Menanggung Kebutuhan Hidupnya

Menanggung Kebutuhan Hidupnya

Parenting Al-Kautsar – Tentu saja orang tua memiliki kewajiban terhadap anaknya dan menanggung kebutuhan hidupnya. Anda menanggung kehidupan anak-anak sampai batas mereka mampu memenuhi sendiri kebutuhannya saat dewasa nanti.

Rasulullah SAW bersabda,

“Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinanmu. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. (HR Bukhari)

  1. Memberi nafkah yang halal

Tubuh anak-anak terbentuk dari makanan yang ia konsumsi. Tubuh itu tercemar oleh zat yang haram, jika makanan yang ia konsumsi adalah makanan haram atau tercampur sebagian zat yang haram.

Ada tiga sebab makanan itu menjadi haram hukumnya.

Pertama, haram karena zatnya memang ditetapkan keharamannya oleh Allah secara tegas. Yang termasuk makanan seperti ini misalnya minuman memabukkan, daging dari hewan yang haram (babi, bangkai, darah) atau hewan lain yang haram. Mengolah seperti apapun, dan bagaimanapun cara memakannya, makanan seperti ini adalah haram.

Kedua, haram karena pengolahannya atau perlakuannya. Ada begitu banyak hewan yang dihalalkan untuk dimakan. Tetapi hewan ini menjadi haram jika mematikannya salah. Hewan-hewan yang matinya bukan disembelih dengan nama Allah adalah haram dimakan, sekalipun jenis hewan tersebut adalah hewan yang boleh dimakan.

Dan ketiga, haram karena cara mendapatkannya dengan cara yang tidak baik. Makanan yang halal zatnya, halal pengolahannya, tetapi mendapatkannya dengan cara mencuri atau merampas milik orang adalah haram. Demikian juga dengan makanan yang dibeli atau ditukar dengan harta hasil kejahatan, misalnya uang hasil korupsi.

Rasulullah SAW pernah mengajarkan sejumlah anak untuk berpesan kepada orang tuanya, saat orang tua mereka keluar mencari nafkah,

“Selamat jalan ayah! Jangan sekali-kali engkau membawa pulang kecuali yang halal dan baik saja. Kami mampu bersabar dari kelaparan,tetapi tidak mampu menahan azab Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR Thabrani)

Berikan anak-anak makanan yang telah pasti halal. Sedikit saja mulutnya menelan makanan haram, bukan hanya dia, tetapi Anda sebagai orang tua juga turut merasakan penyesalan yang amat panjang.

  1. Memberi perlindungan dan menjaganya

Perlindungan paling utama orang tua kepada anak-anaknya adalah penyelamatan dari ancaman api neraka. Orang tua berkewajiban melakukannya, dan anak-anak berhak mendapatkannya.

Allah telah memberi peringatan keras kepada setiap orang tua,

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”(QS At tahrim: 6)

Untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman neraka, yang lebih dahulu dilakukan adalah orang tua adalah menjaganya untuk diri sendiri, yaitu dengan memperbaiki ketaatan kepada Allah, meningkatkan kesalehan dan memperbanyak ibadah. Orang tualah yang harus lebih dulu menjadi baik, agar bisa memperbaiki anak-anaknya. Orang tua lebih dulu taat dan shaleh, agar mudah mengajak anaknya menjadi taat dan salih.

Penjagaan berikutnya adalah melindungi anak dari berbagai bahaya dunia yang mengancam.

  • Menghindarkan godaan jin dan syaitan

Jin bisa berada di dalam rumah, di jalan, atau di manapun ia inginkan dan kadang mengganggu manusia. Ada banyak penyebab jin mengganggu manusia, tetapi beberapa di antaranya adalah tanpa sebab, yaitu jin sekehendaknya saja memang ingin mengganggu.

Menghindarkan anak-anak dari gangguan jin berarti memohonkan perlindungan kepada Allah dari gangguan jin dan mengajarkan anak cara berlindung dari kejahatan jin. Selanjutnya, orang tua menciptakan suasana rumah yang membuat bangsa jin tidak suka dating dan bertempat di sana.

  • Menjaganya dari ancaman orang jahat

Orang jahat itu ada. Peristiwa penculikan, pelecehan, atau kekerasan itu benar-benar nyata sejak zaman dahulu hingga sekarang, di semua tempat dan bangsa. Sebagian orang jahat menjadikan anak-anak sebagai sasarannya.

Anak-anak tetap harus bergaul di luar rumah, tetapi dalam lingkungan yang diketahui keamanannya atau bersama dengan orang yang dapat dipercaya akan menjaganya. Di sekolah, penjagaan anak-anak diserahkan kepada guru dan sekembalinya dari sekolah sekolah dipastikan tiba di rumah pada waktu yang seperti biasanya.

  • Menjaganya dari ancaman binatang buas

Binatang buas yang memungkinkan mengganggu dan hadir dalam kehidupan manusia saat ini adalah ular berbisa, anjing, kalajengking, atau berbagai serangga beracun lainnya.

Menjaga anak dari binatang buas dilakukan dengan membuat suasana rumah, halaman, dan tempat-tempat yang biasa ditempati anak terbebas dari binatang tersebut.

