Menu baru di Aqiqah Al Kautsar Jogja

Di tahun baru 2017 ini Aqiqah Alkautsar Jogja menghadirkan menu baru sebagai tambahan dari fasilitas untuk sohibul aqiqah yaitu Tengkleng dan Sop Tulang. fasilitas ini diberikan kepada Anda yang memesan paket aqiqah minimal 2 ekor kambing, sedangkan untuk Anda yang memesan 1 ekor kambing dan ingin tambahan menu ini maka akan dikenakan tambahan biaya masaknya…

Menu Sop Tulang Tengkleng Resep Mantap
Tengkleng atau Sop Tulang Spesial Kambing Khas Aqiqah Alkautsar
Tongseng Aqiqahan Spesial Enak Bergizi dan Lezat
Tongseng Spesial Khas Aqiqah Alkautsar

Jadi tunggu apalagi… buruan pesan aqiqah ya di Aqiqah Al Kautsar Jogja!

Hubungi Bapak Farij :

Telepon/SMS :
XL Axiata 0819 3266 1699
Telkomsel 0812 2234 6099
Telepon/WhatsApp (WA) :
Indosat 0856 4320 6815
Pin BB (Blackberry Messenger) : 2a55b094

Kantor : Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 Yogyakarta

Katalog Aqiqah Jogja Siap Saji

Aqiqah Al Kautsar, Penyedia Jasa Paket Aqiqah di Yogyakarta menyediakan beberapa macam paket aqiqah siap saji dengan pilihan harga yang bervariasi. Anda bisa memilih sesuai dengan keinginan anda. Semua paket aqiqah yang kami sediakan insya Allah telah melalui proses penyembelihan secara islami dengan kriteria kambing memenuhi syarat yang syar’i.

HARGA TERBARU : SILAHKAN CEK HARGA AQIQAH JOGJA DI HALAMAN DEPAN WEB

 

Berikut Daftar Harga Aqiqah Al Kautsar VERSI BARU 2018

DAFTAR HARGA

AQIQAH AL-KAUTSAR

 

PAKET AQIQAH BAYI PEREMPUAN (1 EKOR KAMBING)

TYPE HARGA TANPA NASI KOTA HARGA PAKET DENGAN NASI KOTAK
Doma + Masak Pilihan Menu Porsi Pribadi Porsi Keluarga Jumlah Porsi
Ekonomis Rp. 1.250.000 Krengsengan, Sate, Rendang, Kalio, Yakiniku, Teriyaki, Masak, Masala, Lam stew, Barbeque, Mushroom Rp. 1.750.000 Rp. 2.750.000 50
Standar Rp. 1.400.000 Rp. 2.150.000 Rp. 3.650.000 75
Super Rp. 1.500.000 Rp. 2.500.000 Rp. 4.500.000 100
Spesial Rp. 2.150.000 Rp. 3.650.000 Rp. 6.650.000 150
Istimewa Rp. 2.250.000 Rp. 4.000.000 Rp. 7.500.000 175

 

TYPE HARGA TANPA NASI KOTA HARGA PAKET DENGAN NASI KOTAK
Doma + Masak Pilihan Menu Porsi Pribadi Porsi Keluarga Jumlah Porsi
Ekonomis Rp. 2.550.000 Krengsengan, Sate, Rendang, Kalio, Yakiniku, Teriyaki, Masak, Masala, Lam stew, Barbeque, Mushroom Rp. 3.500.000 Rp. 5.500.000 50
Standar Rp. 2.700.000 Rp. 4.200.000 Rp. 7.200.000 75
Super Rp. 3.000.000 Rp. 5.000.000 Rp. 9.000.000 100
Spesial Rp. 3.600.000 Rp. 6.100.000 Rp. 11.100.000 150
Istimewa Rp. 4.200.000 Rp. 7.200.000 Rp. 13.200.000 175

ISI MENU BOX

 

ISI NASI BOX (PORSI PRIBADI):

  • Nasi Putih Porsi Pribadi
  • Acar
  • Menu Pendamping : Mie jagung
  • Olahan Daging (Menu nusantara / Asia / Western )
  • Olahan Jeroan, Kepla, Kaki (Gule / Soto Betawi / Sup Kambing)
  • Kerupuk Udang
  • Puding
  • Risalah Aqiqah
  • Alat Makan (Tissue dan Sendok)
  • Selebaran Aqiqah Dalam Box
  • Sertifikasi Bukti Aqiqah
  • Dos Nasi Boc Exclusive 20 x 20cm

 

ISI NASI BOX (PORSI KELUARGA) :

  • Nasi Putih Porsi Keluarga
  • Acar
  • Sambal Goreng Kentang / Tumis Parika Sosis
  • Kerupuk Udang
  • Buah Jeruk
  • Olahan Daging (Menu nusantara / Asia / Western )
  • Olahan Jeroan, Kepla, Kaki (Gule / Soto Betawi / Sup Kambing)
  • Ayam Istimewa (Goreng Kremes / Ayam Gorem Bacem / Ayam Bakar)
  • Sambal dan Lalapan
  • Risalah Aqiqah
  • Alat Makan (Tissue dan Sendok)
  • Selebaran Tasyakuran Aqiqah Dalam Box
  • Sertifikasi Bukti Aqiqah
  • Dos Nasi Boc Exclusive 20 x 20cm

 

 

 

