesibukan dan kelelahan dapat merubah jadwal makan menjadi tidak teratur. Bukan hanya jadwal, jenis makanan yang anda pilih juga dapat dipengaruhi oleh pengaturan waktu anda. Jangan sampai karena selalu sibuk di pagi hari, anda hanya sempat makan mie instan.

Perhatikan cairan tubuh. Minum air atau cairan lan dapat membuat anda tetap bugar. Sediakan selalu air putih, setidaknya 2 liter anda habiskan tiap hari. Selain itu, sumber air yang bukan cairan dapat anda konsumsi juga, yaitu buah-buahan.

 

C. Menu satu hari

Anda harus mengatur menu harian lebih teliti sekarang. Hal penting yang mengharuskan anda memperhatikan menu adalah :

  • Mempertahankan kelancaran dan kualitas ASI
  • Pemulihan kesehatan dan stamina tubuh
  • Mempertahankan berat badan agar tidak terus bertambah

Berikut ini adalah contoh susunan menu dalam sehari:

Makan pagi

    • Nasi pecel
    • Empal goreng kremes
    • Sate telur puyuh
    • Kerupuk

Selingan I

    • Roti goreng isi udang
    • Es jeruk

Makan siang

    • Nasi
    • Gurame asam manis
    • Oseng tahu buncis
    • Capcay Seafood
    • Melon

Selingan II

    • Carang gesing

Makan malam

    • Nasi
    • Udang goreng mentega
    • Cah tempe brokoli
    • Semangka
    • Menjelang tidur Susu
    • Roti

 

D. Persiapan untuk relaktasi

1. Menstimulasi kembali organ menyusui

  • Pompa atau meremas payudara dan organ-organ produksi ASI.
  • Mengajarkan anak untuk menyusui kembali. biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactation aid. Terdiri atas botol plastik yang diisi ASI donor atau susu formula. Botol plastik tersebut akan ditaruh dengan mulut terbalik. Dari ujung tutup botol dialiri 2 buah selang kecil yang ditempelkan di kedua puting susu. Sehingga ketika bayi mengisap payudara, ia akan mendapat asupan susu dari botol. Isapan yang diterima payudara sambil si bayi menyusu dari selang akan merangsang produksi ASI.

2. Persiapan mental

Anda membutuhkan dukungan dari suami, Ibu, keluarga terdekat dan teman – teman Anda. karena proses relaktasi sangat dipengaruhi kesiapan mental Anda.

  • Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  • Mintalah dukungan dari dokter, konsultan laktasi ataupun teman yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Sering membuka informasi internet atau milis kesehatan di internet.
  • Percaya diri, motivasi yang tinggi serta positif thinking adalah kunci sukses program relaktasi.
  • Anda harus memahami bahwa jangka waktu yang dibutuhkan agar pasokan ASI kembali meningkat sangat bervariasi.
  • Lama berhenti menyusui dapat dijadikan gambaran mengenai jangka waktu relaktasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama.
  • Untuk menghasilkan kembali pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan membutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali.

3. Persiapan fisik

  • Pastikan cukup makan dan minum. Meningkatkan asupan protein, sayuran dan buah- buahan.
  • Menggunakan suplemen untuk merangsang produksi ASI tentunya Anda harus berkonsultasi dengan bidan/ dokter.
  • Banyak beristirahat. Delegasikan semua tugas- tugas Anda.
  • Meningkatkan skin to skin contact . Hal ini dapat tercapai dengan cara tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Katakan kalimat – kalimat positif padanya, misalnya bunda sangat sayang ade, dan ingin memberikan yang terbaik untuk ade.
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang nyaman

 

E. Flu Pada bayi

Penyebab flu pada umumnya adalah karen infeksi virus, atau dalam beberapa kasus juga karena adanya bakteri. Mikroba ini menyebabkan lapisan saluran pernapasan terkena infeksi, yaitu pada hidung, sinus, telinga, batang leher, dan cabang tenggorokan di dalam paru-paru itu. Sambil bersarang di dalam selaput yang lembab ini, kuman memperbanyak diri.

Jaringan tubuh organ saluran nafas bereaksi terhadap penyerbuan kuman ini dengan mengeluarkan lendir kental dan terjadi pembengkakan. Inilah yang namanya pilek. Hidung berair, tenggorokan berdahak, dan badan yang menjadi sakit.

Lendir terus keluar ke lubang hidung, sebagian mengalir ke dalam sehingga menyebabkan tetesan cairan di hidung bagian belakang. Ada perasaan gatal di kerongkongan, suara menjadi parau, dan batuk.

Jika kuman bergerak lebih jauh memasuki saluran rongga pernapasan, terjadilah pembengkakan dan lendir di dalam sinus dan telinga. Akhirnya, kuman ini membuat penetrasinya yang paling dalam, ke dalam cabang tenggorokan dalam paru-paru, dan lapisan yang membengkak mempersempit saluran udara. Akibatnya, nafas menjadi berisik dan tersengal-sengal.

Refleks dalam saluran napas menyebabkan batuk dan bersin. Pada umumnya sistem kekebalan alami tubuh mampu mengatasi kuman ini hingga sembuh sendiri. Setelah batuk, bersin dan beringus selama beberapa hari, tubuh bayi anda akan sehat kembali.

Pada saat tertentu flu memakan waktu agak lama untuk sembuh. Kuman membandel dan lendir di saluran napas menjadi kental.

