Waktu Pelaksanaan Ibadah Aqiqah

Waktu Pelaksanaan Ibadah Aqiqah

 

Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Sate Bakar Aqiqah Al Kautsar

Sebab bagi orang tua yang berasa dari kalangan yang mampu secara ekonomi, hukum aqiqah adalah wajib, bukan lagi sunnah. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah.Mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah bagi orang tua sangat dianjurkan. Jangan sampai jika orang tua berasal dari kalangan yang mampu secara finansial tidak mengetahui waktu untuk melaksanakan aqiqah, atau bahkan lupa dan tidak melaksanakannya.

 

Dalil Mengenai Waktu Pelaksanaan Ibadah Aqiqah

Dalil  yang berbicara mengenai waktu pelaksanaan aqiqah adalah :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap anak yang lahir tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu diberilah ia nama dan digunduli rambutnya.”

(Hadits Sahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim)

. وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً

Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husein pada hari ketujuh…”

(Hadits Riwayat Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi)

Kelahiran seorang anak bagi sebuah keluarga tentunya akan menambah kebahagiaan dan kerukunan rumah tangga. Maka dari itu penting bagi sebuah keluarga untuk mengetahui waktu pelaksanaan ibadah aqiqah.

Sebagaimana kedua hadits yang telah dijelaskan di atas, maka waktu untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari kelahiran si anak, berdasarkan hadits Samurah bin Jundab dan Sayyidina Aisyah yang telah dituliskan di atas.

Adapun selain di hari ketujuh, hewan aqiqah juga bisa disembelih pada hari keempat belas, atau pada hari keduapuluh satu, atau pada minggu-minggu berikutnya.

 

Dalil Mengenai Hukum Pelaksanaan Aqiqah untuk Anak yang Sudah Dewasa

Sementara bagi orang tua yang berasal dari kalangan ekonomi yang kurang mampu dan tidak bisa melaksanakan aqiqah hingga anaknya sudah dewasa, maka waktu pelaksanaan aqiqah baginya tidak ditentukan, bahkan gugur kewajibannya.

Hukum aqiqah bagi anak yang sudah beranjak dewasa berdasarkan ijma’ ulama’ adalah :

Berdasarkan kitab Al Muntaqa min Fatawa Al Fawzan, (5/84 Asy Syameal). Syeikh Al Fauzan Hafizhahullah berkata:

“Apabila orangtua melaksanakan aqiqah, maka sungguh ia telah meninggalkan sunnahnya. Dan apabila orangtua belum mengaqiqahi anaknya kemudian sang anak mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal itu tidaklah mengapa, sepenglihatan saya, wallahu a’lam.”

Lalu berdasarkan dalil menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berdasarkan kitab Tuhfat Al Mawdud Bi Ahkam Al Mawlud, (hal. 80 Asy Syamela). Ia berkata:

الفصل التاسع عشر : حكم من لم يعق عنه أبواه هل يعق عن نفسه إذا بلغ ، قال الخلال : باب ما يستحب لمن لم يعق عنه صغيرا أن يعق عن نفسه كبيرا ، ثم ذكر من مسائل إسماعيل بن سعيد الشالنجي قال : سألت أحمد عن الرجل يخبره والده أنه لم يعق عنه ، هل يعق عن نفسه ؟ قال : ذلك على الأب .

Barang siapa yang belum diaqiqahi atasnya oleh kedua orantunya, apakah ia mengaqiqahi dirinya jika sudah baligh, berkatalah Al Khallal:

“Bab Anjuran bagi siapa yang belum diaqiqahi atasnya semasa kecil, maka ia  boleh mengaqiqahi atas dirinya sendiriketika dewasa. Kemudian ia menyebutkan pertanyan-pertanyaan Isma’il bin Sa’id Asy Syalinji, ia berkata:

“Aku pernah bertanya kepada Imam Ahmad tentang seorang anak yang orangtuanya memberitahukkannya kepadanya bahwa ia belum diaqiqahi, apakah boleh untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri? Beliau menjawab: “(Aqiqah) itu kewajiban bapak.

Seperti itulah ulasan mengenai waktu pelaksanaan ibadah aqiqahSemoga bermanfaat.

 

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

 

Klik Whatsapp

Klik Instagram

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099000000000

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri

Aqiqah Jogja Ya Aqiqah Al-Kautsar

Aqiqah Jogja Ya Aqiqah Al-Kautsar

 

Aqiqah Al Kautsar Jogja

Dalam Islam, lahirnya seorang anak di sunnah mu’akkad—sunnah yang sangat ditekankan, yang jika mampu hendaknya dilakukan. Karena sunnah ini tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW—untuk diaqiqah. Untuk Anda yang belum terlalu ngeh seputar aqiqah, aqiqah sendiri artinya: ialah hewan yang disembelih karena bayi yang dilahirkan. Pengertian ini diambil dari kitab Nailul Authaar V: 224. Kewajiban melakukan aqiqah sudah pasti menjadi tanggung jawab orang tua si bayi. tersebut,

“Rasulullah SAW menyembelih aqiqah Hasan dan Husein masing-masing 2 ekor Qibasy.”