Paket Aqiqah Darussalam Anak Perempuan Porsi Pribadi

Paket Aqiqah Darussalam Anak Perempuan Porsi Pribadi

Kami Aqiqah Al Kautsar, siap membantu urusan aqiqah anda. Kami bantu menyiapkan domba atau kambing yang baik, Kami potong dan kami masak sesuai dengan selera menu anda.
Kami mempunyai kandang sendiri, anda bisa mengunjungi kandang dan memilih sendiri domba atau kambing untuk dipotong sendiri, selebihnya kami yang akan menyelesaikannya.
Kami dapat membantu menyebarkan atau membagikan kepada para mustahiq atau panti asuhan yang anda rekomendasikan atau kami wakalah dari anda untuk mewakili memberikan panti-panti asuhan. Kami mengantarkan ke seluruh area DIY.
Kami menggunakan Bumbu dan rempah local racikan kami sendiri, tanpa pengawet, tanpa zat pewarna, semua natural yang terjamin mutu dan kebaikannya serta kehalalaannya tentu saja. Kami juga sudah memiliki sertifikat HALAL MUI, Laik Hygiene dari Dinkes Sleman, dan kami tergabung dalam APJI Jogjakarta.
Dapur kami bersih dengan seluruh meja dari stainless, food grade, yang akan menjamin kebersihan dan kesehatan olahan domba atau kambing serta olahan lainnya.


Paket Aqiqah Darussalam Anak Perempuan Porsi Pribadi:
1 Ekor Kambing + Masak
Jumlah Porsi: 50
Harga: Rp 1.900.000

Isi Nasi Box: Nasi porsi pribadi, Olahan Kepala Kaki Tulang & Jeroan
Menu Pendamping: Sambel keladi teri, kerupuk dan acar
Dessert: Puding

Pilihan Menu:
Olahan Daging: Krengsengan, Lada Hitam, Rendang, Sate, Teriyaki, Barbeque, Kambing Kecap Pedas.
Olahan Kepala, Kaki, Jeroan dan Tulang: Gule, Soto Betawi, Sop Kambing, Tengkleng

Fasilitas Free:
-Sertifikat Aqiqah
-Selebaran Aqiqah
-Cukur Gundul
-Pengantaran Aqiqah
-Penceramah Aqiqah

Informasi & Pemesanan hubungi kami via telepon, SMS, Whatsapp (0812 2234 6099)
Alamat: Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 Yogyakarta

TANDA BAYI SEDANG LAPAR-AQIQOH JOGJA

TANDA BAYI SEDANG LAPAR-AQIQOH JOGJA

Aqiqoh Jogja Al-Kautsar melayani jasa Aqiqah untuk bayi maupun dewasa. Jadi jika semasa kecilnya ayah atau bunda belum sempat aqiqah, maka kami siap untuk membantu prosesi ibadah aqiqahnya. Dan juga kami melayani penyaluran aqiqah untuk anak anak yatim piatu. Untuk itu silahkan hubungi kami di 0812577776969 , atau klik disini untuk langsung terhubung dengan chat whatsapp.

tanda bayi lapar

TANDA BAYI LAPAR
Bunda, seringkali kita bertanya tanya dalam hal menyusui bayi.  Apakah ia sudah kenyang atau masih lapar? Bayi memang belum bisa bilang. Tetapi ia mempunyai cara tersendiri untuk menunjukan rasa rasa lapar atau kenyangnya. Sebagian besar bunda berpikir bahwa tanda bayi sedang lapar pasti sering menangis dan rewel. Tetapi tidak hanya itu saja tanda tanda bayi sedang lapar. Bayi lapar terbagi menjadi 3 tahap, berikut ini yang perlu bunda ketahui:

Tanda bayi lapar tahap awal
– Bayi sering menjilat dan mengecap bibirnya
– Sering menghisap kepalan tangannya
– Mengisap jari, pakaian, atau benda di sekitarnya
– Sering membuka dan menutup mulutnya
– Sering menjulurkan lidah
– Kepala sering menengok ke kanan dan kiri seperti sedang mencari sesuatu

Tanda bayi lapar tahap aktif
– Bayi mulai menarik-narik pakaian Anda, seperti mau menyusui
– Kepala bayi menoleh ke arah dada atau payudara Anda
– Gerakan bayi lebih aktif
– Pernafasan mulai cepat dan rewel
– Badan menggeliat terlihat gelisah
– Tidur sebentar sebentar
– Bayi terlihat tidak nyaman
– Bayi yang lapar bisa terus terusan untuk mengisap bahkan setelah menyelesaikan botol pertama atau payudara pertama.

Tanda bayi lapar tahap terlambat (sangat lapar)
– Bayi sering menolehkan kepalanya dengan panik dari satu sisi ke sisi yang lain.
– Bayi menangis terdengar singkat namun mengencang
– Wajah dan kulit memerah.

Bunda, yuk kenali tanda tanda bayi sedang lapar lebih dini. Jangan biarkan anak kita kelaparan karena akan mengganggu tumbuh kembangnya.

Aqiqoh Jogja – Al Kautsar sangat memperdulikan kebutuhan ayah dan bunda akan informasi seputar nutrisi dan parenting. Nantikan tips dan artikel kami selanjutnya ya.

Silahkan bunda klik https://wa.me/6281257777696 untuk bergabung bersama kami di grup parenting maupun persalinan mariam

Cara Akikah Anak Yang Baik dan Benar

Akikah anak laki-laki dan perempuan menurut Islam sesuai sunnah bisa diartikan suatu proses penyembelihan/pemotongan kambing yang ditujukan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia berupa anak (putra atau putri) kepada pasangan yang telah menikah. Beberapa riwayat hadits menyebutkan bahwa bagi anak laki-laki disunahkan untuk menyembelih dua ekor kambing, sedang bagi anak perempuan hanya menyembelih satu ekor kambing.

