Syarat-Syarat dalam melaksanakan Ibadah Aqiqah

syarat Aqiqah

 

Ketetapan Syariat terhadap ibadah Aqiqah

Syarat Aqiqah_ Jasa Aqiqah Al-Kautsar jogja merupakan layanan Aqiqah siap saji yang telah berdiri sejak tahun 2012. Sudah terbukti profesional dan menjadi Jasa Aqiqah Siap saji terfavorit di wilayah D.I.Y,Solo,dan beberapa wilayah Jawa tengah lainnya. Adapun mengenai syarat-syarat Aqiqah,maka perhatikanlah bagaimana syariat megaturnya. Syarat Aqiqah yang harus terpenuhi sangatlah penting untuk di penuhi terlebih dahulu,sebelum melaksanakannya. Agar amal yang kita lakukan tidak menjadi amal yang sia-sia. Berikut ini Aqiqah Jogja Al-Kautsar mencoba memberikan informasi yang menarik,seputar syarat Ibadah Aqiqah yang harus di penuhi. Mudah-mudahan bermanfaat,Insya Allah.

Syarat Aqiqah terkait waktu pelaksanaan

Syarat Aqiqah merupakan perkara yang sangat penting. Aqiqah adalah salah satu Ibadah yang di dalamnya terdapat rukun-rukun mutlak. misalnya saja seperti memilih domba yang sudah cukup umurnya,waktu pelaksanaan yang di tetapkan oleh syariat,dan sunnah-sunnah yang harus di amalkan pada hari pelaksanaannya. rukun-rukun tersebut merujuk pada sebuah hadist dari Nabi Sallallahu’alaihi wa sallam berikut,

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Berdasarkan hadist di atas terdapat pelajaran bahwa,ibadah Aqiqah memiliki beberapa ketentuan yang menjadi rukun. Rukun-rukun tersebut ada yang bersifat mutlak,dan ada pula yang bersifat umum. Di antara yang bersifat mutlak ialah hewan sembelihan. Adapun hewan sembelihan,haruslah cukup umurnya yakni di atas 6 bulan. Sementara,yang di makasud dengan rukun yang bersifat umum ialah ketetapan waktu. Syariat telah menetapkan,bahwa waktu terbaik dalam pelaksanaan Ibadah Aqiqah adalah pada hari ke-7 kelahiran. Namun pada kenyataannya,tentu tidak semua kaum muslimin yang mampu melaksanakannya. Apabila terdapat udzur,rukun terkait waktu in menjadi longgar baginya. Syaikh Ibn Baz Rahimahullahuta’ala berfatwa terkait waktu Aqiqah ini sebagai berikut,

العقيقة سنة مؤكدة, وهي ذبيحتان عن الرجل وذبيحة واحدة عن الأنثى، كما أمر النبي -صلى الله عليه وسلم- أن يعق عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة، ووقتها يوم السابع، هذا هو الأفضل اليوم السابع، وإن ذبحت بعد ذلك فلا حرج، ولو بعد سنة أو سنتين، وإذا لم يعق عنه أبوه وأحب أن يعق عن نفسه فهذا حسن فمشروع في حق الأب لكن لو عق عن نفسه أو عقت عن أمه أو أخوه فلا بأس، كله حسن -إن شاء الله- وليس له وقت محدود ولو بعد سنة أو سنتين, ولو كان كبيراً، لكن السنة أن يعق الأب عن ولده في يوم السابع، هذا هو السنة.

Artinya   : Aqiqah adalah sunah muakkad. Dua ekor untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengaqiqahi dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan.

Jenis Hewan Sembelihan

Syarat Aqiqah dari jenis hewan ini termasuk ke dalam rukun & syarat yang bersifat mutlak. Allah berfirman dalam surah Al-An’am ayat 162,

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 

Artinya:

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”.

Di dalam Tafsir Al-Muyassar yang di maksud dengan “Ibadah” pada ayat itu adalah sembelihan.”Sesungghnya Sholat-ku , Ibadah sembelihan yang aku lakukan,hidup dan Mati-ku hanya untuk Allah Tuhan Alam semesta”. Allah subhana wa ta’ala mengaitkan Ibadah Sembelihan( Qurban dan Aqiqah ) dengan Sholat. Hal ini menunjukan betapa penting dan mulianya kedudukan Ibadah sembelihan ini di sisi Allah. Maka dari itu hendaklah kaum muslimin memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Ibadah Sembelihan baik itu Qurban maupun Aqiqah.

Imam An-Nawawi  dalam kitab Al-Majmu syarah Muhazzab berkata :

“Syarat diperbolehkannya hewan kurban adalah hewan tersebut merupakan hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing. Termasuk segala jenis unta, seperti al-bakhati (unta yang memiliki dua punuk) atau al-‘irab (berpunuk satu), juga segala jenis sapi, seperti kerbau, al-‘irab, al-darbaniyah (sapi yang tipis kuku dan kulitnya serta memiliki punuk), begitu juga dengan segala jenis kambing, seperti domba/biri-biri, atau kambing lain. Dan tidak diperbolehkan berkurban selain dengan hewan-hewan ternak yang telah disebutkan, baik berupa hasil kawin silang antara sapi dan keledai ataupun hewan lain. Hal ini tidak diperdebatkan oleh para ulama.” (Lihat: An-Nawawi, al-Majmū’ Syarḥ Muhazzab, Beirut, Dâr al-Fikr ). Pendapat Imam An-Nawawi tersebut telah umum di ketahui kaum muslimin  bahwa syarat dan ketentuan hewan yang boleh di sembelih untuk Qurban ialah hewan ternak. Yaitu Sapi, Domba/Kambing, dan Unta. Sedikit berbeda dengan Qurban,Hewan ternak yang di berlakukan dala Ibadah Aqiqah ialah Kambing atau Domba. Tidak di perkenankan selain dari keduanya.