(HR. Ahmad).

Syarat hewan yang boleh disembelih sebagai aqiqah yaitu: tidak boleh menyembelih hewan yang kurus, cacat dan yang patah kakinya. Paling tidah umurnya sudah setahun atau lebih. Pelaksanaan aqiqah sendiri sebaiknya dilakukan pada hari ke tujuh, dihitung dari kelahiran si bayi. Kalaupun belum bisa, boleh di hari ke 14, 21, ataupun ketika mampu. Selain memotong kambing di hari ke-7, rambut si bayi dicukur, kemudian cukuran rambut itu ditimbang dengan perak. Seberat timbangan itulah, orang tua mengeluarkan sedekah pada fakir miskin. Mungkin sebagian orang berfikir meng-aqiqah-kan anak, sedikit merepotkan karena harus mencari kambing, memotongnya dan membagikannya. Karena itu, sebagian orang, ada yang memakai jasa paketan aqiqah, untuk menghemat waktu, tenaga dan fulus. Kamu tertarik untuk menggunakan jasa pelayanan aqiqah agar lebih hemat dan praktis? Cobalah jasa aqiqah Jogja ya aqiqah Al-Kautsar.

Jasa aqiqah Jogja ya aqiqah Al-Kautsar menyediakan beberapa macam paket aqiqah yang syar’i, berkualitas, sehat dan murah. Paket komplit ‘kan? Aqiqah Al-Kautsar merupakan jasa pelayanan aqiqah yang menawarkan paketan aqiqah yang terjangkau, kualitasnya baik dan masakannya pun rasanya enak. Saking terjamin mutunya dan rasanya yang enak, Aqiqah Al-Kautsar sudah banyak direkomendasikan oleh banyak orang. Semua paketan Aqiqah Al-Kautsar sudah lengkap, antaranya:

  1. Cukur gundul gratis bagi yang membutuhkan pada hari yang sama dengan pengantaran.
  2. Penceramah pun siap mengisi kajian tasyakurannya.
  3. Tengkleng tulang.
  4. Sertifikat aqiqahan.
  5. Antar sampai lokasi untuk seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada perbedaan aqiqah untuk anak lelaki dan perempuan. Afdolnya, anak lelaki disembelihkan dua ekor kambing. Namun, ada yang membolehkan anak lelaki cukup satu saja, terutama bagi yang dalam keadaan kesempitan. Sedang anak perempuan itu satu ekor kambing. Karena itu jasa aqiqah Jogja ya aqiqah Al-Kautsar menyediakan paketan aqiqah untuk anak lelaki dan perempuan.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp

Klik Instagram

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Nama-nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan D

Nama-nama Bayi Laki-laki Islami Berawalan D

 

Nama Bayi Laki-laki Islam

 

Kehadiran buah hati merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Kerenanya dengan hadirnya sang buah hati kehidupan berkeluarga semakin berwarna dan bahagia. Kali ini Aqiqah Al Kautsar menyajikan daftar nama bayi laki-laki islami yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk memberikan nama pada sang buah hati. Berikut daftar nama anak beserta artinya:

Daffa” yang artinya, Pertahanan yang artinya, Kuat
Da”i yang artinya, Yang memanggil /Penyeru (kebaikan)
Dabir yang artinya, Asli/Mutlak
Daffa yang artinya, Pembela
Dafinah yang artinya, Kekayaan yang tersembunyi
Dahin yang artinya, Yang cerdik
Dahlan yang artinya, Nama belakang ulama
Dailami yang artinya, Askarku
Da’im yang artinya, Kekal abadi
Da’in yang artinya, Da’i/pemanggil/Penyeru
Daisam yang artinya, Lemah lembut
Daiyan yang artinya, Hakim/penjaga/pelindung
Dana yang artinya, Bijak/cerdas
Dani yang artinya, Dekat
Danish yang artinya, Bijak/engetahuan
Daris yang artinya, Pelajar/pembaca
Darul Muqomah  Tempat yg kekal ( surga )
Dasuqi yang artinya, Cahayaku/Keindahanku
Dawani yang artinya, Nisbah
Daud yang artinya, Nama Nabi
Dhabit yang artinya, Yang kuat ingatan
Dhafir yang artinya, Menang
Dhahir yang artinya, Yang membantu
Dhaifullah yang artinya, Tamu Allah
Dhamiri yang artinya, Jiwaku
Dhafir yang artinya, Menang
Dhahak yang artinya, Yang banyak tertawa yang artinya, Periang
Dhahir yang artinya, Yang membantu
Dhamir yang artinya, Yang langsing
Dhia yang artinya, Sinar / cahaya
Dhiya’ yang artinya, Sinar/Cahaya
Dhiya’Ulhaq yang artinya, Sina (cahaya) hak/sinaran kebenaran
Dhiya ‘Uddin yang artinya, Cahaya agama
Dhiya’ur Rahman yang artinya, Cahaya Yang Maha Pemurah
Dhobith yang artinya, Kuat/hakim/cermat
Dhoif yang artinya, Tamu
Dhoifullah yang artinya, Tamu Alloh
Dhomin yang artinya, Penjamin
Dhomir yang artinya, Hati nurani
Dhomiri Fadhil yang artinya, yang utama/hati nurani
Dhomrah yang artinya, Nama sahabat nabi Muhammad SAW
Dhori’un yang artinya, Orang2 yg merendahkan diri
Dhowi yang artinya, Bersinar
Dhu’un yang artinya, Cahaya terang
Dhukhom yang artinya, Gemuk
Dhuyuf yang artinya, Tamu
Difa yang artinya, Pertahanan
Din yang artinya, Kepercayaan
Dini yang artinya, Agamaku
Din Syamsudin yang artinya, Matahari agama
Dubies yang artinya, Nama pahlawan arab
Durrani yang artinya, Permataku
Durar yang artinya, Mutiara
Dzahab yang artinya, Emas
Dzaki yang artinya, Pandai/cerdas/paham
Dzakir yang artinya, Teguh pendirian
Dzakka’ yang artinya, Cerdik
Dzakwan yang artinya, Jenius/cerdas
Dzal Aidi yang artinya, Punya kekuatan
Dzalkifli yang artinya, Yang punya kesanggupan
Dzikro yang artinya, Peringatan/Pengajaran
Dzimar yang artinya, Kehormatan diri
Dziyab yang artinya, Memperoleh harta
Dzul Autad yang artinya, Punya tentara yg banyak
Dzul Fahmi yang artinya, Punya kefahaman
Dzul Rahman yang artinya, Yang Maha Pemurah
Dzaka” yang artinya, Kecerdasan / Kepandaian

Sumber: https://bidanku.com/nama-nama-bayi-laki-laki-islami

 

Itu tadi beberapa nama bayi laki-laki islami, semoga bermanfaat. Pada hakikatnya anak adalah titipan dari sang maha kuasa jadi selayaknya kita menjaga dan mendidiknya sebagai mestinya. Anak bisa menjadi karunia maupun bisa menjadi petaka, itu tergantung  pola asuh kita kepadanya. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT, bersih hatinya, sehat, cerdas, santun perangainya, dan menjadi anak yang taat kepada Allah SWT, menjaga shalat, mengamalkan Al Quran dan Sunnah. Berbakti kepada orang tua, menjadi penyejuk mata orang tua, bermanfaat bagi sesama, serta menjadi berkah dunia akhirat…. Aamiin.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

 

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp 

Klik Instagram

 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

 

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri

Manfaat dari Memotong Rambut Sang Bayi

Manfaat dari Memotong Rambut Sang Bayi

 

Bahagianya menjadi seorang ayah bagi sang buah hati yang baru lahir Sudahkah Anda menyiapkan nama untuk sang buah hati tercinta? Saat aqiqah nanti, selain siap memberikan nama Anda juga harus pahami tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam.

Ketika acara walimatul aqiqah nanti, proses yang paling sakral adalah pencukuran rambut sang anak. Ada baiknya bagi seorang ayah yang akan mencukur rambut sang bayi untuk mengetahui tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam.

Sebagai umat Islam, sudah seharusnya seorang umat muslim perlu mengawali sesuatu dengan berdoa kepada Allah SWT. Begitu pula dengan mencukur rambut bayi, harus diawali pula dengan bacaan

“Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahrobbil alamin, allahuma nurus samawati wa nurus syamsi wal qomari allohumma sirrulloh nurun nubuwati rosullullohi shollahu alaihi wassalama walhamdulillahi robbil alamin. “

Setelah Anda berdoa dianjurkan pul untuk membaca: “Allahumma inni a’udzubika inni u’idzuha bika wa duriyyatiha minasyaithonirrojin”

Dengan berdoa begitu, semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah yang Anda lakukan. Sehingga ketika Anda mencukur rambut bayi dalam bisa menjadi teladan bagi orangtua lain yang baru saja memiliki sang buah hati.

Adapun yang perlu diperhatikan dalam tata cara mencukur rambut bayi dalam agama Islam adalah memangkas sebagian rambut sehingga membiarkan rambut yang lainnya tetap berambut.

Sebagaimana diriwayatkan pada hadits dari Ibnu Umar R.A, yang berkata: “Rasulullah SAW melarang untuk qaza’.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah qaza’ itu?” Rasulullah berkata, “Qaza’ adalah mencukur sebagian rambut bayi dan menyisakan sebagian yang lain.”