Jika Anda menjumpai binatang tersebut di rumah atau sekitar, maka tindakan yang paling tepat bagi anda adalah menyingkirkannya atau mematikannya. Rasulullah SAW membolehkan umatnya membunuh binatang buas atau beracun yang membahayakan kehidupan manusia.

Diriwayatkan dari Aisyah ra, dari nabi SAW bahwa beliau bersabda: ada lima binatang yang boleh dibunuh di tanah haram, yaitu tikus, kalajengking, burung buas (sejenis elang), dan anjing buas (HR Bukhari dan Muslim)

  • Melindunginya dari ancaman bencana

Bencana dapat datang kapan saja tanpa bisa manusia perkirakan. Semuanya terjadi dengan dengan tiba-tiba.

Orang tua, betapapun hebatnya, tidak memiliki kemampuan menyelamatkan anaknya dari bencana tersebut. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi resikonya, menghindari tempat tinggal yang rawan bencana, dan menolong atau membawanya ke tempat yang aman jika bencana terlanjur menimpa.

Yang lebih penting dari itu, bentuk perlindungan terbaik adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan anak-anak mengatasi bencana. Anak-anak mendapat simulasi mengenai apa yang harus ia lakukan jika terjadi gempa, tanah longsor, banjir, angin rebut, atau lainnya.

  • Melindunginya dari ancaman penyakit

Tumbuh dengan bugar dan sehat adalah hak setiap anak. dalam kondisi sehat, anak-anak mengembangkan keterampilannya, menuntut ilmu, dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh.

Ikhtiar orang tua menjauhkan anak dari penyakit dengan cara memenuhi kebutuhan gizi, membiasakan pola hidup sehat, dan menghindarkan tekanan batin. Orang tua harus mengenalkan kebiasaan olahraga kepada buah hatinya, serta berani berobat bila penyakit menyerang. Pemeriksaan umum kondisi badan (General Check Up) sangat perlu untuk membaca secara keseluruhan keadaan anak.

  • Melindunginya dari pengaruh pergaulan negatif

Orang tua memberi petunjuk kepada anak-anak tentang siapa saja atau orang seperti apa yang pantas menjadi sahabatnya. Di luar itu, anak-anak cukup hanya mengenal atau tahu saja. Orang tua juga memberi arahan tentang tempat anak bergaul, yaitu di lokasi yang tidak terjadi kemaksiatan. Anjurkan anak-anak mengunjungi masjid, meskipun agak jauh. Biarkan mereka bermain dan menyukai tempat itu. Ia akan bertemu dengan sesama anak yang tertarik dengan masjid, dan di tempat ini tidak ada orang bermaksiat. Yang ada adalah orang menjalankan shalat, membaca Al-Qur’an, atau kegiatan ibadah lainnya.

  1. Menempatkannya di lingkungan yang baik

Lingkungan yang baik bukanlah lingkungan yang memenuhi semua keinginan anak, tetapi dapat berupa keadaan yang memberi kesempatan dan mendrong anak-anak bertumbuhkembang dengan baik. Rasulullah SAW, dan juga para Nabi yang lain dibesarkan di lingkungan yang tidak semua keinginanya terpenuhi dengan mudah. Ada banyak tantangan yang mengharuskannya berjuang. Keadaan ini mendorong manusia tumbuh dan mengembangkan kemampuannya untuk bertahan.

  • Lingkungan rumah

Rumah bagi anak-anak adalah tempat pertama. rumah mestinya dalam kondisi yang memenuhi kebutuhan dasar anak-anak, tetapi terdapat tantangan yang menjadikannya berlatih mandiri. Sesuai umurnya, orang tua selalu menyelipkan tantangan agar anak-anak terbiasa berjuang dan melatih jiwa tanggung jawab.

  • lingkungan masyarakat

Anak-anak akan mengenal orang-orang di sekitar rumah. Masyarakat inilah yang akan menjadi bagian dari kehidupan dan tempat si kecil berkembang. Karena berhubungan dengan tempat tinggal atau alamat menetap, maka anda tidak dapat memilih masyarakat seperti yang anda inginkan. Yang dapat anda lakukan adalah memberi arahan kepada anak tentang batasan bergaul di masyarakat dan memilihkan baginya hanya orang baik-baik yang akan berdekatan dengannya.

  • lingkungan sekolah

Anda masih ingat visi keluarga anda?

Sekolah anak-anak adalah pilihan. Maka memilihkan sekolah anak tidak sekedar menguatkan akidahnya dan memacu kecerdasannya, melainkan juga sesuai dengan visi keluarga.

Banyak sekolah berkualitas, menjanjikan masa depan dan fasilitasnya mewah. Tetapi anak-anak selalu memiliki kebutuhan dan karakter yang khas, sedangkan anda sebagai orang tua telah menetapkan visi keluarga.

Pilih sekolah yang peduli dan bersungguh-sungguh mendidik muridnya menegakkan salat, mendekatkan murid pada Al-Qur’an, dan gurunya bermoral baik.

 

[Yazid Subakti]

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *