Hukum Melaksanakan Aqiqah Ketika Sudah Dewasa

Hukum Aqiqah mungkin mejadi pertanyaan dalam benak sebagian orang. Karena tidak setiap orang mengetahuinya.hukum aqiqah sunnah atau wajib ya ? pertanyaan seperti ini mungkin sering muncul. Hukum Aqiqah adalah sunnah muakkadah menurut ijma para Ulama.hanya beberapa dari para Ulama yang berbeda pendapat terkait dengan hukum melaksanakannya.

Meneladani perilaku para sahabat nabi,mereka tidak mewajibkan Aqiqah atas diri mereka. Seperti beberapa sahabat nabi radiyallahuanhum yang belum di Aqiqah pada masa jahiliyah. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada kewajiban mutlak atas Aqiqah. Namun tidak jarang juga muncul pertanyaan seperti ini : Bagaimana ya Hukum Aqiqah setelah Dewasa?Hukum Aqiqah untuk orang tua?Hukum Aqiqah diri sendiri setelah dewasa? Nah..untuk menjawab pertanyaan di atas,mari kita membaca hadist dan atsar-atsar yang di sertai dengan pendapat para ulama berikut.

Rasululllah bersabda :

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Rasulullah mempersilahkan bagi para kaum muslimin untuk ber-Aqiqah.namun Rasulullah tidak pernah mewajibkan Aqiqah. Tidak ada dalil yang berbunyi ancaman untuk orang yang tidak mampu melaksanakan Aqiqah.

Pendapat Ulama Tentang Hukum Aqiqah

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:

 [ إذا لم يعق عنك فعق عن نفسك وإن كنت رجلاً ].

“Jika belum diaqiqahi atasmu,maka aqiqahkanlah atas dirimu,meskipun kamu seorang lelaki dewasa.”Lihat Kitab Al Muhalla, 2/204 dan Syarh As Sunnah, 11/264.

Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata:

 [ عققت عن نفسي ببختية بعد أن كنت رجلاً ].

“Aku mengaqiqahkan atas diriku dengan seekor onta betina setelah aku dewasa.”Lihat kitab Syarah As Sunnah, 11/264.

ونقل عن الإمام أحمد أنه استحسن إن لم يعق عن الإنسان صغيراً أن يعق عن نفسه كبيراً وقال :[ إن فعله إنسان لم أكرهه ]

Dinukilkan dari Imam Ahmad bahwasanya ia lebih baik jika belum di aqiqahi seseorang dimasa kecilnya maka ia mengaqiqahkan atas dirinya ketika dirinya sudah besar, beliau juga berkata: “Jika dilakukan oleh seseorang maka aku tidak membencinya.”Lihat kitab Tuhfat Al Mawdud Bi Ahkam Al Mawlud, (hal. 69 Asy Syamela).

Dari pemaparan beberapa ulama terdahulu tentang hukum Aqiqah.maka dapat di simpulkan bahwa melaksanakan Aqiqah setelah dewasa itu adalah sah hukumnya.

Baik di Aqiqahi oleh orang tua ataupun di Aqiqahi oleh diri sendiri. Banyak orang di luar sana pasti merasa was-was,ketika tau kalau dirinya belum di Aiqahi. Jika anda salah satunya jangan khawatir,karena apabila anda melakukannya sekarang itu adalah hal yang di bolehkan. Sesuatu yang di niatkan karena Allah insyaAllah akan memperoleh kebaikan dan keridhaan dari Allah.

Waktu pelaksanaan Aqiqah

Pelaksanaan waktu Aqiqah afdhalnya adalah hari ke tujuh kelahiran. cara menghitungnya adalah hari kelahiran di tambah 6 hari berikutnya.nah ini adalah waktu pelaksanaan yang paling afdhal berdasarkan hadist Rasulullah berikut :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya,disembelihkan(kambing)untuknya pada hari ke tujuh,dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu.Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

Berdasarkan hadist tersebut waktu terbaik adalah hari ke tujuh.namun demikian di sebabkan beberapa hal,tidaklah mengapa apabila Aqiqah di lakukan setelah nya.

Kenyataannya tidak semua para orang tua mampu melaksanakannya pada hari ketujuh. Misalnya terkendala masalah biaya, ataupun lainnya.namun para ulama sepakat bahwa tidaklah sah apabila Aqiqah di laksanakan sebelum hari kelahiran.

Dalam syariat Islam terdapat sebuah akidah “pada situasi yang sulit di benarkan kemudahan”. Contohnya: dibolehkan makan babi pada keadaan tertentu. Seseorang tersesat di hutan dalam waktu yang lama. Ketika di timpa kelaparan tidak ia temukan kecuali babi.maka babi tersebut menjadi di bolehkan baginya. Sampai ia menemukan makanan yang halal. Seperti dalam Aqiqah, semisal orang tua belum memiliki biaya sampai hari ke tujuh, ia boleh melaksanakannya sampai pada hari ia telah mampu melaksanakannya, Allahu a’lam.