(Hadits Riwayat Bukhari, Baihaqi, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Maka dari itu beberapa gaya dalam mencukur rambut bayi dalam agama Islam yang termasuk al qazu sebagaimana diajarkan oleh Nab Muhammad SAW .

1. Memangkas rambut pada sisi kepala sang bayi, lalu membiarkan rambut bagian tengah kepala bayi.

2. Mencukur rambut sang bayi dengan acak-acakan yang tidak beraturan.

3. Memangkas rambut sang bayi pada bagian tengah kepalanya, lalu membiarkan rambut di sisi kepalanya tidak tercukur.

Manfaat dari Mencukur Rambut Sang Bayi

Adapun manfaat dari mencukur rambut bayi dalam agama Islam ini adalah sebagai berikut.

1. Dengan mencukur rambut sang bayi maka bisa mencegah gangguan visual pada mata bayi. Sebab apabila rambut bayi dibiarkan terlalu panjang maka rambut akan menutup mata dan hanya menganggu penyesuaian bayi terhadap lingkungannya.

2. Apabila rambut sang bayi panjang dikhawatirkan akan membuat iritasi dan luka di liang telinga sang bayi.

3. Setelah mencukur rambut sang bayi maka akan orang tua akan mudah melihat penyakit yang ada di kulit kepala sang bayi seperti luka, iritasi, maupun penyakit lain.

4. Menjadikan rambut sang bayi menjadi semakin lebih bercahaya, indah, kuat, maupun sehat merupakan etika dari mencukur rambut bayi dalam agama Islam.

Tata Cara Memotong Rambut Bayi

1. Pastikan sang bayi dalam keadaan sehat atau ia sedang tidur, karena jika sedang tidur akan mudah menggunting rambutnya.

2. Ambillah air hangat dan oleskan pada kepala sang bayi secara pelan-pelan supaya kepala bayi tidak lecet.

3. Guntinglah rambut sang bayi dengan hati-hati. Jangan sampai Anda menggunakan pencukur yang elektrik, cukup dengan gunting yang manual supaya menghindari risiko yang lebih besar.

4. Apabila telah selesai, maka basahilah kepala sang bayi supaya bersih dan tidak ada sisa-sisa helai rambut.

Seperti itulah tata cara mencukur rambut bayi dalam Islam. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp 

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Kandungan dalam Risalah Aqiqah

 

Kandungan dalam Risalah Aqiqah

Ketika melaksanakan aqiqah, terdapat sebuah risalah aqiqah yang pada umumnya diberikan kepada hadirin yang menghadiri walimatul aqiqah. Memberikan risalah aqiqah sendiri tidak wajib hukumnya, tergantung orang yang menyelenggarakan aqiqah.

Jika penyelenggara aqiqah mempercayakan pelaksanaan aqiqahnya kepada jasa aqiqah, ada beberapa jasa aqiqah yang layanannya juga memberikan risalah aqiqah. Risalah aqiqah sendiri adalah semacam handbook yang berisi tulisan-tulisan mengenai aqiqah.

Apa saja materi tulisan yang biasa ada di risalah aqiqah? Berikut adalah 4 poin utama yang biasa terkandung di dalam risalah aqiqah.

1. Makna Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa arab, ‘al-Aqqu atau al-qot’u yang berarti memotong. Beberapa ulama’ sendiri berpendapat, bahwa kata aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir.

Bisa pula aqiqah dikaitkan dengan arti kambing yang dipotong. Jadi disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu juga disembelih.

Pelaksanaan aqiqah sendiri disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang sifatnya seimbang untuk anak laki-laki dan memotong satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Sebagaimana hadits dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SA bersabda :

 “Bagi anak laki-laki sembelihlah dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan cukup satu ekor kambing”.

(Hadits Riwayat Tirmidzy dan Ahmad)

2. Hukum Melaksanakan Aqiqah

Hukum aqiqah menurut ulama’ dari kalangan Imam Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah.

Dasar yang dipakai oleh ulama’ kalangan Imam Syafii dan Hambali adalah, bahwasannya dengan mengatakan aqiqah sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW yang berbunyi,

“Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya.. (Hadits Riwayat al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

3. Aqiqah yang Sesuai dengan Sunnah

Sebagaimana yang telah disepakati oleh beberapa ulama’, bahwa pelaksanaan aqiqah adalah pada hari ketujuh dari kelahiran sang anak. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Seorang anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkanlah ia aqiqah pada hari ketujuh dan diberilah ia nama”.

(Hadits Riwayat al-Tirmidzi).

Namun apabila di hari ketujuh telah terlewat dan orang tua tidak bisa melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh, ia bisa melaksanakannya pada hari ke-empat belas. Dan apabila ia tidak juga bisa melaksanakan, maka bisa di hari ke-dua puluh satu atau kapan saja ia mampu.

Imam Malik berkata :

Pada dzohirnya sang anak bahwa keterikatannya adalah pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran. Maka sekiranya orang tua menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup.

Karena prinsip dalam ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT :

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu”.