Pelaksanaan akikah anak laki-laki dan perempuan menurut Islam yang telah disepakati ulama secara sahih yakni di hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut. Kesepakatan ini berdasarkan dari dalil hadist sahih yang diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundub di atas. Beliau menungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda seorang anak yang telah terikat dengan aqiqahnya, maka ia akan disembelihkan aqiqah di hari ketujuh dan sekaligus diberikan nama kepada bayi tersebut. Meski demikian, jika ada yang terlewat serta belum mampu melaksanakannya di hari ketujuh, maka bisa diundur pelaksanannya di hari ke 14. Bahkan jika memang belum bisa juga melaksanakannya, maka di hari 21 bisa dilaksanakan atau kapan saja mampu untuk melaksanakannya. Namun tidak ada riwayat hadist yang menyebutkan aqiqah selain hari ke-7.

Dari Samurah bin Jundab berkata, Rasulullah bersabda bahwa “semua anak bayi tergadaikan dengan akikahnya pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberikan nama, dan dicukur rambutnya.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]. Dari Aisyah berkata, Rasulullah bersabda “Bayi laki-laki diakikahi dengan 2 kambing yang sama dan bayi perempuan 1 kambing.” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]. Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata, Rasulullah bersabda “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya” [Riwayat Bukhari].

Pada dasarnya, akikah anak perempuan dan laki-laki disyariatkan untuk dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran si anak. Namun jika belum bisa, maka hari ke-14, jika masih belum bisa juga, maka hari ke-21. Selain itu akikah anak menjadi beban ayah dari si anak tersebut.

Tapi, jika ternyata ketika kecil belum diakikahi, kita bisa melakukannya sendiri setelah dewasa. Suatu ketika Al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diakikahi, apakah ketika dewasa boleh mengakikahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum diakikahi, maka lebih baik melakukannya sendiri ketika dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Syarat akikah anak perempuan dan laki laki yang sesuai ketentuan syariat dan sah menurut Islam harus dipenuhi supaya ibadah tersebut diterima. Meskipun hukumnya sunnah, maka syarat dan ketentuan tetaplah menjadi bagian penting dalam syariat Islam. Terlebih lagi, aqiqah merupakan salah satu ibadah yang pelaksanaannya sekali seumur hidup.

Minimal jumlah hewan untuk akikah adalah satu ekor baik laki-laki atau perempuan. Sebagaimana menurut Ibnu Annas ra, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW mengakikahi Hasan dan Husen satu domba satu domba” (Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud serta Ibnu Al Jarud. Akan tetapi untuk lelaki diutamakan 2 ekor dan 1 ekor untuk perempuan berdasarkan hadist di bawah ini: Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata,  “Rasulullah SAW memerintahkan agar disembelihkan akikah 2 ekor domba dari anak laki-laki dan dari anak perempuan 1 ekor.” (Hadist sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan).

Dianjurkan daging yang diberikan dalam kondisi matang seperti hadist Aisyah ra,  “Sunnahnya 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor kambing untuk anak perempuan lalu dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi). Daging akikah selain kepada tetangga atau fakir miskin bisa juga diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal ini dimaksudkan untuk menarik simpati atau dalam rangka dakwah. Dalilnya dalam firman Allah, “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakannya sebagian.

Cara Akikah Anak Yang Baik dan Benar

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Apa Saja Syarat Aqiqah Kambing dan Berkahnya?

Aqiqah kambing menurut alim ulama Islam, baik NU maupun Muhammadiyah, itu disamakan dengan hewan qurban. Syarat sah meliputi jenis hewan akikah, umur kambing, syarat fisik kambing aqiqah. Penting bagi setiap Muslim untuk melaksanakan aqiqah sebagai ibadah yang sesuai dengan syariat Islam (berdasar hadist shahih).

Sebelum anda memutuskan untuk beli hewan sembelihan untuk aqiqah, ada baiknya anda ketahui dulu jenis hewan yang boleh untuk kekahan dalam Islam. Dari riwayat hadist yang sering kami jumpai, memang disebutkan bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah kambing atau yang sejenis seperti domba, kibsy, atau gibas. Jenis kibsy merupakan domba putih dalam kondisi sehat. Untuk hewan aqiqah kambing lainnya seperti unta atau sapi, para ulama berbeda pendapat. Ada yang berpendapat boleh beraqiqah dengan sapi/unta, ada yang berpendapat tidak boleh.

Setelah aqiqah kambing disembelih, mayoritas ulama mengatakan sebaiknya daging aqiqah jangan diperdagangkan (jual beli) termasuk kulitnya. Kulit kambing yang bisa dimanfaatkan menjadi jaket kulit tersebut bisa disedekahkan kepada penyembelih kambing. Berdasarkan hadist Nabi, untuk anak laki-laki menggunakan dua ekor kambing serta untuk anak perempuan menggunakan satu ekor kambing saja. Namun, manakala tidak mampu melaksanakannya, maka bisa dengan 1 ekor kambing yang digunakan untuk melakukan aqiqah dan anda akan mendapatkan balasan berupa pahala.

Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa berkah aqiqah diantaranya :

  1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam.
  2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.
  3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.
  4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.
  5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

 

Banyak sekali berkah aqiqah yang didapat, di antaranya : Membebaskan anak dari ketergadaian Pembelaan orang tua di hari kemudian Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW Memperkuat tali silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.

Apa Saja Syarat Aqiqah Kambing dan Berkahnya?

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Kapan Batas Waktu Aqiqah yang Afdol?

Batas waktu aqiqah anak laki-laki atau perempuan yang paling afdol menurut al manhaj sunnah (salaf) adalah pada hari ke 7 kelahiran bayi. Nah sebenarnya kapan batas waktu pelaksanaan aqiqah dalam islam? Apakah memang harus 7 hari setelah kelahiran?