Antara Aqiqah Dan Qurban

Selain Aqiqah,Islam memiliki Ibadah sembelihan yang lain dan lebih utama kedudukannya yakni Qurban. Kedua-duanya sama -sama Ibadah yang di ridhai Allah. Juga sama-sama mnggunakan hewan ternak sebagai sembelihannya. Namun ada perbedaan antara keduanya.perbedaan keduanya bisa kita lihat dari beberapa Aspek, diantaranya,

Aqiqah : Merupakan Sunnah Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam.hukumnya sunnah muakkadah(sunnah yang sangat di anjurkan) namun apabila tidak mampu melaksanakannya,tidak menjadi berdosa karenanya.

Qurban : Merupakan sunnah Allah.yang sifatnya adalah perintah kepada orang-orang yang mampu melaksanakannya.dan hukum dari Qurban adalah wajib. Ada konsekuensi dosa yang akan di tanggung oleh orang yang mampu namun enggan melaksanakannya.

Aqiqah : Adalah sarana bersyukur atas kelahiran anak. Aqiqah memiliki momentum yaitu kelahiran anak.

Qurban : Adalah sarana bersyukur atas nikmat yang Allah berikan berupa kelapangan harta.Qurban juga memiliki momentum yaitu hari Ied.

Aqiqah : Aqiqah di syariatkan kepada Umat nabi Muhammad.namun demikian juga terdapat pada perilaku masyarakat jahiliyah.hal ini bisa menjadi indikasi bahwa Aqiqah juga di lakukan orang-orang sholeh terdahulu sebelum di selewengkan tata caranya pada masa jahiliyah.

Qurban : Di syariatkan pada Masa Nabi Ibrahim. namun Habil dan Qabil juga punya peristiwa yang mirip.hal ini juga menjadi indikasi bahwa Qurban juga di lakukan oleh orang-orang sholeh sebelum masa nabi Ibrahim.

Sebenarnya secara pelaksanaan,Aqiqah dengan Qurban mempunyai banyak kesamaan dalam tata cara dan syarat pelaksanaan.namun keduanya berbeda dari sisi hukum syar’i. Seperti Haji dan Umrah,keduanya juga memiliki kesamaan dari sisi pelaksanaan dan tata caranya. Namun berbeda dari sisi keutamaan dan hukum syar’i nya.

Semuanya merupakan Sunnatullah, dimana Allah Azza Wa Jalla sebagai sang pencipta telah berkata dalam Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat  :

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 59)

Selain Ibadah Aqiqah dan Qurban yang berpasangan. Ada banyak hal di dunia ini yang saling berpasang-pasangan. ini merupakan bukti kebenaran Al-qur’an.

Kedudukan Aqiqah dalam Alqur’an

Di dalam Alqur’an Allah banyak sekali menyebutkan Ibadah sembelihan. Apakah itu Qurban ataukah itu Aqiqah.terlepas dari perkara Aqiqah ataupun Qurban. Allah Azza wa jalla selalu menyandingkan Ibadah Sembelihan dengan Sholat. Ini menunjukan betapa agung kedudukan Ibadah sembelihan di sisi-Nya. Sebagaimana Allah juga menempatkan Sholat pada kedudukan yang tinggi. Sebagai salah satu contoh Allah berfirman dalam surah Al-An’am ,

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

(Al An’am:162)

Ayat ini sangat lah dalam maknanya. makna yang membekas dalam hati seorang mukmin yang menghambakan diri kepada Rabb-nya yang maha Agung. semoga keselamatan bagi setiap orang yang menyembelih atas nama Allah,dan menyembelih karena Nya. Dengan demikian kita mengetahui bahwa kedudukan Aqiqah sebagai Ibadah sembelihan di sandingkan dengan Sholat.barangsiapa yang mampu malaksanakannya maka laksanakanlah.sebutlah nama Tuhan mu yang maha tinggi. Baik itu Aqiqah ataupun Qurban akan sama saja di hadapan orang yang beriman.orang-orang yang benar Iman-nya akan berkata”sami’na wa ato’na”. (kami mendengar dan kami patuh)

Semoga bermanfaat,kesalahan datngnya dari diri saya.dan kebenaran itu datangnya dari Allah.subhanallahi wabihamdika asyhadu anla ila ha ila anta,astaghfirullah wa atub’ilaihi.

Wasalam mualaikum warahmatullahi wa barakatuh.