 (QS. Al Baqarah : 185)

4. Orang yang Berhak Menerima Aqiqah

Orang-orang yang paling layak menerima sedekah daging aqiqah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam. Sebelum dibagikan kepada orang-orang yang berhak, berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat Rasulullah.

Orang yang melaksanakan aqiqah disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut. Lalu bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagiannya lagi. Bersedekan artinya diberikan kepada orang-orang fakir miskin.

Dihadiahkan berarti diberikan kepada tetangga, kerabat, dan teman kerja dsb. Seperti itulah ulasan mengenai 4 poin yang ada dalam risalah aqiqah, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp 

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Doa Potong Rambut pada Bayi

Doa Potong Rambut pada Bayi

 

doa potong rambut bayi

Melaksanakan aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua ketika ia dikaruniai buah hati. Meskipun aqiqah tidak diwajibkan dan sifatnya adalah sunnah mua’akadah. Dalam prosesi tasyakuran aqiqah, terdapat proses potong rambut. Seperti apakah doa potong rambut bayi?

Ketika prosesi acara aqiqah, inti acaranya adalah mendoakan sang bayi, memberinya nama dan memotong rambut sang bayi. Bagi Anda yang hendak melaksanakan aqiqah, sudahkah hafal doa potong rambut bayi?

Jika belum, maka berikut adalah doa potong rambut bayi :

Doa Potong Rambut Bayi

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا.  اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ,  بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ.

واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ

Artinya :

Semoga rahmat serta salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Teriring pula kepada keluarga, dan sahabatnya. Ya Allah,  aku memohon perlindungan untuk anak ini kepada-Mu sebagai tempat aku meminta dan bergantung dari kejahatan setiap orang yang dengki.

Aku memohon perlindungan-Mu agar ibu anak-anakku dan keturunannya terhindar dari syetan yang terkutuk. Ya Allah, semoga Engkau menjadikan anak ini menjadi anak yang shaleh.

Ya Allah memberi penambahan dan keberkahan dalam ilmu dan melimpahkan rizki kepada orang-orang yang berkah.

Wahai Allah Tuhanku, sungguh Engkau telah mengajarkan semua nama-nama kepada Nabi Adam. Dan sungguh Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kepada kami untuk memberi nama kepada anak ini dengan nama yang layak di negeri ini.…..

(titik-titik itu sebutkanlah nama anak Anda)

Wahai Tuhanku, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrohim, di mana ia adalah orang yang benar dan taat kepada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu agar lisan kami senantiasa berzikir, hati kami bersyukur, badan bersabar. Dan mohon agar istri bisa menolong kami dalam urusan dunia dan urusan akhirat.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak beruban, dari harta yang bisa menjadi siksaan dan bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang bila melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan bila ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, wahai Tuhan kami. Dengan  rahmat-Mu wahai Tuhan paling penyayang di antara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam dunia ini.

Seperti itulah doa potong rambut bayi yang dipanjatkan saat hendak melaksanakan prosesi aqiqah. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Telusuri 

Sejarah Aqiqah di Islam

Sejarah Aqiqah di Islam

 

Sejarah Aqiqah dalam Islam

Aqiqah adalah syariat yang telah diatur dalam Islam, di mana tata cara aqiqah adalah menyembelih hewan, mencukur rambut sang anak dan memberinya nama. Tahukah Anda sebagai umat muslim bagaimana sejarah aqiqah yang ada?

Pada zaman dahulu, sejarah aqiqah bukanlah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sang bayi. Orang-orang Jahiliyyah dahulu melakukan aqiqah dengan cara melumuri bayi dengan darah kambing.

Seperti apakah sejarah aqiqah itu sendiri? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Aqiqah

Kata aqiqah berasal dari bahasa Arab yang berarti melakukan penyembelihan binatang dari kelahiran seorang anak pada hari ke-tujuh sang buah hati lahir. Aqiqah bisa juga berarti rambut yang tumbuh dikepala sang anak yang baru saja lahir di dunia. Menurut istilah dalam Islam, aqiqah artinya adalah menyembelih binatang ternak berkenaan dengan kelahiran seorang anak. Aqiqah adalah wujud rasa syukur orang tua atas kelahiran sang anak di dunia. Adapun penyembelihan binatang ternak itu sendiri sebagai bukti rasa syukur kedua orang tua kepada Allah SWT. Akan tetapi aqiqah harus dilaksanakan dengan syarat-syarat tertentu menurut syariat Islam.

Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW,ketentuan yang berlaku dalam syariat Islam adalah jika yang lahir berupa anak laki-laki maka aqiqahnya adalah dua ekor kambing.

Sementara jika yang lahir adalah  bayi perempuan, maka yang disembelikan adalah satu ekor kambing. Dalam melaksanakan aqiqah, orang tua diperintahkan untuk mencukur rambut bayi dan memberi nama yang baik, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ  يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Setiap bayi yang lahir tergadai aqiqahnya dan disembelihkan pada hari ketujuh, dan pada hari itu ia diberi nama kemudian digunduli rambutnya.”

(Hadits Sahih diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Baihaqi dan Hakim).

Hadits lain yang menjelaskan tentang waktu pelaksanaan aqiqah adalah:

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً

Aisyah RAW berkata, “Rasulullah SAW pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husein pada hari ketujuh kelahiran mereka…”

Sejarah Aqiqah

Sejarah aqiqah pada zaman dahulu, sebagaimana hadits yang telah diriwayatkan Abu Dawud adalah :

كُنَّا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا وُلِدَ ِلاَحَدِنَا غُلاَمٌ ذَبَحَ شَاةً وَ لَطَخَ رَأْسَهُ بِدَمِهَا، فَلَمَّا جَاءَ اللهُ بِاْلاِسْلاَمِ كُنَّا نَذْبَحُ شَاةً وَ نَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ نَلْطَخُهُ بزَعْفَرَانٍ. ابو داود

Buraidah berkata: Pada zaman jahiliiyah dulu, apabila salah seorang di antara kami masyarakat yang hidup di zaman Jahiliyyah mempunyai anak, maka ia menyembelih seekor kambing dan melumuri kepala bayinya dengan darah kambing itu.

Namun setelah Allah mendatangkan Islam kepada kami, kamipun menyembelih kambing, mencukur rambut kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi.

[Hadits Riwayat Abu Dawud]

Kemudian ada lagi hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Hibban, yakni

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانُوْا فِى اْلجَاهِلِيَّةِ اِذَا عَقُّوْا عَنِ الصَّبِيّ خَضَبُوْا قُطْنَةً بِدَمِ اْلعَقِيْقَةِ. فَاِذَا حَلَقُوْا رَأْسَ الصَّبِيّ وَضَعُوْهَا عَلَى رَأْسِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِجْعَلُوْا مَكَانَ الدَّمِ خَلُوْقًا. ابن حبان

Dari ‘Aisyah R.A, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ingin melaksanakan aqiqah untuk seorang bayi, orang-orang melumuri bayinyanya kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan darah pada kepalanya”.

Kemudian Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”.

[Hadits Riwayat Ibnu Hibban]

Seperti itulah sejarah aqiqah dalam Islam, Islam turun dengan sifatnya yang rahmatan lil alamin, diluruskannya kebiasaan orang Jahiliyyah dengan cara-cara yang benar. Islam tidak melarang aqiqah, namun Islam menggantinya dengan hal-hal yang jauh lebih patut.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp  

Klik Instagram 

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps: Lihat

Dalil Ayat Al-Qur’an tentang Aqiqah

Dalil Ayat Al-Qur’an tentang Aqiqah

 

Ayat Al-Qur_an tentang Aqiqah

Berbicara aqiqah memang tidak ada ketentuannya dalam kitab suci  al-Qur’an. Dalil yang berbicara mengenai aqiqah kebanyakan terdapat dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi wa ahli baitih. Ayat al-Qur’an tentang aqiqah sendiri tidak tertulis secara rinci.

Ayat al-Qur’an tentang aqiqah menjelaskan secara eksplisit tentang adanya aqiqah. Baik dari makna, sejarah dan juga ibrah yang didapat dari melaksanakan aqiqah. Untuk lebih jelasnya simak ulasan di bawah ini.

 

Ayat al-Qur’an tentang Ibrah Aqiqah

Ketika seorang muslim melaksanakan aqiqah, maka manfaat atau ibrah yang bisa ia ambil adalah dari surat Al-Isra’ ayat 24-27.

Di mana manfaat dari beraqiqah adalah seorang muslim bisa berbagi dengan sesama muslim. Aqiqah juga bisa meningkatkan silaturrahim antar sesama muslim.

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)

  1. Dan hendaknya rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan lalu ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua (orang tua)telah mendidikku waktu kecil”.

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلأوَّابِينَ غَفُورًا (٢٥

  1. Tuhan-Mulebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu ; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguh-Nya Dia Tuhan yang Pengampun bagi orang-orang yang mau bertaubat.

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)

  1. Dan hendaknya berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan juga orang yang sedang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu dengan boros.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧

27.Sesunggunya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya para syaithan. Dan sayaithan adalah makhluk yang sangat ingkar kepada Tuhan-Nya.

Dari surat Al-Isra’ ayat 24-27 tersebut telah begitu jelas menerangkan bahwa aqiqah sama halnya menyisihkan sebagian harta kepada orang-orang yang berhak. Aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua atas tergadainya anak sejak lahir.

 

Sejarah Aqiqah

Adapun untuk sejarah aqiqah sendiri adalah berdasarkan kisah Nabi Muhammad SAW. Hendaknya dari segala kisah Nabi, bisa dijadikan sebagai teladan bagi umatnya.

Secara global dan eksplisit, ayat al-Qur’an yang berbicara tentang aqiqah adalah surat At-Thoha ayat 99-102.

كَذَلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ مَا قَدْ سَبَقَ وَقَدْ آتَيْنَاكَ مِنْ لَدُنَّا ذِكْرًا   (٩٩)

  1. Demikianlah Kami kisahkan kepadamukisahtentang Nabi Muhammad. Kisah Nabi Muhammad adalah sebagian dari kisah umat yang telah lalu. Dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan berupa Al Quran dari sisi Kami.

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا (١٠٠)

  1. Barang siapa berpaling dari Al Qur’an,maka sesunggunya di akan memikul dosa yang besar pada hari kiamat,

خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلا (١٠١)

  1. Mereka akan kekal dalam keadaan berlimang dosa. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari kiamat.

 يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (١٠٢)

  1. Pada hari kiama, sangkakala ditiup untuk yang kedua kali. Dan dan pada hari kiamat itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah biru muram.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka bisa dipetik hikmah, bahwasannya kisah nabi Muhammad hendaknya menjadi panutan di setiap langkah seorang muslim.

Tiada panutan yang patut diteladani selain Nabi Muhammad, Sang Teladan ummat. Aqiqah sendiri juga mengaca kepada apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Seperti itulah ayat al-Qur’an tentang aqiqah yang bisa dijelaskan. Semoga bermanfaat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik Whatsapp

Instagram: Aqiqah Al Kautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps

6 Manfaat dari Ibadah Aqiqah 

 

6 Manfaat dari Ibadah Aqiqah 

Setiap ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT, disadari atau tidak pasti mempunyai manfaat dan hikmah yang besar bagi umat. Jika Anda akan melaksanakan sunnah Rasulullah berupa aqiqah, maka simaklah faedah dan manfaat aqiqah yang akan diulas di artikel ini.

Ada banyak sekali manfaat aqiqah yang harus diketahui umat muslim. Salah satu manfaat aqiqah bagi anak, menurut Ibnu Qayyim, adalah sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT.

Siapapun yang melaksanakan aqiqah maka sebenarnya ia mengandung sifat murah hati dan sifat mengalahkan kikiran dalam jiwa. Sebab di dalam aqiqah, terdapat unsur memberi makanan kepada sanak keluarga.

Di mana artinya aqiqah juga berfungsi melepaskan tanggungan anak yang tergadaikan sehingga ada peluang antara anak dan orang tua untuk bisa saling memberi syafaat.

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Pengertian aqiqah bila dilihat maknanya secara syari’at artinya adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Hewan yang disembelih ialah berupa kambing, domba atau biri-biri.

Adapun pelaksanaan aqiqah sendiri dilakukan sekali dalam seumur hidup. Hukum untuk melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakad. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang aqiqah bagi anak yang baru lahir :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi yang lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkanlah kambing untuknya pada hari ke tujuh ia lahir, dicukur dan diberilah ia nama”

Hadits di atas menunjukkan bahwa waktu penyembelihan aqiqah adalah pada hari ketujuh. Namun apabila pada hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut terlewat maka ada sebagian ulama yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah pada hari keempat belas. Dan apabila di hari ke-empat belas juga luput, maka bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu

Lalu apa saja sih manfaat aqiqah lainnya?

1. Menjaga Tradisi Islam

Aqiqah bermanfaat untuk melestarikan ajaran Islam atau menjaga tradisi Islam. Di mana aqiqah sendiri menggantikan kebiasaan jahiliyah yang ketika sang anak lahir dilumuri darah kambing.

2. Melestarikan Nasab

Aqiqah berfungsi untuk mengagungkan kedudukan nasab dengan cara mengumumkan nama bayi yang lahir.

3. Sarana untuk Ibadah

Aqiqah merupakan wujud pengorbanan seorang hamba dengan memberi tebusan untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah. Di mana aqiqah sendiri diniatkan atau ditujukan (pahalanya) untuk bayi yang baru lahir ke alam dunia.

4. Melepas Ikatan

Aqiqah adalah sebagai alat untuk melepas ikatan atau gadaian pada si bayi yang baru saja dilahirkan. Sebab seorang anak dalam keadaan terikat (tergadai) dengan aqiqahnya. Menurut Imam Ahmad, maksud dari kata tergadai adalah tertahannya syafaat yang ada pada sang anak untuk kedua orangtuanya.

5. Fidyah

Aqiqah merupakan fidyah atau tebusan untuk menebus si bayi, sebagaimana Allah SWT menebus Isma’il yang akan disembelih dengan seekor kambing yang sangat besar.

Nabi Muhammad mengatakan bahwa hewan yang disembelih untuk seorang bayi sufah sepatutnya bertujuan untuk ibadah, sebagimana halnya kurban dan hadyu (binatang yang disembelih oleh jamaah haji.