Para ulama berbeda tentang kapan batas waktu aqiqah. Sebagai awam, kita tentu sulit untuk bisa menjelaskan ketentuan waktu untuk aqiqah. Menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran sang bayi. Mereka mengatakan bahwa hukumnya tidak sah untuk aqiqah yang dilaksanakan sebelum bayi lahir. Potong kambing sebelum bayi lahir dianggap sebagai sembelihan biasa.

Ulama dari kalangan Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu untuk aqiah diperbolehkan (tidak dilarang) untuk diakhirkan. Namun, dianjurkan untuk melakukan aqiqah sebelum anak mencapai usia baligh (dewasa). Jika telah baligh belum juga diaqiqahi diri sendiri. Ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh (dewasa), dan ini menjadi kewajiban sang ayah.

Ulama dari kalangan Hambali berpendapat bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ke-7, maka di sunnahkan untuk dilaksanakan pada hari ke-14. Jika tidak sempat pada hari tersebut, boleh dilaksanakan pada hari ke 21. Prosesi aqiqah dengan tempoh (waktunya sesudah hari ke-7) seperti ini disandarkan pada hadist dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Sedangkan menurut ulama dari kalangan Hanafiyah dan Malikiyah, batas waktu aqiqah paling afdol adalah pada hari ke tujuh dan tidak boleh dilakukan sebelumnya. Namun mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti madzab Imam Syafi’i baik dari golongan Muhammadiyah maupun NU. Oleh karena itu, banyak masyarakat muslim di Indonesia yang menyembelih hewan aqiqah sesudah dewasa dengan alasan waktu kecil belum di aqiqah.

Setelah membahas tentang batas waktu aqiqah, selanjut bagaimana hikmah aqiqah sehingga menjadi hal yang mempunyai hukum sunnah muakkad dalam islam?

  • Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam.
  • Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.”. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya”.
  • Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.
  • Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.
  • Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
  • Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.

Hikmah aqiqah lainnya dan paling mendasar adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan rasa gembira demi tegaknya Islam dan lahirnya keturunan yang dikemudian hari memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW dan terhubung menjadi tali siltaurahim antar anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

Kapan Batas Waktu Aqiqah yang Afdol?

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Bagaimana Hukum Aqiqah Anak?

Hukum aqiqah anak sesuai sunnah bisa diartikan suatu proses penyembelihan/pemotongan kambing yang ditujukan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia berupa anak (putra maupun putri) kepada pasangan yang telah menikah. Secara etimologis aqiqah berati proses memotong atau dalam bahasa arab al-qat’u atau sebutan bagi rambut yang ada dikepala bayi ketika baru dilahirkan. Secara fiqih, aqiqah merupakan hewan yang akan disembelih untuk mewujudkan rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah mengaruniai buah hati baik laki-laki maupun perempuan.

Pelaksanaan aqiah anak laki-laki dan perempuan menurut islam yang telah disepakati ulama secara shahih yakni di hari ketujuh dari kelahiran bayi tersebut. Kesepakatan tersebut berdasarkan dari dalil hadist sahih yang diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundub diatas. Beliau mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda seorang anak yang telat terikat dengan aqiqahnya, maka ia akan disembelihkan aqiqah di hari ketujuh dan sekaligus diberikan nama kepada bayi tersebut. Walaupun demikian, jika ada yang terlewat serta belum mampu melaksanakannya di hari ketujuh dapat diundur pelaksanaanya di hari ke 14. Namun jika memang belum mampu melaksanaknnya, maka di hari 21 bisa dilaksanakan atau kapan saja mampu untuk melaksanakannya. Seperti itulah hukum aqiqah anak yang sudah dituliskan dalam islam.

Namun, bagaimana jika aqiqah setelah dewasa? Imam Ahmad pernah ditanya oleh Abdul Malik “bolehkah dia (Abdul Malik) beraqiqah setelah dewasa?” Ia kemudian menjawab “Saya belum pernah mendengar hadist tentang aqiqah setelah dewasa sama sekali”. Kemudian Imam Ahmad juga mengatakan, “Siapa yang melakukannya maka itu baik, dan ada sebagian ulama yang mewajibkannya” (Tuhfatul Maudud: 87-88). Maka itu berarti aqiqah setelah dewasa diperbolehkan.

Kewajiban aqiqah memang tidak gugur meskipun tidak dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Namun, beberapa ulama berbeda pendapat tentang siapa saja yang boleh melakukannya. Yang dibebankan untuk melaksanakan aqiqah adalah bapak, namun bagaimana jika anak yang telah dewasa tersebut ingin mengaqiqahi dirinya sendirinya karena telah mampu? Ibnu Qudamah mengatakan jika seorang anak belum diaqiqahi sama sekali, kemudian baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Kembali lagi ke hukum aqiqah anak, pada dasarnya, aqiqah anak disyariatkan untuk dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran anak. Namun jika belum bisa, maka hari ke-14, jika masih belum bisa maka dilaksanakan hari ke-21. Selain itu aqiqah anak menjadi beban ayah dari si anak tersebut. Tapi, jika ternyata ketika kecil belum diaqiqahi, Anda dapat melakukannya sendiri setelah dewasa. Suatu ketika Al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “Ada orang yang belum diaqiqahi, apakah ketika dewasa boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?” Imam Ahmad menjawab, “Menurutku, jika ia belum di aqiqahi, maka lebih baik melakukannya sendiri ketika dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh”.