Ber-Aqiqah dengan Harta Halal

Sesungguhnya Allah itu maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Maka hendaklah dalam mendapatkan sesuatu,perhatikanlah dimana Allah meletakkan keridhaan-Nya. Dalam melakukan Ibadah apapun,baik dengan Harta maupun Jiwa,berhati-hatilah dengan perkara Halal-Haramnya.

Rasulullah bersabda :

يَأْتِي عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنَ الْحَرَامِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i dari hadits Abu Hurairah, Shahih At-Targhib no. 1722)

Sudah selayaknya nasihat Rasulullah ini menjadi renungan bagi kaum muslimin agar memperhatikan batasan-batasan antara Halal dan Haram,ketika ber-ikhtiar mencari Rezeki.

Sunnah-Sunnah Yang Di Lakukan Dalam Pelaksanaan Aqiqah

Dalam beribadah,tentunya kita mengacu kepada tuntunan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Sebab,tidak ada ilmu Agama,kecuali telah Allah turunkan seluruhnya kepada Rasulullah. Maka dari itulah As-sunnah menjadi bagian yang paling penting dalam melaksanakan sebuah Ibadah. Dengan demikian,tidak akan di terima ibadah kecuali atas tuntuan dari Rasulullah. Apa itu Sholat,Zakat,Haji dan Ibadah-Ibadah lainnya. Sunnah pula yang menjadi salah satu syarat sah atau tidaknya sebuah Ibadah.

Dalam Ibadah Aqiqah,terdapat sunnah-sunnah yang Nabi ajarkan. Seperti melumuri kepala Bayi dengan minyak wangi. Hal ini di lakukan setelah bayi tersebut di cukur rambutnya. Sebagaimana ternukil dalam sebuah hadist,

كُنَّا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا وُلِدَ ِلاَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَ لَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا، فَلَمَّا جَاءَ اللهُ بِاْلاِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَ نَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ نَلْطَخُهُ بزَعْفَرَانٍ

“Dahulu kami di masa Jahiliyah apabila salah seorang di antara kami mempunyai anak laki-laki, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing tersebut. Maka, setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) rambut anak tersebut dan melumurinya dengan minyak wangi.” (HR. Ibnu Hibban )

A. Salah satu Sunnah yang di lupakan

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyingkirkan rambut bayi dengan cara di cukur. Lalu setelah kepala bayi itu bersih dari rambutnya barulah di lumuri dengan minyak wangi. Nah hal ini yang biasanya terlupakan. Padahal,jika di tinjau dari sisi keutamaannya,melumuri minyak wangi merupakan salah satu syiar pembeda,antara perilaku jahiliyah dengan ajaran Nabi. Dahulu,Nabi Muhammad memerintahkan yang demikian itu,untuk membedakan antara Aqiqah-nya orang-orang Musyrikin dengan  Aqiqah-nya orang-orang yang beriman.

B. Bersodaqoh dengan perak seberat rambut bayi

Selain merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah,Aqiqah juga merupakan Sunnah Nabi yang mulia. Melaksanakan Aqiqah adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 31,

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ}

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31).

Maka dengan demikian,barangsiapa yang mencintai Allah,maka hendaklah ia mengikuti Nabi. Dan salah satu yang di ajarkan Nabi di dalam Ibadah Aqiqah ialah menukar rambut bayi dengan harga perak,lalu ber-sodaqoh dengannya. Ini juga salah satu sunnah yang Nabi perintahkan,namun jarang sekali orang melakukannya pada zaman ini.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi Hasan dengan kambing, dan beliau menyuruh Fatimah,

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الحسن بشاة، وقال: يا فاطمة احلقي رأسه وتصدقي بزنة شعره فضة

‘Cukur rambutnya, dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.’ Fatimah pun menimbang rambut itu, dan ternyata beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham. (HR. Turmudzi 1519, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanaf 24234, dishahihkan al-Hakim dalam Mustadrak 7589 dan di diamkan Azd-Dzahabi).

Adapun mengenai syarat-syarat Aqiqah,maka perhatikanlah bagaimana syariat megaturnya. Syarat-syarat yang harus terpenuhi dalam sebuah Ibadah sangatlah penting untuk di penuhi terlebih dahulu. Agar amal yang kita lakukan tidak menjadi amal yang sia-sia. Barakallhufikum.

Tentang Aqiqah Al-kautsar Jogja

Kami adalah jasa layanan Aqiqah siap saji yang terpercaya sejak tahun 2012 lalu. Berkantor di Jl.Kaliurang Km.4,5-Sleman,Yogyakarta. Setiap pelanggan di layani secara profesional. Jangan lupa untuk mengunjungi laman website kami di aqiqahalkautsar.com,Intagram kami aqiqahalkautsar,Face Book kami Aqiqah Al-Kautsar Jogja. Untuk mendapatkan info-info yang menarik seputar Ibadah Aqiqah. Karena di Aqiqah Al-Kautsar Jogja,semua kemudahan dalam Ibadah Aqiqah bisa di atasi. Aqiqah Al-Kautsar Jogja merupakan jasa Aqiqah siap saji yang paling terpercaya di wilayah Yogyakarta dan sekitanya. Terbukti hingga hari ini,Aqiqah Al-Kautsar Jogja telah melayani 7000-an lebih pelanggan Aqiqah. Kami mengajak Ayah/Bunda untuk menunaikan ibadah Aqiqah buah hati,bersama Aqiqah Al-Kautsar Jogja.

Aqiqah Al-Kautsar, Layanan Terbaik Untuk Umat.