6. Sarana untuk Bersedekah

Aqiqah adalah kelanjutan dari kebaikan dan ketundukan seorang hamba sebab melakukan hal ini semenjak masa bayi. Aqiqah menunjukkan kemauan orang tua untuk berkorban di jalan Allah SWT sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ibrahim.

Seperti itulah 6 manfaat aqiqah yang bisa diulas. Ternyata melaksanakan aqiqah sangat memiliki banyak manfaat. Selamat melaksanakan ibadah Allah SWT.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Klik WA

Instagram: Aqiqah Al Kautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

 Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Jual Kambing Berkualitas Jogja

Jual Kambing Berkualitas Jogja

 

Jual Kambing Jogja (2)

Kambing adalah hewan yang disyariatkan dalam Islam untuk disembelih sebagai wujud rasa syukur orang tua terhadap karunia Allah SWT atas kelahiran sang anak. Bagi Anda yang bingung  ingin membeli kambing di mana, Aqiqah Al Kautsar menyediakan Kambing maupun Domba untuk kebutuhan anda.

Aqiqah Al Kautsar bisa menjadi jawaban untuk Anda. Bagi yang ingin membeli kambing dengan harga terjangkau, laman kami bisa menjadi solusi bagi permasalahan Anda yang ingin mencari kambing dengan harga murah tapi tetap sehat dan tidak cacat.

Lalu apa saja syarat kambing yang disembelih agar bisa dianggap sah di mata agama? Berikut adalah ulasannya.

 

Jenis Hewan yang Bisa Disembelih untuk Aqiqah

Jenis hewan yang diperlukan untuk aqiqah sebenarnya bukan hanya kambing saja. Hewan yang bisa digunakan untuk aqiqah adalah jenis hewan mamalia kecil seperti domba atau biri-biri.

Sementara untuk jenis kelamin  hewan yang disembelih untuk aqiqah boleh berjenis kelamin jantan ataupun betina. Baik hewan dengan jenis kelamin betina ataupun jantan, keduanya  sama saja dan tidak ada masalah menurut sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Namun ada baiknya jika mencari hewan aqiqah yang sempurna sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan aqiqah. Beliau, Baginda Rasulillah menyembelih kambing jantan yang sehat dan tidak cacat.

Akan tetapi demi menjaga keragu-raguan umatnya dalam menentukan kategori hewan yang disembelih untuk aqiqah, maka nabi SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang artinya seperti di bawah ini :

Untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing, dan untuk anak perempuan hanya satu ekor kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.” 
(Hadits Riwayat Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).

 

Syarat Kambing Aqiqah

Adapun untuk syarat kambing yang disembelih untuk aqiqah sebagaimana diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda:

Janganlah kalian menyembelih hewan kecuali hewan tersebut sudah memenuhi umur, dan kecuali jika kalian dalam keadaan yang sulit. Jika kalian merasa kesulitan, maka sembelihlah dari domba.”

Lalu ada hadits lagi aqiqah sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

“Ada 4 macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban : 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).

Dari kedua hadis di atas, maka syarat kambing yang sah untuk diaqiqahkan adalah :

  1. Cukup Umur

Kambing haruslah yang ukup umur adalah dengan minimal usia enam bulan. Namun lebih baiknya lagi jika kambing sudah melewati satu tahun.

  1. Sehat

Kambing yang sehat adalah kambing yang matanya tidak buta, entah itu buta sebelah atau buta kedua-duanya. Bukan hanya buta tapi ekor ataupun telinganya juga tidak terpotong. Fisik dari kambing juga harus dalam keadaan sehat.

  1. Tidak Cacat

Syarat terakhir adalah kambing tidak boleh cacat. Cacat dalam hal ini adalah memiliki tanduk yang sudah  patah, gigi lepas, kusta atau dalam masa pergantian serta bulu rontok.

Seperti itulah syarat-syarat kambing yang harus disembelih untuk aqiqah. Semoga bermanfaat. Percayakan kebutuhan hewan aqiqah Anda hanya di Aqiqah Al Kautsar, dijamin sehat, cukup umur, tidak cacat serta sesuai syariat.

Bagi anda yang berencana untuk menunaikan ibadah aqiqah dapat mempercayakannya kepada kami, Aqiqah Al Kautsar. Aqiqah Jogja Profesional dengan Paket Kambing Aqiqah Syar’i, Sehat, Murah, dan Berkualitas.

 

Keterangan lebih jelas untuk harga terbaru klik Aqiqah Al Kautsar.

Instagram : aqiqahalkautsar

Telp (Phone/SMS/WA): 0274 530 7684 atau 0812 2234 6099

Telp/ SMS via XL Axiata 0819 3266 1699

Telp/ SMS/ WA via Telkomsel 0812 2234 6099

Telp/ SMS/ WA via Indosat 0858 68986 999

Alamat Kantor: Jl. Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D 2 Yogyakarta

Gmaps

× Order Aqiqah