Hal-hal yang disyariatkan mengenai hukum aqiqah anak:

  1. Disunnahkan memberi nama dan memotong rambut (gundul) hari ke-7.
  2. Untuk anak laki-laki disunnahkan beraqiqah dengan 2 ekor kambing dan 1 ekor untuk anak perempuan
  3. Aqiqah dibebankan kepada orang tua si anak, akan tetapi bisa juga dilakukan oleh walinya yang lain (kakek, paman, dll)
  4. Aqiqah hukumnya sunnah.

Bagaimana Hukum Aqiqah Anak?

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Aqiqah dalam Islam dan Dalilnya

Aqiqah adalah sebuah perayaan penyembelihan kambing yang dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur karena bayi yang baru lahir. Secara etimologis lughawi Akikah bermakna memotong dalam bahasa arabnya Al qat’u atau nama untuk rambut dikepala seorang bayi yang baru lahir. Sedangkan menurut syariah fiqih akikah adalah hewan yang dikorbankan untuk disembelih sebagai bentuk wujud rasa syukur kepada Allah atas karunia lahirnya anak baik perempuan ataupun laki-laki. Untuk persyaratanya jumlah kambing yang akan disembelih antara bayi laki-laki dan perempuan juga berbeda yakni 1 ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki.

Jumhur atau kebanyakan berpendapat jika hukum aqiqah adalah sunnah dan sebagian lagi adalah wajib dengan alasan berhubungan langsung dengan sembelih merupakan hal penting. Selama seseorang mampu melaksanakan aqiqah, maka harus segera dilaksanakan pada hari ke-7 merupakan jawaban terbijak.

Hukum aqiqah menurut pendapat terkuat adalah sunnah muakkadah yang merupakan pendapat jumhur ulama berdasarkan hadist, ada juga ulama yang memberikan penjelasan jika aqiqah adalah penebus yang artinya aqiqah menjadi pertanda terlepasnya dari kekangan jin yang ada bersama bayi sewaktu lahir.

Sudah menjadi pengetahuan bersama, dalam persoalan fikih akan sering dijumpai perbedaan pendapat dari kalangan ulama fikih, terutama ulama fiqih empat Mazhab. Seperti yang diketahui bersama hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, yang dinyatakan para ulama fikih mazhab syafi’i dan pendapat masyhur mazhab hanbali. Dari pendapat mazhab tersebut memahami bahwa makna murtahanun atau tergadaikan adalah anak tersebut tidak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sebelum ia diaqiqahi. Sementara mazhab hanafi berpedapat bahwa aqiqah dibolehkan pada hari ketujuh kelahiran anak, setelah memberi nama, mencukur rambut kepala dan membagikan sedekah. Diantara ulama, ada pula yang mengatakan “anak tersebut diaqiqahi sebagai ibadah tambahan (tathawwu’) dengan niat bersyukur atas nikmat Allah”. (Al-Bada i’, 5/59)

Berbeda dengan pendapat mazhab Maliki, aqiqah hukumnya mandub. Hukum mandub derajatnya berada di bawah hukum sunnah. (Syarh al-Kabir, ad-Dardir 2/216). Adapun ulama fikih mazhab zahiri semisal daun bin Ali dan Ibnu Hazm, keduanya berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib. (Al-Muhalla, 6/234. Al-Majmu’, 8/447. Al-Mughni, 9/459). Namun, pendapat tersebut tidak banyak diamalkan oleh para ulama. Nah, dengan demikian dapat diketahui bahwa yang menyatakan hukum aqiqah adalah sunnah muakkad yang sudah jelas banyak dipegang oleh mayoritas ulama mazhab.

Dilaksanakannya aqiqah sebagai bentuk ungkaran rasa suka cita dan selamat atas kelahir anak. Seperti yang dikisahkan dalam hadist Nabi yang berbunyi: ketika Nabi Muhammad SAW lahir Tsuwaibah menyampaikan ungkapan suka cita atas kelahiran beliau kepada Abu Lahab, Tsuwaibah adalah seorang budak, ia berkata “pada malah hari telah lahir anak laki-laki dari Abdullah”. Maka Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud kegembiraannya. Dan Allah tidak menyia-nyiakan tindakan Abu lahab ini, setelah kematiannya Allah memberinya minum dari lekuk pada pangkal ibu jarinya. Atas dasar ungkapan suka cita itu dapat menimbulkan rasa bahagia, maka orang muslim dianjurkan menyampaikan kabar gembira kepada saudaranya.

Berdasarkan dengan lafazh ucapan selamat, tidak ada lafazh tertentu yang diucapkan dalam momentum kelahiran anak. Yang tampak ada kelonggaran dalam masalah ini dengan syarat ucapan selamat tersebut tidak memperlihatkan tradisi jahiliyah, misalnya bergembira atas kelahiran anak laki-laki dan tidak bergembicara atas kelahiran anak perempuan. Aqiqah adalah suatu bentuk taqarrub/pendekatan diri kepada Allah, yang sekaligus bentuk rasa syukur kita atas karunia yang dianugerahkan Allah dengan terlahirnya seorang anak. Aqiqah juga sebagai sarana untuk memperlihatkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & juga bertambahnya keturunan kaum mukmin, yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.

Aqiqah dalam Islam dan Dalilnya

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Kapan Waktu Aqiqah Dapat Dilaksanakan?

Waktu aqiqah sama halnya dengan ketentuan dan aturan aqiqah sudah dijelaskan secara jelas dan secara mendetail dalam islam. Diantara perlakuan baik yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya adalah dengan cara menyelenggarakan ibadah aqiqah untuknya. Namun pada kenyataannya, tidak semua orang tua mampu menyembelihkan hewan aqiqah untuk anaknya tepat setelah kelahirannya atau tujuh hari setelah kelahirannya. Namun diantara banyaknya kendala yang ada, yang paling sering menjadi kendala adalah faktor ekonomi. Maka, akan ada pertanyaan haruskah aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7 atau boleh dilaksanakan diluar hari itu?

Untuk menjawab pertanyaan waktu aqiqah, banyak ulama yang berbeda pendapat. Ada yang memang mengharuskan hari ke-7 bersamaan dengan pemberian nama. Namun ada juga yang membolehkannya hingga masa nifas ibunya selesai. Ada juga yang memperbolehkan sampai si anak menjelang masuk usia balighnya, bahkan ada juga yang membolehkannya sampai orang tuanya benar-benar mampu melaksanakan aqiqah.

Dalam hukum dan waktu pelaksanaan aqiqah, hukumnya adalah sunnah muakkad bagi orang tua yang mampu dan baru melahirkan anaknya. Pada hari itu juga sang anak diberikan nama yang baik dan rambut kepalanya di cukur. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak yang baru lahir tergadai dan ditebus dengan aqiqah yaitu disembelih aqiqah itu untuknya pada hari ketujuh lalu dicukur dan diberi nama”. Seperti yang sudah tertera di hukum dan waktu pelaksaaan aqiqah, hendaknya dilakukan pada hari ketujuh. Dalam pelaksanaanya orang tua diperintahkan menggunduli rambut bayi dan memberi nama yang baik. Waktu penyembelihan kambing atau hewan untuk aqiqah jika memungkinkan dilangsungkan pada hari ke tujuh. Namun jika tidak, maka dilaksanakan pada hari ke 14. Dan apabila masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan lagi dapat dilakukan kapan saja. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yaitu “Disembelih pada hari ketujuh, pada hari ke empat belas, dan pada hari kedua puluh satu”.

Selanjutnya, sebenarnya kapan waktu aqiqah berlalu?

  1. Hari ke-7.

Kalangan Malikiyah berpendapat bahwa waktu aqiqah hanya sampai hari ke-7 pasca kelahiran. Jika hari ke-7 sudah berlalu maka ibadah aqiqah sudah tidak lagi berlaku.

  1. Sampai usia baligh

Sedangkan Syafi’iyah, mereka membolehkan bagi orang tua melaksanakan aqiqah anaknya hingga ia masuk usia baligh. Ini yang mustahabb. Maka, ketika telah masuk usia baligh, orang tau tidak akan terbebani ibadah ini. Akan tetapi anak itulah yang akan melaksanakan aqiqahnya sendiri jika mampu. Demikian yang diriwayatkan dalam sebuah hadist, bahwa Rasulullah meng-aqiqahi dirinya sendiri ketika beliau sudah menjadi nabi. Al-Imam an-Nawai dalam kitabnya Syarhu al-Muhadzab menyatakan jika hadist tentang aqiqahnya Nabi untuk dirinya sendiri merupakan hadist bathil.

  1. Sampai selesai masa nifas ibunya.
  2. Dalam hukum dan waktu pelaksanaan aqiqah, anak boleh mengaqiqahi dirinya sendiri kapanpun. Namun, ada ulama yang membolehkan bagi anak untuk meng-aqiqahi dirinya sendiri jika mampu dengan kerumunan hadist dari HR Ibn Majah yang artinya “Setiap Anak tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan hewan untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya dan diberi nama”.

Kata tergadai berarti harus dilaksanakan dan ditunaikan kapan pun dan oleh siapapun. Jika masih hari ke-7 atau sebelum baligh, maka menjadi tanggungan orang tua. Namun, jika sudah lewat maka boleh dilaksanakan oleh siapapun termasuk anak itu sendiri dengan catatan jika dia mampu. Kata boleh dalam hal ini bukan berarti sunnah.

Kapan Waktu Aqiqah Dapat Dilaksanakan?

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

Ketentuan Hewan Aqiqah Menurut Agama Islam

Ketentuan Hewan Aqiqah sejatinya sudah diatur dalam agama islam. Banyak sekali pertanyaan mengenai ketentuan hewan apa saja yang boleh di sembelih untuk keperluan di aqiqah bayi? Hal ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW bahwa beliau menganjurkan binatang yang disembelih untuk keperluan aqiqah adalah berupa hewan ternak sejenis kambing atau domba. Allah SWT menciptakan manusia dengan berbeda-beda suku bangsa dan juga menciptakan seluruh makhluk didunia untuk beribadah hanya kepada-Nya.

Sifat hewan aqiqah dikiaskan dengan dhahaayaa yang merupakan kambing yang sehat dan bagus bukan kambing yang cacat dan sakit sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam Malik. Selanjutnya, mengenai jenis kambing untuk aqiqah dapat menggunakan kambing yang berjenis kelamin jantan atau kembali berjenis kelamin betina sama saja, hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW dari jalan Ummu Kurz “tidak mudharat bagi kamu apakah kami laki-laki atau kambing perempuan”. Lalu bagaimana dengan usia kambing tersebut? Mereka mengkiaskan dengan umur kambing dhahaayaa (kambing qurban), yaitu:

  1. Untuk domba atau biri-biri cukup satu tahun atau kurang sedikit
  2. Untuk kambing biasa umurnya cukup dua tahun atau masuk tahun ketiga.

Selanjutnya ada beberapa ketentuan hewan aqiqah yang dapat menjadi pedoman ketika melaksanakan aqiqah yaitu:

  1. Hewan aqiqah boleh jantan atau betina, namun yang lebih afdhol yaitu kambing jantan
  2. Syarat hewan aqiqah sama dengan hewan udhiyah (hewan qurban)
  3. Lebih bagus memilih hewan aqiqah yang berwarna putih sebagaimana ketentuan dalam hewan qurban
  4. Sangat dianjurkan memilih yang gemuk, besar dan paling bagus.
  5. Jika yang disembelih adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki, maka hendaklah dua kambing tersebut diantaranya dalam umur.
  6. Adapun tentang sifatnya pun dikiaskan dengan dhahaayaa yaitu kambing yang sehat dan bagus bukan kambing yang cacat dan sakit sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam Malik.