Mengeluarkan lendir kental itu tidak semudah seperti lendir encer. Sambil menghambat jalan pernapasan, lendir itu semakin mengental dan warnanya menjadi hijau. Ini adalah media yang nyaman bagi kuman lain untuk hidup di dalamnya.

Bakteri pendatang berkembang dalam lendir kental. Selanjutnya bertambahlah jenis infeksi baru.

Demam pada masa ini sangat umum karena tubuh harus melawan infeksi baru yang datang ini. Inilah salah satu alasan mengapa dokter memberi antibiotik, tujuannya lebih pada pemberantasan bakteri penyerta. Sedangkan obat lainnya biasanya adalah pengencer lendir agar lendir (media tumbuhnya kuman baru) segera keluar, dan penurun panas agar tubuh anak dapat menjalani metabolisme dengan normal.

 

TIPS
Mengurangi risiko ISPA

ISPA tiba-tiba menyerang tanpa anda ketahui kesalahan apa yang menjadi biangnya. Tetapi anda dapat memperkecil resiko ini.

  • Beri bayi penyusuan eksklusif. ASI kaya zat kekebalan tubuh yang mencegah mikroorganisme masuk ke tubuh bayi. Kasus Pneumonia yang menyerang bayi yang mendapat susu botol 2 kali lipat lebih banyak daripada bayi ASI.
  • Usahakan bayi cukup tidur. Untuk usia bayi 0-6 bulan lamanya tidur sekitar 16 jam, usia 6-12 bulan kurang lebih 14 jam.
  • Jangan lupa imunisasi. Pemberian imunisasi lengkap harus sudah selesai pada bayi umur 1 tahun. Apabila tidak tercapai, segera imunisasi si kecil. Imunisasi dapat mencegah beberapa penyakit saluran napas yang serius, seperti batuk rejan, tuberkulosis dan campak.
  • Setelah usia 6 bulan, beri bayi sayuran dan buah, terutama yang berwarna merah dan kuning karena kaya vitamin C dan vitamin A. Vitamin ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah infeksi.
  • Jaga kebersihan lingkungan. Biasakan cuci tangan dan jangan batuk dan bersin di depan anak (gunakan masker). Jauhkan benda kotor dari rumah.

 

REVIEW
Kemarahan orang tua dapat meracuni otak anak

Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak Indonesia. Hasilnya “Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak dari kecil.
Kondisi pikiran yang serba negatif itu, adalah salah satu akibat dari “keracunan otak” akibat ulah orang tuanya. Ketika mereka berada di usia keemasan. Kondisi yang tidak kondusif, misalnya orang tua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak anak.

 

ANDA PERLU TAHU
Cairan mata

Bayi memiliki mata yang kadang lebih basah dari dewasa. Antara mata dan hidung bayi terdapat saluran yang belum sepenuhnya lancar. Ketika mata mengeluarkan cairan, air mata mengalir ke hidung. Selama minggu pertama atau bulan pertama, anda mungkin mendapati mata si kecil terkatup lengket dan kesulitan membuka setelah bangun tidur. Ada lapisan kotoran mata berwarna kuning yang menjadi penyebabnya. Ini terjadi karena saat kelahiran, ujung saluran air mata kadang menyempit atau tertutup oleh selaput. Selaput ini sering kali tidak terbuka seluruhnya sehingga saluran air mata berisi, dan air mata berkumpul di satu atau kedua mata. Cairan yang tidak mengalir dengan baik menumpuk, kering menjadi semacam kotoran berwarna kuning tersebut.

 

WARNING
Hati-hati dengan perhiasan bayi

Bayi-bayi perempuan sering menjadi objek hiasan, dan padanya dipasang perhiasan yang berharga, yaitu emas.
Bayi yang ditindik di telinga mendapat hadiah berupa anting emas, juga diperlengkap dengan cincin di jari manisnya atau gelang di lengannya. Ada beberapa hal yang perlu direnungkan mengenai hal ini.

  • Pertama, emas adalah logam. Hampir semua benda berbahan logam (kecuali raksa) memiliki ketajaman untuk melukai atau melecetkan kulit.
  • Kedua, benda ini kecil, menarik, dan mudah tertelan. Suatu saat bayi menggigitnya karena gemas, lalu menelannya.
  • Ketiga, emas adalah barang berharga. Penjahat tidak pandang bulu ketika mengincar barang berharga, apakah itu milik bayi atau ibunya. Bayi menjadi sasaran kekerasan karena mengenakan emas.
  • Keempat, gemerlap emas tidak menambah nilai apapun pada penampilan bayi. Bayi masih terlalu jauh untuk menyandang status sosial, menjadi tempat penyimpanan aset harta, apalagi untuk tampil mempesona.

Jadi, tidak ada alasan yang masuk akal untuk memakaikan perhiasan emas pada bayi kecuali kecerobohan.

 

AGENDA
Siapkan peralatan makan dari sekarang

  • Sepekan lagi bayi anda mengakhiri masa penyusuan eksklusif. Ia tetap menyusu tetapi anda harus mengenalkan makanan lain pendamping ASI.
  • Siapkan kursi makan. Sebaiknya kursi memiliki pengaturan ketinggian dan terdapat sabuk pengaman serta meja yang nyaman.
  • Siapkan peralatan makan seperti piring, mangkuk, gelas, dan sendok bayi.
  • Rencanakan waktu-waktu makan dengan tepat, yaitu waktu khusus yang anda tidak merasa terganggu dengannya dan bayi menerimanya dengan senang.
  • Buka kembali buku tentang menu pendamping ASI dan resep-resep yang anda punyai.

 

[Yazid Subakti]