Sebenarnya ada syarat hewan untuk aqiqah, sehingga sebelum Anda memutuskan untuk membeli hewan sembelihan untuk aqiqah ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu jenis hewan yang boleh untuk kekahan dalam islam. Dari riwayat hadist yang sering dijumpai, memang disebutkan bahwa hewan aqiqah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad adalah kambing atau sejenis seperti domba, kibsy, atau gibas. Jenis kibsy merupakan domba putih dalam kondisi sehat.

Dalam ketentuan hewan aqiqah kambing menjadi hewan utama untuk penyembelihan aqiqah, banyak juga yang menyediakan peternakan kambing yang menjual kambing untuk keperluan aqiqah atau qurban. Pada pelaksanaaan aqiqah anak laki-laki dianjurkan dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing saja. Namun, jika tidak mampu boleh melaksanakan aqiqah anak laki-laki dengan satu ekor kambing dan sudah dianggap sah.

Imam Asy Syafi’i menganjurkan untuk melaksanakan aqiqah bagi orang yang mampu. Aqiqah menjadi tanggung jawab seorang Ayah (Bapak) sebagai penanggung nafkah keluarga. Apabila dengan ikhlas melaksanakan syariat aqiqah, maka dapat diperoleh hikmah aqiqah seperti:

  1. Aqiqah adalah suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah sejak awal menghirup udara kehidupan
  2. Suatu penebusan bagi anak dari berbagai musibah dan kehancuran
  3. Bayaran utang anak untuk memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  4. Aqiqah dapat dijadikan media mengekspresikan rasa gembira dengan melaksanakan syarita islam dan semakin bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW di hari kiamat nanti.
  5. Dapat memberikan sumber jaminan sosial dan menghapus gejala kemiskinan didalam masyarakat.

Ketentuan Hewan Aqiqah Menurut Agama Islam

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

 

Hukum Aqiqah Dalam Perspektif Agama Islam

Hukum Aqiqah memang sudah diatur dalam agama islam dengan bermacam-macam ketentuan yang telah ditulis. Namun sebelum membahas berbagai tema penting ada baiknya untuk mengerti arti dari aqiqah itu sendiri. Mempunyai anak menjadi hal yang menggembirakan bagi orang tua. Pun merupakan tujuan dari berkeluarga adalah memiliki anak yang sudah pasti menentramkan hati. Sebagai umat muslim, tiap anak yang lahir, didalam keluarga tentu memiliki peran yang wajib dipenuhi dan diutamakan. Pada intinya, tiap orang yang mempunyai keturunan memiliki kewajiban guna melaksanakan aqiqah terhadap keturunan mereka. Dalam agama islam juga sudah dijelaskan secara mendetail mengenai hukum aqiqah yang tentunya bisa digunakan sebagai pedoman. Maksud aqiqah diketahui sebagai salah satu wujud ibadah kepada Allah SWT atas lahirnya seorang buah hati, baik anak laki-laki maupun perempuan. Sedangkan untuk aqiqah atau Al aqiqah sendiri adalah hewan yang dikurbankan hanya untuk Allah dengan proses menyembelih hewan tersebut. Intinya, dengan melakukan aqiqah merupakan salah satu wujud negoisasi diri dan ucapan rasa syukur kepada kenikmatan Allah.

Dalam segi bahasa, Aqiqah berasal dari kata ‘aqqu yang artinya potong. Nah dari kata potong disini terdapat dua jenis makna yaitu memotong dalam makna memangkas rambut buah hati yang akan diaqiqah. Berbeda dengan arti kata potong yang kedua adalah menyembelih hewan kurban yang hendak diaqiqahkan. Lalu bagaimana arti aqiqah menurut pandangan islam? Terdapat beberapa penjelasan dari para sahabat dan ulama ahlusunnah, diantaranya:

  • Ibnul-Qayyim menukil perkataan Abu ‘Ubaid bahwasannya Al-Ashmaa’iy dan lain-lain berkata “Pada asalnya makan ‘aqiqah adalah rambut bawaan yang ada di kepala bayi ketika lahir. Namun, istilah tersebut disebutkan untuk kambing yang disembelih ketika ‘aqiqah karena rambut bayi dicukur ketika kambing tersebut disembelih.
  • Al-Jauhari mengatakan “Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”. Selanjutnya Ibnul-Qayyim berkata “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah disebutkan demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”.

 

Dari dua informasi diatas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa ‘aqiqah secara syar’iy yang paling benar adalah binatang yang dipotong atas dasar kelahiran seorang buah hati sebagai wujud rasa terima kasih kepada Allah ta’ala dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Tidak hanya arti saja namun hukum aqiqah juga sudah ditetapkan sehingga nantinya hanya tinggal dijalankan seperti dengan apa yang sudah tertera.

Aqiqah menurut pendapat yang paling kuat, hukumnya adalah sunnah muakkadah. Hal ini berdasarkan anjuran dari Rasullullah SAW. Beliau berkata “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkanlah (penebus) darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (cukur rambutanya)” (HR Ahmad, Al-Bukhori dan Ashhabus sunan). Dalam hadist tersebut diperintahkan melalui perkataan Rasulullah “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan). Jika ditelaah lebih lanjut, perintah disini buka bersifat wajib, sebab ada sabda Rasulullah yang memalingkan dari kewajiban tersebut. Rasullulah bersabda “Barang siapa di antara kalian yang ingin menyembelih bagi anaknya, maka silahkan lakukan”. (HR. ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dengan sanad yang hasan).

Dalam hukum aqiqah disunnahkan melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh dari persalinan, tentu saja ini didasarkan hadist Rasulullah SAW. Beliau berkata: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dia dicukur dan diberi nama”. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan dan dinyatakan shohih oleh At-tirmidzi). Melakukan aqiqah bila tidak bisa dilakukan pada hari ke tujuh, disunnahkan dilakukan pada hari ke empat belas, dan apabila masih tidak bisa, bisa dilakukan pada hari ke dua puluh satu. Setelah hari ke dua puluh satu masih belum mampu melaksanakan aqiqah, maka bisa dilaksanakan ketika sudah sanggup. Yang perlu ditekankan adalah pelaksanaan aqiqah pada hari ke tujuh, empat belas ataupun dua puluh satu sifatnya tetap sunnah bukan wajib.

Kewajiban aqiqah dalam hukum aqiqah merupakan kewajiban yang dibebankan kepada orang tua bayi, namun bila orang tua belum sanggup menyembelihkan aqiqah untuknya hingga dia dewasa, maka dapat menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendiri. Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata “Dan ia tidak diaqiqahi oleh ayahnya, lalu kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri, maka hal tersebut tidak menjadi masalah menurut saya, wallahu a’lam”.

Selanjutnya, untuk hewan yang boleh disembelih dalam hukum aqiqah juga telah ditetapkan, syaratnya mirip dengan hewan yang akan disembelih untuk qurban, ditilik dari sisi usia dan kriterianya. Imam Malik berkata “Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembelihan denda larangan haji) dan udhhiyah (qurban), tidak diperbolehkan dalam hal ini hewan yang sakit, kurus, picak dan patah tulang”. Selanjutnya Ibnu Abdul Barr berkata “Para ulama telah jima’ bahwa hewan aqiqah ini tidak diperbolehkan hal-hal atau apa yang tidak diperbolehkan dalam udhhiyah, harus dari Al-Azwaj Ats-Tsamaniyyah, yaitu domba, kambing, sapi, unta, kecuali pendapat yang ganjil yang tida dianggap”. Nah namun tidak dibolehkan dalam aqiqah berserikat seperti dibolehkannya berserikat dalam udhhiyah, baik domba/kambing, atau sapi ataupun unta. Sehingga jika ada yang aqiqah dengan sapi ataupun unta, tidak boleh untuk tujuh orang sebagaimana pada qurban, hanya boleh untuk satu orang saja.

Mungkin Anda bertanya-tanya sebetulnya apa ketentuan hewan yang dapat diaqiqahkan? Dalam hukum aqiqah, bagi orang tua yang hendak mengakikah anaknya membutuhkan hewan aqiqah yang penting sebagai syarat utama dalam melakukan aqiqah. Sudah pasti hewan aqiqah yang dibutuhkan untuk bayi laki-laki pasti berbeda dengan hewan aqiqah untuk anak perempuan. Pada aqiqah anak laki-laki dianjurkan atau disunnahkan menggunakan dua ekor kambing, namun bila tidak mampu boleh hanya dengan satu ekor saja dan itu sudah ditafsir sah. Selanjutnya untuk anak perempuan, maka aqiqahnya cukup menggunakan satu ekor kambing atau domba yang telah memenuhi syarat sebagai hewan aqiqah.

Mengenai daging hewan aqiqah, banyak ulama yang menyampaikan jika pembagiannya hampir sama dengan pembagian daging qurban, sebagian boleh dimakan oleh keluarga yang diaqiqahkan dan yang lainnya diperkenankan dibagikan pada fakir miskin maupun tetangga. Sedangkan bila ada keluarga dari yang diaqiqahkan tidak memakan dan memberikan seluruhnya kepada fakir miskin, tentu saja diperkenankan dan tidak ada halangan untuk itu. Menurut Syaikh Utsaimin berkata “Dan tidak apa-apa dia mensedeqahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangganya untuk menyantap daging aqiqah yang sudah matang”. Lain halnya dengan Syaikh bin Baz, beliau memberikan kebebasan antara mensedekahkan seluruhnya atau mensedekahkan sebagian dan memasaknya, kemudian memanggil kerabat, teman, tetangga dan kaum muslimin yang lain untuk memakannya. Dalam hukum aqiqah daging aqiqah disunnahkan dalam kondisi sudah matang atau sudah dimasak, sudah pasti ini yang membedakan dengan pembagian daging qurban yang lebih disarankan dalam kondisi mentah.

Sebenarnya, banyak sekali kegunaan yang diperoleh dengan beraqiqah, diantaranya menyelamatkan anak dari ketergadaian pembelaan orang tua di hari akhir, melindungi anak dari bahaya dan kehancuran sebagaimana pengorbanan Nasi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS, pembayaran hutang orang tua kepada anaknya dan pengungkapan rasa gembira demi tegaknya islam. Semuanya sudah tertulis dengan jelas di hukum aqiqah.

Hukum Aqiqah Dalam Perspektif Agama Islam

Bagi Anda yang sedang mencari jasa aqiqah anak yang sesuai syariat,bisa menyaksikan penyembelihan secara langsung, masakan yang lezat,gratis beberapa menu olahan,fasilitas cukur gundul, pengantaran sampai lokasi, kemasan rapi dan eksekutif serta mendapatkan sertifikat bukti. Bisa datang ke kantor pusat  kami di Jl Kaliurang Km 4,5 Tawangsari CT II D2 . Kontak kami Telepon/SMS/WhatsApp (WA)  0812 2234 6099

× Order Aqiqah